Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Gubernur NTT
Diskusi publik yang berlangsung di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta, pada Jumat (13/2) malam, menghadirkan sejumlah peserta yang terdiri dari 50 orang, termasuk 30 jurnalis media cetak dan online nasional serta 20 mahasiswa dan Diaspora NTT. Acara ini bertujuan untuk membahas hasil survei kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, selama satu tahun kepemimpinan mereka.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, hadir sebagai narasumber utama bersama Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, serta para penanggap seperti Ade Reza Hariyadi dan Rafnel Azhari. Hadir pula beberapa pejabat penting Provinsi NTT, antara lain Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Kepala Bapperida NTT, Alfons Theodorus, serta banyak lagi.
Tujuan dan Metode Survei
Survei yang dilakukan oleh Voxpol Center Research and Consulting dilakukan secara kuantitatif melalui wawancara tatap muka (face to face) menggunakan kuesioner terstruktur pada periode 5–14 Januari 2026. Sebanyak 800 responden terlibat dalam survei ini dan tersebar secara proporsional di 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Teknik pengambilan sampel menggunakan Multistage Random Sampling dengan margin of error ±3,47 persen, sehingga hasil survei dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mencapai angka 80,5 persen. Berdasarkan survei tersebut, sektor prioritas yang paling penting adalah ekonomi dan kesejahteraan serta infrastruktur dan layanan dasar. Masyarakat juga menyampaikan harapan untuk peningkatan layanan dan sarana di bidang pendidikan dan kesehatan.
Tanggapan Gubernur NTT
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa hasil survei menjadi cerminan dan rekomendasi untuk pembenahan program pembangunan di NTT. Ia mengucapkan terima kasih kepada Voxpol Center Research and Consulting karena memiliki kredibilitas tinggi. “Kami harapkan survei ini menjadi cerminan agar dapat menjadi rekomendasi untuk pembenahan pembangunan serta dapat menjadi masukan dan pembelajaran bagi kami untuk pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur. “Hasil survei ini menjadi instrumen evaluasi yang objektif dalam mengukur efektivitas program prioritas selama satu tahun kepemimpinan. Kami tentunya membuka diri terhadap kritik dan masukan,” tambahnya.
Capaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini, menurut Gubernur, bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran. Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
Gubernur juga menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting. “Angka kemiskinan NTT saat bulan Februari 2026 ini sudah turun menjadi 17,5 persen dibandingkan bulan Maret tahun 2025 lalu dengan 18,6 persen. Menurut saya penurunan ini menandakan penanganan kemiskinan sudah berada pada jalurnya,” ujarnya.
Untuk penanganan kemiskinan, pemerintah akan menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin pada tahun 2026. Selain itu, penanganan stunting sudah dimulai dengan pola orang tua asuh untuk mendorong percepatan penurunan stunting.
Pemberdayaan Ekonomi UMKM
Gubernur juga menjelaskan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (One Village, One Product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.
Selain itu, pemerintah akan terus mengawasi kelancaran program pemerintah pusat di daerah seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih.
Penanggap dan Rekomendasi
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengungkapkan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang secara aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat sekitar untuk memantau percepatan program kerja. “Dengan turun langsung dan bertemu dengan masyarakat tentu akan memberikan ruang kedekatan pemimpin daerah bersama masyarakat. Diharapkan dengan hasil survei ini juga dapat menjadi bahan rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan selanjutnya,” ujarnya.
Ade Reza Hariyadi, salah satu penanggap dalam diskusi, menjelaskan bahwa satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT merupakan langkah penting untuk melihat proyeksi ke depan. Ia mengharapkan, Gubernur dan Wakil Gubernur perlu memiliki kapasitas responsif yang profesional untuk bisa memproyeksikan atau memprediksi tantangan-tantangan yang berkaitan dengan ekonomi, infrastruktur, dan kemiskinan. “Ke depannya perlu memperkuat koordinasi antara pemprov dan pemkab/pemkot dalam membagi kewenangan agar program dapat terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Rafnel Azhari, penanggap lainnya, mengungkapkan bahwa capaian kepuasan 80,5% merupakan capaian angka yang baik untuk tahun pertama yang menandakan adanya kepercayaan dan harapan pembangunan. “80,5% ini menandakan masyarakat percaya kepada Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini. Masyarakat tentu memberikan persepsi baik namun juga harus kita perhatikan hal-hal yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Tindakan Tegas terhadap Manipulasi Data Kemiskinan
Gubernur NTT juga mengecam setiap orang atau oknum-oknum yang secara sadar dan sengaja melakukan manipulasi atau memalsukan data-data kemiskinan untuk kepentingan pribadi atau tertentu. “Kita harus tindak tegas setiap orang yang sengaja bermain-main dengan data kemiskinan ini. Jangan ada lagi yang bermain data kemiskinan yang akhirnya membuat program bantuan-bantuan sosial menjadi bermasalah dan tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak kepada masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi namun secara sengaja juga menerima dan menikmati bantuan sosial karena bekerja sama dengan oknum yang memanipulasi data kemiskinan tersebut.
Pelaksanaan PON NTT-NTB Tahun 2028
Gubernur Melki juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pelaksanaan PON NTT-NTB akan tetap dijalankan sesuai rencana. Pelaksanannya juga menyesuaikan dengan fasilitas venue-venue yang ada di Provinsi NTT dan NTB. “Kami sudah sepakat bahwa NTT dan NTB hanya akan merenovasi venue-venue yang sudah dimiliki saat ini sebagai tuan rumah. Venue yang tidak bisa kita bangun karena pertimbangan anggaran maka langkah yang kami tempuh adalah menggunakan juga venue-venue yang ada di DKI dan Jawa Barat. Prinsipnya adalah PON NTT-NTB tetap berjalan dengan tidak membebani anggaran APBN,” ungkap Gubernur.












