Penetapan Direktur Utama sebagai Tersangka dalam Kasus Kebakaran Maut
Kasus kebakaran maut yang menewaskan 22 karyawan di kantor PT Terra Drone Indonesia di kawasan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, kini memasuki tahap hukum yang lebih lanjut. Direktur Utama perusahaan tersebut, Michael Wishnu Wardana, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan terancam menghadapi hukuman pidana berat, termasuk kemungkinan pidana penjara seumur hidup. Penyidik menemukan sejumlah dugaan pelanggaran serius yang dinilai berkontribusi pada terjadinya tragedi tersebut.
Berikut ini adalah empat poin krusial yang menjadi dasar penetapan Michael sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut kantor Terra Drone:
-
Tidak Ada Alarm Pendeteksi Kebakaran
Gedung Terra Drone tidak dilengkapi dengan alarm kebakaran yang berfungsi secara otomatis. Salah satu karyawan harus naik dari lantai ke lantai untuk memberitahukan kebakaran, sementara APAR hanya digunakan secara manual untuk mencoba memadamkan api sebelum kebakaran membesar. Alarm yang ada bersifat manual melalui komunikasi lisan, bukan sistem otomatis. -
Tidak Memiliki SOP untuk Baterai Berbahaya
Hasil penyelidikan menunjukkan adanya kelalaian serius di tingkat manajemen perusahaan. Michael tidak menyusun atau memastikan adanya SOP untuk penyimpanan baterai drone, yang menjadi penyebab utama kebakaran. Perusahaan juga tidak menugaskan petugas K3, tidak mengadakan pelatihan keselamatan, tidak menyediakan ruang penyimpanan standar untuk bahan mudah terbakar, tidak menyediakan pintu darurat atau sistem keselamatan bangunan, dan tidak memastikan jalur evakuasi berfungsi. -
Ketiadaan Proteksi Kebakaran
Gedung digunakan sebagai gudang padahal IMB-nya untuk perkantoran, namun tidak dilengkapi sistem proteksi kebakaran dan jalur evakuasi. Penyelidikan menemukan tidak ada pintu darurat, sensor asap, atau sistem proteksi kebakaran, dan manajemen tidak memisahkan penyimpanan baterai rusak, bekas, dan sehat. Ruangan penyimpanan sempit tanpa ventilasi dan fireproofing juga berada di dekat genset yang berpotensi panas. -
Kurangnya Pemahaman Pengelolaan Baterai Drone
Kebakaran berasal dari ruang penyimpanan baterai drone, di mana karyawan tidak memiliki pemahaman tentang pengelolaan baterai. Baterai yang mudah terbakar seperti LiPo seharusnya disimpan secara terpisah, namun di gedung tersebut baterai rusak, bekas, dan baru disimpan bercampur. Hal ini menjadi kesalahan sistemik pada manajemen perusahaan.
Michael ditetapkan sebagai tersangka atas kebakaran tersebut dan langsung ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Ia dijerat dengan Pasal 187, 188, dan/atau 359 KUHP, yang dapat menyebabkan hukuman penjara maksimal seumur hidup.
Profil Michael Wishnu Wardana
Posisi CEO atau Managing Director PT Terra Drone Indonesia saat ini diemban oleh Michael Wishnu Wardana, sosok yang telah cukup lama berkiprah dan memimpin perusahaan teknologi drone tersebut di Indonesia. Michael Wishnu Wardana merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, tepatnya pada Jurusan Teknik Dirgantara, angkatan 2001.
Latar belakang akademik ini menjadi bekal penting yang menguatkan kiprahnya di dunia teknologi penerbangan dan sistem pesawat tanpa awak. Ia pernah menjadi narasumber dalam ajang CSR Award 2019 di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019. Pada 12–13 November 2019, Michael juga hadir sebagai pembicara dalam acara Foreng 10 bertema “Future Solution for Lifecycle Construction” yang digelar di Telkom Landmark Tower, sebagaimana tercantum dalam kanal YouTube WIKA EXO.
Selain itu, Michael turut menjadi pembicara pada Malaysia Drone Tech Festival 2020 yang digelar pada 20 November 2020, menurut informasi dari akun Instagram @terradrone_id. Pada bulan yang sama, ia juga tampil dalam Forum Engineering 2020 dengan topik “Drone and Smart Cities.” Dalam gelaran Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Michael kembali diundang sebagai pengisi acara bersama belasan pakar lainnya.
Kemudian, pada Januari 2024, ia hadir sebagai narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024. Menurut data dari dgip.go.id, nama Michael juga tercatat sebagai salah satu pendesain Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas “Zeke01,” bersama sejumlah kontributor lain, yakni Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, Javensius Sembiring, Yohanes Bimo Dwianto, Joshua Levin Kurniawan, Ray Ozma, dan Muhammad Luthfi Azzam.
Perusahaan Terra Drone
Terra Drone merupakan perusahaan layanan teknologi drone yang berbasis di Jepang. Sejak didirikan pada 2016, perusahaan ini terus berkembang dan memperluas jaringan dengan mengakuisisi berbagai penyedia jasa drone di sejumlah negara. Kini, Terra Drone telah beroperasi di 25 negara, termasuk Indonesia.












