Presiden RI Berpartisipasi dalam World Economic Forum 2026 di Davos
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah selesai menghadiri ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Kehadiran Presiden Prabowo menandai kembalinya Indonesia dalam partisipasi global setelah absen selama sepuluh tahun terakhir. Dalam WEF 2026, Presiden Prabowo mengikuti dua agenda penting, yaitu pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dan sesi pidato khusus.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace Charter di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Penandatanganan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP) sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik. Keikutsertaan Presiden Prabowo mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional.
Bagi Indonesia, partisipasi dalam Board of Peace memiliki makna strategis. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-State solution), dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. Melalui forum ini, Indonesia akan secara aktif menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina.
Kehadiran Indonesia juga diharapkan dapat menjadi penyeimbang moral dan politik agar proses rekonstruksi berjalan sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB. “Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Kepala Negara kepada awak media usai penandatanganan.
Penandatanganan piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo sekaligus menegaskan kepemimpinan Indonesia di tingkat global sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam diplomasi internasional serta sebagai salah satu suara penting dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban dunia.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025).

Pidato Prabowonomics di WEF 2026 Davos
Dalam pidatonya, Prabowo bercerita tentang berbagai kebijakannya mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Sekolah Rakyat. Pada awal pidato, Prabowo menjelaskan terkait dengan kondisi ketidakpastian global serta perang. Ia juga menyampaikan optimisme ekonomi Indonesia, dengan mengutip laporan IMF bahwa Indonesia merupakan titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang.
Menurut Prabowo, dunia menghadapi kondisi keuangan yang semakin ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik. Namun, Indonesia terus tumbuh. “Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir. Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Inflasi kita tetap sekitar 2%. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3% dari PDB kita,” kata Prabowo saat berpidato di WEF 2026 di Davos.
Prabowo pun membeberkan sejumlah kebijakannya. Ia menjelaskan tentang pembentukan sovereign wealth fund (SWF) Danantara sebagai upaya memenuhi kebutuhan energi dan kekuatan masa depan Indonesia. Dana kelolaan atau asset under management (AUM) Danantara disebut mencapai US$1 triliun. Presiden juga menjelaskan program MBG yang telah menyasar 59,8 juta penerima manfaat. Targetnya tahun ini, MBG bisa memproduksi 82,9 juta porsi makanan setiap harinya kepada penerima manfaat.
Di hadapan kepala negara dunia dan CEO global, Prabowo menjelaskan terkait dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak kualitas pendidikan seperti dengan Sekolah Rakyat hingga renovasi sekolah. Ia juga membahas penegakan hukum, termasuk upaya pemberantasan korupsi. Prabowo menjelaskan bahwa pada masa pemerintahannya, telah diungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola minyak mentah.
Berikut poin-poin pidato Prabowo di World Economic Forum di Davos:
- Prabowo singgung soal ketidakpastian global dan perang. Menurut Prabowo, sejarah mengajarkan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama untuk pertumbuhan dan kemakmuran.
- Prabowo sebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kejutkan dunia. Prabowo juga mengutip laporan IMF yang menggambarkan Indonesia sebagai titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang. Menurut Presiden, ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir, dengan inflasi terjaga di level sekitar 2%, dan defisit APBN dijaga di bawah 3% dari PDB.
- Prabowo singgung soal pengelolaan utang negara. Menurut Prabowo, dalam sejarahnya, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang negara. Rezim yang berkuasa pun selalu membayar utang rezim sebelumnya.
- Prabowo menjelaskan terkait dengan pendirian sovereign wealth fund Indonesia yakni Danantara dengan aset US$1 triliun. Prabowo pun mengungkapkan perihal Danantara yang akan memangkas jumlah BUMN dari 1.044 menjadi 300.
- Prabowo menjelaskan terkait dengan langkah efisiensi. Dalam dua bulan pertama pemerintahannya, Prabowo melaksanakan program efisiensi yang gencar dengan menghemat US$18 miliar. Prabowo menghentikan program-program yang tidak efisien dan mengalihkan dana tersebut ke proyek-proyek yang secara langsung meningkatkan taraf hidup dan berdampak pada seluruh masyarakat.
- Prabowo memaparkan soal program MBG. Pada 6 Januari 2025, Prabowo memulai program MBG dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat per hari. Kini, MBG telah memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta penerima manfaat. Targetnya tahun ini, MBG akan menyasar 82,9 juta penerima manfaat. Prabowo pun membandingkan dengan McDonald’s yang telah memproduksi 68 juta makanan per hari.
- Prabowo menjelaskan terkait program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah menyentuh 70 juta warga Indonesia. Menurut Prabowo program tersebut bukan program populis, tapi program rasional.
- Prabowo membeberkan upaya peningkatan kualitas pendidikan seperti dengan Sekolah Rakyat. Selain itu, terdapat upaya renovasi sekolah hingga Panel Interaktif Digital (PID).
- Prabowo menjelaskan terkait dengan progres membangun 83.000 Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, Prabowo menjelaskan terkait dengan upaya memodernisasi desa nelayan baru.
- Prabowo singgung terkait dengan upaya penegakan hukum di Indonesia. Dalam pemberantasan korupsi, Prabowo menceritakan upaya pengungkapan penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola minyak mentah. Prabowo juga telah menyita 4 juta hektar perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Lalu, Prabowo memutuskan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang memiliki izin atas lebih dari 1,01 juta hektar karena dinilai melanggar hukum dan membangun perkebunan di hutan lindung. Prabowo juga telah menutup 1.000 tambang ilegal.
- Prabowo menyinggung laporan dari Gallup dan Harvard terkait dengan survei penelitian terhadap ratusan negara. Laporan tersebut menemukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang paling bahagia. Negara yang paling makmur di dunia dengan rakyat yang paling optimis. Menurutnya, hasil survei itu menggembirakan, namun juga menyedihkan. Sebab, banyak warga Indonesia masih tinggal di gubuk, tidak memiliki air bersih, tidak memiliki kamar mandi, hanya makan nasi dengan garam. Namun mereka tetap tersenyum dan memiliki harapan.
- Prabowo melaporkan terkait dengan progres ragam perjanjian kerja sama perdagangan. Tahun lalu, Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas dan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Eropa, Uni Eropa, Kanada, Peru, hingga Eurasia.
- Undangan Prabowo kepada tamu World Economic Forum 2026 di Davos untuk menghadiri agenda Ocean Impact Summit (OIS) 2026 pada Juni 2026 di Bali. Agenda itu akan turut mengundang orang terkaya di dunia Elon Musk hingga investor global, Ray Dalio.












