Budaya  

Kenangan Film di Kantor Polisi Hong Kong

Tempat Wisata yang Mengajak Pecinta Film Klasik dan Aksi Mandarin Bernostalgia

Jika Anda ingin bernostalgia dengan film-film laga dan klasik Mandarin, maka tempat ini bisa menjadi destinasi yang sangat menarik. Selain spot elemen sinema Hong Kong seperti patung bintang legendaris Bruce Lee dan Anita Mui serta cetak tangan ratusan bintang film kondang Mandarin di Avenue of Stars, di kawasan Tsim Sha Tsui, Hong Kong, ada satu lokasi yang juga layak dikunjungi.

Kantor polisi tua di daerah Yau Ma Tei, Hong Kong, menjadi salah satu titik tujuan pariwisata bagi para pecinta film klasik dan action Mandarin. Tak hanya kantor polisi, di sana juga ada kelenteng, beberapa bangunan, dan jalan yang menjadi lokasi pengambilan belasan film action maupun klasik. Film-film ini dibintangi aktor ternama Hong Kong seperti Chow Yun Fa, Jackie Chan, dan Andy Lau.

Pada 24 Maret 2026, Tempo bersama puluhan jurnalis dari berbagai negara yang diundang oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) mendatangi lokasi syuting tersebut.

Kantor Polisi Yau Ma Tei berada di Canton Road, sebuah area di dekat pemukiman penduduk, di mana puluhan film dibuat. Di sini pernah dibuat film Metade Fumaca (1999), Rush Hour 2 (2001) yang dibintangi Jacky Chan, Internal Affairs (2002) yang dibintangi Andy Lau dan Tony Leung, serta The Killer (1989) yang dibintangi Chow Yun Fat.

Pameran Film Imersif Yau Ma Tei Police Station: A Cinematic Journey

Pameran film imersif Yau Ma Tei Police Station: A Cinematic Journey di gedung Bangunan Bersejarah Kelas II, bekas Kantor Polisi Yau Ma Tei, Kowloon, Hong Kong. Tempo/Dian

Investasi untuk Pariwisata

Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Raistlin Lau, mengatakan pemerintah setempat terus berinvestasi untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan berbagai usaha. “Termasuk seperti Kantor Polisi Yau Ma Tei yang baru dibuka,” ujar Lau dihadapan para jurnalis pada 24 Maret 2026.

Investasi pemerintah terus ditingkatkan. Ia memberikan perbandingan investasi termasuk dalam pembelanjaan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mendukung pengembangan industri seni budaya.

Pada 2015-2016 investasi dibelanjakan sebesar 4,15 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp 9 triliun, sementara untuk 2025-2026 investasinya sebesar 7 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp 15,2 triliun, naik sekitar 69 persen.

Raistlin Lau mengatakan pemerintah yakin investasi di industri pariwisata ini dapat memenuhi keinginan wisatawan. “Kami optimistik karena orang butuh liburan, santai setelah bekerja keras,” ujarnya. Ia juga meyakini situasi saat ini masih banyak wisatawan akan berkunjung. “Yang terjadi perang di wilayah sana (Timur Tengah), di Asia relatif aman,” ujarnya lagi.

Sejarah Kantor Polisi

Kantor Polisi Yau Ma Tei dibangun pada 1922 dengan gaya arsitektural Inggris Edwardian. Bangunan ini merupakan satu dari beberapa kantor polisi yang masih ada di era sebelum perang. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang direncanakan oleh Kelompok Kerja Pemerintah tentang Pengembangan Tujuan wisata Unggulan yang dibentuk pada 2024.

Badan pengembangan industri budaya dan kreatif secara khusus mengundang para profesional film Hong Kong untuk secara kreatif membayangkan kembali sebagian dari kantor polisi Yau Ma Tei lama dengan penuh kreativitas untuk menampilkan esensi film polisi dan kriminal klasik Hong Kong. Pameran Yau Ma Tei Police Station A Cinematic Journey dibuka pada 1 Januari 2026.

Bangunan tua ini menjadi titik singgah turis, sebuah perjalanan sinematik yang menarik. Dengan tiket seharga 30 dolar Hong Kong, pameran dibuka pada Selasa-Ahad, pengunjung akan menikmati ruang-ruang di mana bagian beberapa film dibuat. Memasuki ruang depan kecil untuk pembelian tiket, pengunjung akan dibawa ke lorong bertirai hitam.

