Kapolsek Dungingi yang Mengutamakan Etika dan Hubungan Baik dengan Masyarakat
Ipda Meyer Reynol Pongajouw resmi menjabat sebagai Kapolsek Dungingi sejak Februari 2026. Ia membawa prinsip utama dalam menjalankan tugasnya, yaitu mengutamakan adab dan etika dalam bekerja serta melayani masyarakat. Nilai-nilai ini ia tanamkan sejak kecil berkat didikan orang tuanya yang sangat disiplin.
Sebagai pimpinan di wilayah Dungingi, Reynol berkomitmen menciptakan hubungan harmonis dengan warga melalui pendekatan musyawarah, silaturahmi, serta mengedepankan sisi spiritualitas dalam bekerja. Ia percaya bahwa cara berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang paling penting, terlepas dari pangkat atau jabatan.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Reynol lahir pada 16 Mei 1986 di Kota Gorontalo. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 37 dan SMPN 6 Gorontalo, kemudian melanjutkan ke jenjang SMK di Gorontalo. Selama masa kecilnya, ia dibesarkan dengan ajaran utama tentang adab, di mana ayahnya menjadi simbol kedisiplinan dan ibunya memberikan sentuhan kasih sayang. Perpaduan antara disiplin dan kasih sayang inilah yang ia terapkan saat mulai masuk ke dunia kepolisian.
Karier di Polri dimulainya sebagai Bintara pada tahun 2005 gelombang 1. Di tengah tugasnya, ia juga menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gorontalo pada tahun 2011. Dedikasinya di Satuan Sabhara dan Direktorat Reserse Narkoba kemudian mengantarkannya lulus pendidikan perwira (SIP Angkatan 51) pada tahun 2022.
Meski kini telah menjadi perwira yang bertanggung jawab atas manajemen anggota, Reynol merasa tidak ada yang berubah dari jati dirinya. Ia menekankan bahwa perbedaan bintara dan perwira hanyalah pada besarnya tanggung jawab.
Tantangan dan Komitmen dalam Tugas
Pengalamannya bertugas di fungsi reserse, terutama dalam pengungkapan jaringan narkoba, menjadi tantangan tersendiri yang menguras energi. Namun, di tengah tekanan tersebut, ia selalu menekankan pentingnya kerja sama tim dan spiritualitas dalam bekerja. Ia tetap memegang teguh prinsip bahwa pangkat tidak boleh mengubah cara berinteraksi dengan orang lain.
“Pangkat dan jabatan itu mungkin sementara. Yang akan diingat orang adalah cara kita memperlakukan orang lain. Jadi, saat mengenakan seragam Polri maupun saat menjadi warga sipil biasa, adabnya harus tetap sama,” tegasnya.
Sebagai Kapolsek Dungingi, Reynol memiliki visi untuk menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan musyawarah dan silaturahmi dalam penyelesaian masalah. Ia percaya bahwa komunikasi yang baik dan saling menghormati adalah kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah bawahan.
Harapan untuk Generasi Muda
Di akhir perbincangan, Reynol berharap generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya dapat mempersiapkan diri dengan menjaga ibadah dan hubungan baik dengan orang tua. Ia menekankan bahwa masa depan itu tergantung pada apa yang kita perbuat sekarang.
“Apapun profesinya, perbaikilah diri dengan sungguh-sungguh, jaga hubungan dengan orang tua, perhatikan lingkungan, dan yang paling penting, ibadah adalah nomor satu,” pungkasnya.












