Penyebab dan Dampak Obesitas yang Harus Disadari Masyarakat
Obesitas tidak lagi hanya dianggap sebagai kondisi fisik yang berkaitan dengan berat badan. Sebaliknya, kini obesitas dikenal sebagai penyakit yang memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di RSUD dr Soedarso, dr. Izzuddin Fathoni, Sp.K.O Subsp APK (K), menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa obesitas bisa menjadi awal dari berbagai gangguan kesehatan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Obesitas
Selama ini, banyak orang masih menganggap obesitas sebagai gambaran fisik semata. Mereka melihat seseorang gemuk dan langsung menilai bahwa orang tersebut sehat atau bahkan kuat. Namun, hal ini justru salah kaprah. Menurut dr. Izzuddin, obesitas kini sudah masuk dalam ranah penyakit. Banyak penyakit metabolik seperti diabetes mellitus bermula dari kondisi obesitas.
“Karena obesitas itu kalau dulu dianggapnya sebagai gambaran fisik saja ya. Fisik, oh kamu gendut, kamu apa gitu. Padahal sekarang obesitas itu sudah masuk dalam ranah penyakit ya. Karena semua penyakit metabolik biasanya bermula dari obesitas,” ujarnya.
Hubungan Obesitas dengan Berbagai Penyakit
Obesitas tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga sangat berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dan metabolik. Misalnya, penyakit jantung dan stroke seringkali disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah. Selain itu, obesitas juga dapat memicu gangguan kesuburan seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
“Kemudian metabolik, DN, yang terkenal sih diabetes mellitus gitu ya. Kemudian tadi untuk yang ketidakseimbangan kesuburan PCOS, itu metabolik juga,” tambahnya.
Pentingnya Deteksi Awal Obesitas
Saat ini, berat badan bukan lagi sekadar ukuran fisik. Justru, berat badan menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan seseorang. “Jadi memang masyarakat harus lebih dekat melihat bahwa berat badan itu bukan hanya sekedar ukuran. Sekarang ini sudah menjadi tanda vital kita ya. Jadi sudah masuk, bukan hanya tensi, nadi atau apa. Berat badan berapa? Nah itu nanti akan masuk tuh,” jelas dr. Izzuddin.
Ia juga menyoroti perubahan pola pikir masyarakat dari masa lalu hingga sekarang. Dulu, tubuh gemuk sering dianggap sebagai tanda sehat. Namun, saat ini, kegemukan justru bisa menjadi tanda adanya risiko kesehatan.
“Kalau dulu zaman kita dulu masih mengikuti zaman dahulu yang trendnya dulu itu bukan kegemukannya. Tapi bagaimana gizi buruk. Nah sekarang ke depan, mulai dari tahun-tahun belakangan ini, justru orang yang kita katakan kalau di bahasa Melayu sehat. Wah anakmu sebetulnya gendut kan? Kita biasanya orang Melayu bilang sehat, padahal itu tidak sehat,” ungkapnya.
Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini
Deteksi dini obesitas sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Dr. Izzuddin menegaskan bahwa masyarakat perlu sadar akan risiko obesitas. “Jadi obesitas sekarang sudah menjadi satu rumpun penyakit sendiri ya. Bukan hanya sekedar oh kemuk gitu aja. Tapi merupakan hal-hal yang harus ditanggulangi. Artinya masyarakat harus aware dengan obesitas,” tegasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat rutin memeriksa berat badan saat berkunjung ke fasilitas kesehatan. “Obesitas itu sudah harus menjadi, ya tadi saya bilang. Begitu dia masuk puskesmas timbang badan tuh tanya aja kepada petugasnya. Saya normal apa enggak,” katanya.
Risiko Serius yang Ditimbulkan Obesitas
Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga kanker. “Apakah sudah nanti ada potensi penyakit gula, penyakit kolesterol, tadi saya katakan. Ada kanker, dan lain-lain,” pungkasnya.












