Peredaran Oli Palsu yang Kembali Marak
Peredaran oli palsu kembali marak dan menjadi ancaman nyata bagi jutaan pemilik kendaraan di Indonesia. Dampaknya tidak main-main, mulai dari mesin yang cepat rusak, tenaga turun drastis, hingga biaya perbaikan yang membengkak dan bisa menguras tabungan. Kondisi ini mendorong PT Pertamina Lubricants (PTPL) untuk turun langsung memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi terjebak produk tiruan.
Salah satu kegiatan yang digelar oleh PTPL adalah “LubriTalk Ngobrol Oli Bareng Pertamina Lubricants” yang dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, PTPL membeberkan berbagai modus pemalsuan oli yang kini dilakukan dengan cara profesional. Contohnya, oli bekas dikemas ulang dalam botol bermerek, oli lama dicampur sedikit oli baru, bahkan limbah industri disulap menyerupai produk asli.
Modus Pemalsuan Semakin Canggih
Akibatnya fatal. Mesin cepat aus, ruang bakar kotor, suhu mudah naik (overheat), hingga karter bisa rusak parah. Efek lanjutannya, kinerja mesin turun dan konsumsi bahan bakar meningkat, membuat pemilik kendaraan mengalami kerugian ganda.
Empat Ciri Penting Oli Asli Pertamina
Untuk melindungi konsumen, Pertamina Lubricants kini melengkapi setiap produknya dengan fitur keamanan berlapis yang mudah diperiksa secara langsung. Empat tanda utama yang wajib diperhatikan konsumen adalah:
-
Botol Triple Layer
Warna bagian dalam botol berbeda setelah tutup dibuka. -
Nomor Batch Delapan Digit
Tercantum di tutup dan badan botol, posisinya sejajar dan tegak. -
Hologram “Original” Tulisan
Terlihat jelas saat dilihat dari sudut 45 derajat. -
QR Code Unik
Setiap botol memiliki kode 9–10 karakter yang bisa diverifikasi di situs lubes.id.
Jika hasil pemindaian tidak sesuai atau kode ditemukan di lebih dari satu botol, maka produk tersebut patut dicurigai palsu.
Pertamina Imbau Waspada Harga Terlalu Murah
Ahmad Saparhadi, Analyst Quality Assurance PTPL, mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran harga yang terlalu rendah, terutama dari bengkel tidak resmi atau toko daring yang tidak terverifikasi. “Jika menemukan produk oli dijual jauh di bawah harga resmi, baik di bengkel tidak resmi maupun platform daring tidak terverifikasi, kemungkinan besar itu oli palsu,” tegasnya.
Ahmad juga menambahkan, konsumen sebaiknya selalu memeriksa kemasan dan segel, serta membeli produk hanya di tempat resmi, seperti SPBU Pertamina, distributor resmi, atau bengkel mitra (Fastron Auto Service dan Enduro Motor Service).
Langkah Aman Jika Sudah Terlanjur Gunakan Oli Palsu
Bagi pengguna yang terlanjur memakai oli tiruan, PTPL menyarankan segera melakukan flushing mesin agar seluruh residu berbahaya dapat dibersihkan secara menyeluruh. Pertamina juga membuka kanal pelaporan melalui PCC 135 dan situs lubes.id bagi masyarakat yang menemukan indikasi peredaran oli palsu.
Edukasi Publik untuk Lindungi Konsumen
Melalui program edukasi seperti LubriTalk, Pertamina berharap kesadaran publik semakin meningkat dalam membedakan produk asli dan palsu. Selain menjaga performa mesin, pelumas asli berstandar internasional juga menjadi bentuk perlindungan jangka panjang agar konsumen terhindar dari kerugian besar akibat oli tiruan.
“Kami ingin masyarakat makin paham bahwa pelumas asli bukan hanya menjaga mesin, tapi juga investasi penting untuk keamanan dan keawetan kendaraan,” ujar Ahmad menutup kegiatan.
