Super League 2025/2026: Tim-Tim yang Paling Sering Melakukan Comeback
Super League 2025/2026 memasuki fase menarik menjelang pekan ke-13. Setiap tim berjuang keras untuk mengumpulkan poin sebelum jeda paruh musim. Salah satu aspek yang paling menarik adalah momen kebangkitan setelah tertinggal, yang menjadi kisah paling seru di lapangan hijau.
Hingga pekan ke-13 ini, tercatat ada enam tim yang paling sering melakukan comeback setelah lebih dulu kebobolan. Mereka menunjukkan mental baja dan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas kompetisi papan atas Indonesia musim ini.
Arema FC: Tim dengan Comeback Terbanyak
Arema FC menempati posisi teratas dalam daftar tim paling sering melakukan comeback. Tim Singo Edan sudah tujuh kali tertinggal lebih dulu. Mereka dua kali berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan dan sekali memaksakan hasil imbang. Catatan itu menjadikan Arema FC sebagai tim paling tangguh dalam hal mental saat tertinggal.
Dengan total tujuh poin dari laga-laga di mana mereka sempat kebobolan lebih dulu, Arema membuktikan diri masih punya daya juang tinggi meski performa belum sepenuhnya konsisten.
Persija Jakarta: Kekuatan Lini Tengah dan Pengalaman
Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan lima kali mengalami defisit gol lebih dulu. Dari situasi sulit itu, Macan Kemayoran mampu mencatat satu kemenangan dan dua hasil imbang, mengantongi total lima poin dalam skenario comeback.
Meski belum stabil di papan atas, Persija menunjukkan potensi besar untuk terus bangkit dalam situasi tertekan. Kekuatan lini tengah dan pengalaman pemain senior menjadi faktor penting yang membuat mereka masih bisa memutar arah permainan.
Persib Bandung: Mental Bertarung yang Kuat
Persib Bandung menyusul di urutan ketiga dengan empat kali tertinggal dari lawan-lawannya. Tim Maung Bandung mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam situasi tersebut, menghasilkan empat poin penting yang menjaga posisi mereka di klasemen.
Mental bertarung Persib tetap menjadi modal utama di tengah persaingan ketat Super League musim ini. Dukungan suporter yang tak pernah surut juga membuat mereka selalu punya semangat ekstra untuk mengejar ketertinggalan.
PSIM Jogjakarta: Perkembangan Positif dalam Daya Tahan Mental
PSIM Jogjakarta berada di posisi keempat dengan catatan yang identik dengan Persib. Tim Laskar Mataram empat kali tertinggal lebih dulu, namun mampu mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang untuk total empat poin dari laga-laga comeback.
Performa PSIM menunjukkan perkembangan positif dalam hal daya tahan mental. Meski beberapa kali harus berjuang keras di menit-menit akhir, mereka masih mampu mencuri poin penting yang bisa menjadi pembeda menjelang paruh musim.
Persita Tangerang: Semangat Juang yang Masih Terjaga
Persita Tangerang juga termasuk dalam daftar dengan lima kali tertinggal dari lawan. Dari situasi tersebut, Pendekar Cisadane berhasil mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang, sehingga mengumpulkan empat poin dari skenario kebobolan lebih dulu.
Hasil ini menegaskan semangat juang Persita masih terjaga meski performa defensif mereka perlu banyak evaluasi. Lini belakang yang sering lengah membuat mereka kerap tertinggal, namun keberanian menyerang hingga peluit akhir tetap memberi harapan.
Persebaya Surabaya: Perlu Evaluasi di Lini Pertahanan
Di posisi paling buncit ada Persebaya Surabaya yang juga lima kali kebobolan lebih dulu dari lawannya. Tim Green Force mencatat hasil sama seperti Persita, yakni satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan dari laga-laga di mana mereka tertinggal lebih dulu.
Persebaya Surabaya kini menjadi sorotan karena statusnya sebagai tim besar dengan basis suporter besar di Super League. Meski mental bertarung mereka masih terlihat, ketidakkonsistenan dalam menjaga fokus membuat Persebaya Surabaya harus puas berada di urutan terakhir dalam daftar comeback.
Catatan lima kali tertinggal dengan hanya empat poin yang didapat membuat Persebaya Surabaya perlu introspeksi di lini pertahanan. Pelatih mereka dituntut menemukan keseimbangan antara gaya menyerang khas Green Force dan kebutuhan untuk menjaga soliditas saat kehilangan bola.
Fenomena comeback ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Super League musim 2025/2026. Tidak ada tim yang benar-benar aman meski sudah unggul lebih dulu, karena semangat juang dan karakter pantang menyerah kerap mengubah arah pertandingan.
Para pelatih kini harus berpikir lebih kreatif dalam menjaga ritme permainan agar tidak lengah di awal laga. Sekaligus memastikan timnya punya stamina dan fokus tinggi untuk tetap bermain agresif hingga menit akhir.
Arema, Persija, dan Persib menjadi contoh ketertinggalan bukan akhir dari segalanya. Namun di sisi lain, tim-tim seperti Persebaya Surabaya perlu menjadikan data ini sebagai alarm untuk segera memperbaiki performa sebelum jeda paruh musim.
Jelang pekan ke-13, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana enam tim ini bereaksi setelah masuk daftar comeback terbanyak. Apakah mereka mampu mengubah status dari ahli kebobolan duluan menjadi tim yang paling sering membalikkan keadaan?
Satu hal pasti, drama comeback selalu menjadi bumbu paling menggugah di setiap pekan Super League. Dan selama semangat juang para pemain tetap menyala, tidak ada skor yang benar-benar aman hingga peluit panjang berbunyi.
