Ammar Zoni Larang Komentar, Kamelia Menyesal

Penyesalan Kamelia atas Perasaan Kelelahannya

Kamelia, seorang dokter gigi, mengungkapkan penyesalannya setelah sempat mengaku kelelahan mengurusi Ammar Zoni. Ia juga menyampaikan permintaan maafnya setelah Ammar Zoni secara tegas melarangnya untuk mengomentari kasus yang sedang menimpanya.

Peristiwa ini bermula saat sidang yang seharusnya beragendakan keterangan saksi dari pihak Ammar batal dilaksanakan karena saksi tidak hadir. Situasi memanas ketika Ammar menyalahkan Kamelia, kekasihnya, terkait ketidakhadiran saksi tersebut. Kamelia yang merasa telah mengurusi Ammar sejak awal tidak bisa menahan kekecewaannya.

Tangisnya pun tumpah setelah sidang berlangsung. Pada saat itu, Kamelia menegaskan perasaan lelahnya dalam mengurusi mantan suami Irish Bella tersebut. Videonya menangis viral dan membuat ia meminta maaf. Ia juga menjelaskan alasannya mengaku lelah mengurus sang pacar.

“Maybe kemarin udah capek aja gitu karena kan selama ini enggak ada teman diskusi untuk masalah ini. Biasanya dulu ada Bang Ammar, yang masih bisa teleponan gitu,” ujar Kamelia, dikutip dari YouTube TRANS TV Official.

Janda satu anak itu mengaku bahwa akhirnya ia memendam sendiri bebannya hingga akhirnya meledak. “Nah, ini tuh enggak ada. Jadi benar-benar disimpan sendiri, jadi akhirnya meledak sendiri. Aduh, aku juga minta maaf sih, maksudnya enggak sadar juga sampai kayak gitu.”

Kamelia juga menjelaskan soal komitmen yang dilanggar oleh Ammar. “Maksudnya sebenarnya, komitmen sebagai orang berhubungan sih ya. Jadi gini loh, ketika akunya lagi down, maksud aku tuh kamu ngerti gitu loh. Jangan malah tambah bikin aku down. Harusnya dia ngebela aku gitu, bukan malah menyalahkan.”

Ia menyesalkan sikap Ammar yang sempat membentaknya. “Aku sebelnya gitu aja. Tapi pas udah di bawah itu, dia langsung minta maaf sama aku.” Lebih lanjut, Kamelia tidak menuntut untuk terus diakui sebagai kekasih, tetapi ia ingin Ammar bisa menjadi garda terdepannya.

“Bukan (ingin diakui) keberadaan, ini gua pacarnya, enggak. Maksudnya, selama ini aku yang ngurusin. Ketika ada yang zalim sama aku, menyalahkan aku, harusnya Bang Ammar garda terdepannya aku dong gitu. ‘Jangan dokter Lia, dokter Lia yang ngurusin gue gitu’. Maksud aku kayak gitu.”

Soal berjodoh atau tidak dengan Ammar, Kamelia pasrah. “Kalau soal jodoh, kan balik lagi gitu ya aku selalu nyerahin semua urusan sama Allah. Aku udah enggak mau ngoyo nyari jodoh lagi juga, pernah gagal gitu.”

Ammar Zoni Larang Kamelia Komentar

Aktor Ammar Zoni secara tegas meminta agar tidak ada lagi pihak di luar keluarga inti maupun tim kuasa hukum yang menyampaikan pernyataan apapun soal proses hukumnya. Hal ini dilakukan Ammar Zoni demi menjaga situasi tetap kondusif menjelang sidang lanjutan yang akan memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada pekan depan.

Dengan demikian, sang kekasih yakni Kamelia pun tidak diperbolehkan lagi mengungkap kasus Ammar Zoni. “Media boleh mewawancarai itu kalau dari pihak keluarganya, yaitu tadi ada Aditya Zoni juga,” kata kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Jadi untuk berita-berita yang menyangkut perkara Ammar, saya serahkan nanti ke Adit. Kalau masalah hukumnya, ke pengacara,” lanjutnya. Jon menegaskan pembatasan informasi tersebut merupakan arahan langsung dari Ammar Zoni.

“Jadi tidak ada lagi pihak-pihak lain yang memberikan komitmen-komitmen tentang perkara Ammar,” lanjut Jon. Ia menjelaskan, Ammar ingin menghentikan berbagai bentuk opini publik yang berkembang di luar proses persidangan.

Menurut Jon, saat ini fokus utama seharusnya berada pada jalannya proses hukum yang sedang berlangsung. Disinggung apakah permintaan Ammar ini sebagai respons pernyataan kekasihnya Dokter Kamelia pekan lalu, Jon Mathias tak menampiknya. Ia kembali menegaskan jika di luar keluarga, tidak diperbolehkan komentar.

“Ya pokoknya pihak lain di luar keluarganya,” jelas Jon. “Jadi nggak ada pihak lain yang bisa memberi komentar karena kita udah menghadapi tuntutan jadi kita tidak perlu lagi membangun opini-opini yang di luar dari koridor hukum.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *