Bisnis  

Saham Ayam Kala Danantara Siap Dominasi Pasar dengan Investasi Rp20 Triliun

Rencana Pemerintah Membangun Peternakan Ayam untuk Memenuhi Kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Indonesia telah merancang rencana pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur di berbagai wilayah untuk memperkuat pasokan protein yang diperlukan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebesar Rp20 triliun, yang akan mulai direalisasikan pada Januari 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan peternakan akan diprioritaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur. Kesepakatan ini diambil setelah rapat finalisasi bersama kementerian dan lembaga terkait yang membahas hilirisasi sektor pangan, pertanian, perkebunan, hortikultura, dan peternakan.

“Kita akan membuat seluruh Indonesia untuk menyuplai MBG. Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.

Persiapan Investasi dan Target Pasokan

Saat ini, persiapan investasi sedang memasuki tahap pra-feasibility study yang ditargetkan rampung sebelum pembangunan dimulai pada Januari 2026. Anggaran tersebut merupakan bagian dari rencana hilirisasi sektor pangan pemerintah yang totalnya mencapai Rp371 triliun.

Menurut Amran, kebutuhan telur untuk MBG mencapai 700.000 ton hingga hampir 1 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan ayam pedaging mencapai 1,1 juta ton. Dengan peningkatan permintaan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan permintaan telur ayam ras dan daging ayam ras sejak beberapa bulan terakhir.

Inflasi dan Kenaikan Harga Komoditas

Inflasi pada kelompok harga bergejolak pada Oktober 2025 disebabkan oleh kenaikan harga telur dan daging ayam. Telur ayam ras memberi andil inflasi 0,04%, sementara daging ayam ras 0,02%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa peningkatan permintaan berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG.

BPS juga mencatat bahwa telur ayam ras mengalami inflasi 4,43% secara bulanan, sementara daging ayam ras naik 1,13% akibat meningkatnya permintaan serta kenaikan komponen biaya produksi seperti harga day old chicks (DOC), harga ayam hidup, dan jagung pakan.

Tindakan Danantara dan Perusahaan Unggas

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji teknis pembangunan peternakan ayam, termasuk estimasi waktu dan kebutuhan infrastruktur. Pemerintah akan menerbitkan surat keputusan bersama untuk penugasan pembangunan.

Atas rencana ini, emiten unggas mengalami fluktuasi harga saham. Misalnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) mengalami penurunan harga saham dari Rp4.770 menjadi Rp4.600, namun pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham CPIN pulih menjadi Rp4.700. Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun ke level Rp2.280 dari Rp2.430, tetapi kembali membaik menjadi Rp2.360.

Kritik dan Alternatif Protein Lokal

Celios menilai pembangunan peternakan ayam dengan pendanaan besar berpotensi membebani Danantara serta memperbesar dominasi korporasi dalam rantai pasok unggas. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menyarankan agar Danantara lebih fokus pada perbaikan kinerja BUMN dan peningkatan produksi pakan ternak seperti kedelai dan jagung.

Selain itu, Celios menilai sejumlah wilayah yang kekurangan pasokan ayam memiliki alternatif protein lokal seperti ikan laut, ikan air tawar, dan udang hasil budidaya. Hal ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada produk ayam.

Exit mobile version