Di kiri kanan dinding, dengan sajian teknologi imersif dan efek suara, potongan beberapa film dan karakter tokohnya dari beberapa generasi akan ditampilkan sejenak.

Pilihan Editor:

Kai Tak Sports Park, Wajah Baru Bandara Lama Hong Kong

Pengunjung kemudian ditarik ke lorong waktu melihat ruang CID Office atau kantor detektif investigasi kriminal yang berisi beberapa peralataan perfilman, layar-layar monitor untuk pengawasan tahanan, pengawasan jalan lalu meskin ketik jadul, perlengkapan penangkapan, pelbagai senjata api berupa pistol atau senapan laras panjang, borgol-borgol, sejumlah dokumen kepolisian dan penjahat, komputer jadul, tempat pemotretan para tersangka atau penjahat serta ruang interograsi. Ruangan ini tidak luas dan diatur sedemikian rupa menampilkan sejumlah artefak pembuatan film kriminal.

Ruangan ini terinspirasi dan didasarkan pada kantor polisi pada 1970 hingga 1980-an. Ruangan ini seperti mengembalikan pada situasi kantor polisi saat itu. Di ruangan ini juga potongan adegan film juga ditampilkan, juga diperkaya dengan efek suara dan pencahayaan yang dibuat sedemikian rupa menjadi sebuah suasana sinematik. Di belakang ruang ini terdapat ruang sel tahanan. Terdapat lima ruang dengan lorong memanjang. Ruang pertama ditampilkan untuk ruang tahanan yang asli dengan interiornya yang sangat minim dan sempit. Ruang kedua hingga keempat merupakan ruang foto untuk pengunjung (foto booth) dengan sejumlah perlengkapan tata rias, kostum pemain film dan mesin foto dengan teknologi akal imitasi.

Di sini pengunjung bisa berfoto, berpose seperti yang diatur dengan teknologi digital. Pengunjung harus menempatkan diri di depan boks mesin foto di tempat tanda sepatu di lantai, dan setelahnya pengunjung harus melambaikan tangan ke arah sensor. Mesin akan memindai wajah pengunjung dan diproses oleh mesin dan dalam waktu satu-dua menit wajah pengunjung yang telah dipindai akan menggantikan wajah bintang film yang ada di poster.

“Aku jadi polisi..wajahku jadi mirip ayahku,” ujar seorang pengunjung. Ia bersama temannya terlihat tertawa ketika melihat wajah mereka di poster yang ada di mesin. Mereka bisa mengunduh hasil foto tersebut dari barked yang muncul di mesin. Di mesin foto yang lain, bisa melihat hasil dengan karakter yang berbeda.

Beberapa Lokasi Pengambilan Gambar di Yau Ma Tei dan Film-Filmnya

  • Kantor Polisi Yau Ma Tei- di 627 Canton Road:
  • Metade Fumace (1990)
  • Rush Hour 2 (2001)
  • Internal Affairs (2002)
  • Life Without Principle (2011)

  • Pasar Yau Ma Tei- Reclamation Street

  • 72 Tenants of Prosperily (2010)
  • Ghost in the Shell (2017)
  • Keep Calm and Be a Superstar (2018)

  • Kelenteng Tin Hau- 56-58 Temple Street

  • The World of Suzie Wong (1960)
  • I’m Livin’ It (2020)

  • Mido Café- 63 Temple Street

  • Days of Being Wild (1990)
  • Moonlight Express (1999)
  • Goodbye Mr. Cool (2001)
  • The Stool Pigeon (2010)
  • Galiants (2010)

  • Canon Singing House- G/F,49 Temple Street

  • The Stool Pigeon (2010)
  • Galiants (2010)
  • SPL3 (2015)
  • I’m Livin’ It (2020)
  • Time (2021)

  • Temple Street

  • Queen of Temple Street (1990)
  • C’est la vie, mon cheri (1993)
  • God of Coocery (1996)
  • Hikari Mitsushima’s MV “Labyrinth” (2017)
  • Shock Wave 2 (2021)

  • Pasar Buah Yau Ma Tei- Shek Lung Street

  • City on Fire (1987)
  • As Tears Go By (1988)
  • Fallen Angels (1995)
  • Metade Fumaca (1999)
  • Twilight of the Warriors: Walled in (2024)

  • Nathan Road

  • City on Fire (1987)
  • Comrades: Almost a Love Story (1996)
  • Anita (2021)
  • Twillight of the Warriors: Walled in (2024)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *