Janice Tjen, petenis muda Indonesia, telah memperoleh pengalaman berharga setelah menyelesaikan rangkaian turnamen di kawasan Timur Tengah pada bulan Februari tahun ini. Dalam perjalanannya, ia mengikuti tiga turnamen yang termasuk dalam Middle East Swing, yaitu Abu Dhabi Open (WTA 500), Qatar Open (WTA 1000), dan Dubai Championships (WTA 1000). Perjalanan ini menjadi bagian dari tur yang digelar setelah Australian Open.
Di Abu Dhabi Open, Janice berhasil meraih hadiah uang sebesar 28.095 dolar AS atau sekitar 475 juta rupiah. Ia juga mencapai babak kedua di tunggal putri serta semifinal di ganda putri bersama Alexandra Eala, petenis Filipina. Di Qatar Open, Janice melanjutkan performanya dengan mencapai babak kedua tunggal putri. Ia membawa pulang hadiah uang sebesar 26 ribu dolar AS (Rp440 juta).
Sementara itu, di Dubai Championships, Janice tampil hingga babak ketiga tunggal putri dan babak kedua ganda putri. Total hadiah yang ia dapatkan dari tiga turnamen tersebut mencapai 111.945 dolar AS atau sekitar 1,8 miliar rupiah. Namun, pengalaman yang ia dapatkan tidak hanya terbatas pada hadiah finansial.
Selama perjalanannya sejak awal Februari, Janice memiliki kesempatan untuk bertemu dengan petenis-petenis dari 10 besar ranking WTA. Salah satu nama paling terkenal yang ia hadapi adalah Iga Swiatek, petenis peringkat dua dunia, mantan nomor satu, dan pemenang enam gelar Grand Slam. Meskipun kalah dalam pertandingan, Janice memberikan penilaian positif terhadap gaya permainan Swiatek.
” Hari ini saya harus menyesuaikan ritme yang berbeda. Saya merasa pilihan-pilihan pukulannya mirip dengan pilihan Ash Barty. Itu seperti kilas balik yang menyenangkan,” puji Swiatek.
Janice juga sering dibanding-bandingkan dengan Aslheigh Barty karena forehand kuat dan backhand slice yang menjadi ciri khasnya. Di Dubai Championships, ia menghadapi Amanda Anisimova (peringkat 6) di babak ketiga. Meskipun kekalahan akhirnya terjadi, Janice tetap menunjukkan kemampuan yang baik.
“Saya telah mengikuti Janice karena dia telah menunjukkan permainan tenis yang hebat musim ini,” ujar Anisimova setelah pertandingan.
Dalam perjalanan karier Janice, pelatihnya, Christopher Bint, menekankan pentingnya setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ia ingin Janice lebih kuat saat menghadapi lawan-lawan yang bisa memukul secara keras dan konsisten.
“Setiap hari dan setiap pertandingan adalah kesempatan bagi Janice untuk belajar dan mengembangkan permainannya serta dirinya sendiri,” kata Bint.
Janice akan kembali berkompetisi dalam rangkaian turnamen WTA 500 Merida Open 2026 di Meksiko pada 23 Februari hingga 1 Maret. Dua turnamen WTA 1000 lainnya, Indian Wells dan Miami Open, akan mengikuti dalam rangkaian Sunshine Swing di Benua Amerika. Turnamen-turnamen ini wajib diikuti oleh petenis top dengan daftar peserta otomatis hingga batas ranking tertentu.
Janice Tjen terus menunjukkan potensi besar sebagai petenis muda Indonesia. Pengalaman yang ia peroleh selama turnamen di kawasan Timur Tengah tidak hanya meningkatkan kemampuan teknisnya, tetapi juga memberikan wawasan tentang kompetisi tingkat dunia. Dengan dukungan dari pelatih dan timnya, Janice siap menghadapi tantangan-tantangan baru dalam perjalanan karier tenisnya.












