Bisnis  

IPO Superbank, Daftar Emiten Grup Emtek Eddy Sariaatmadja Bertambah Panjang

Superbank Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Superbank, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International, kini sedang bersiap untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Langkah ini akan menambah daftar perusahaan Grup Emtek yang terdaftar di bursa. Grup Emtek, yang dimiliki oleh konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja, telah memiliki beberapa entitas usaha yang sudah menjadi emiten di BEI.

Perusahaan Grup Emtek yang Terdaftar di Bursa

Sampai saat ini, setidaknya tujuh entitas usaha Grup Emtek telah terdaftar di BEI. Mereka adalah:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK)
  • PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA)
  • PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA)
  • PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI)
  • PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME)
  • PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK)
  • PT Cardig Aero Services Tbk. (CASS)

EMTK menjadi induk dari gurita bisnis Grup Emtek. Perseroan didirikan pada 3 Agustus 1983 dengan nama PT Elang Mahkota Komputer. Pada 12 Januari 2010, saham EMTK resmi dicatatkan di BEI. EMTK memiliki kepemilikan saham yang signifikan terhadap berbagai anak perusahaan, termasuk SCMA, SAME, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Peran SCMA dalam Grup Emtek

SCMA merupakan perusahaan media Grup Emtek. Perusahaan ini mengelola berbagai saluran televisi seperti SCTV, Indosiar, Mentari TV, serta platform digital seperti Vidio.com, Kapanlagi.com network, dan Liputan6.com. Dengan demikian, SCMA menjadi salah satu tulang punggung bisnis Grup Emtek di sektor media.

Pengaruh Grup Emtek di Sektor Teknologi

Di sektor teknologi, Grup Emtek memiliki kepentingan melalui PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA). BUKA memiliki platform dagang-el yang fokus pada penjualan barang digital. BUKA juga mencatatkan rekor sebagai perusahaan dengan nilai IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, dengan dana yang terkumpul mencapai Rp21,9 triliun.

Melalui BUKA, Grup Emtek juga menjadi pemegang saham tidak langsung dari BBHI. Hingga 31 Juli 2025, persentase kepemilikan BUKA dalam bank digital milik Transcorp mencapai 11,49%.

Lini Bisnis Grup Emtek di Sektor Kesehatan

Di sektor kesehatan, Grup Emtek menjalankan bisnis melalui SAME dan RSGK. SAME mengoperasikan jaringan rumah sakit EMC, sementara RSGK bergerak di bidang layanan kesehatan lainnya. Selain itu, Grup Emtek juga melakukan akuisisi terhadap CASS, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang transportasi udara seperti ground handling, penanganan kargo, dan katering. Akuisisi tersebut dilakukan senilai Rp872,7 miliar pada 25 April 2024.

Superbank Siap Go Public

Terbaru, Superbank tengah bersiap untuk melantai di BEI melalui IPO. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International. Superbank memasuki era baru ketika menjadi bagian dari Emtek Group pada akhir 2021, diikuti oleh Grab dan Singtel pada awal 2022, serta KakaoBank pada 2023 sebagai bagian dari konsorsium.

Hingga 12 November 2025, Grup Emtek memiliki saham Superbank melalui PT Elang Media Visitama dengan porsi sebesar 31,11%. Menurut prospektus yang dipublikasikan pada 25 November 2025, Superbank berencana melepas maksimal 4,40 miliar saham baru atau setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Setiap saham memiliki nilai nominal Rp100 dengan harga penawaran awal (bookbuilding) IPO di kisaran Rp525 hingga Rp695 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar sekitar Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun.

Penggunaan Dana Hasil IPO

Superbank berencana menggunakan 70% dana hasil IPO untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit. Sisanya, sekitar 30%, akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka kegiatan usaha, termasuk pengembangan produk dan teknologi informasi yang mendukung pertumbuhan usaha.

Jika proses IPO berjalan lancar, Superbank akan melantai di BEI pada 17 Desember 2025 dengan kode saham SUPA.

Exit mobile version