Fourmaux Dapat Penalti, Sesks Ambil Alih Puncak WRC Arab Saudi

Perubahan Dramatis dalam Hari Paling Menarik di WRC

Pada hari Jumat, Fourmaux mengalami kekacauan yang cukup besar, tetapi berhasil mempertahankan keunggulan 2,4 detik atas Sesks (M-Sport). Namun, ia memasuki kontrol waktu satu menit lebih awal. Akibatnya, ofisial memberikan penalti satu menit kepada pereli Hyundai tersebut, sehingga membuatnya turun ke posisi keempat dengan selisih waktu 57,6 detik.

Sesks kini memimpin reli dengan selisih waktu 3,4 detik dari Thierry Neuville (Hyundai), dan Takamoto Katsuta (Toyota) di posisi ketiga dengan selisih waktu 41,5 detik. Ini adalah perubahan terbaru dalam salah satu hari paling dramatis musim ini, setelah Fourmaux menjadi salah satu dari enam kru yang mengalami masalah ban di tahap akhir yang gila.

Fourmaux memulai hari Jumat sebagai pemimpin dalam pertarungan empat besar bersama Sesks, Sami Pajari dari Toyota, dan rekan setimnya di Hyundai, Ott Tanak. Dengan keunggulan enam detik, pereli Prancis Hyundai menyaksikan keunggulannya berkurang menjadi 2,9 detik dari Sesks yang tampil impresif dalam putaran pagi di mana ia harus mengatasi patahnya lengan suspensi belakang.

Etape pagi berlangsung sulit dan menjadi lebih ekstrim pada etape kedua, yang menghasilkan drama naik turunnya posisi di papan klasemen.

Serangan Sesks tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti ketika pereli asal Latvia ini kembali mengambil alih posisi Fourmaux di stage 1 2 sebelum duel memimpin terjadi secara dramatis di SS13 – Um Al Jerem 2. Tanak dan Pajari sempat mendekat hingga berjarak 6,3 detik dari pemimpin klasemen, berbagi posisi ketiga, namun keduanya mengalami kerusakan. Ban kempes terjadi di awal etape yang membuat keduanya terpaksa berhenti dan mengganti ban, membuat mereka kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan.

Pajari bergabung kembali di depan Fourmaux, namun debu yang ditinggalkan pembalap Toyota itu terbukti mengganggu dan membuat Fourmaux melewatkan sebuah persimpangan. Penundaan tersebut membuat pembalap Prancis itu kehilangan keunggulan, dan Sesks melaju dengan keunggulan 22,1 detik.

Namun ada satu kejadian yang akan selalu diingat sebagai salah satu tahapan paling gila dalam sejarah WRC. Di SS14, Sesks mengalami kebocoran ban di bagian kiri belakang di awal etape. Namun, ia memilih untuk terus maju dan mencapai akhir etape dengan kemunduran 54,1 detik. Tampaknya Fourmaux akan mewarisi keunggulan yang signifikan, namun pereli Hyundai ini juga mengalami problem serupa di bagian kiri depan.

Fourmaux juga memilih untuk tidak berhenti dan mengganti ban, kehilangan waktu 29,6 detik, tetapi itu cukup untuk kembali memimpin sebelum penalti check in merombak posisi klasemen.

Kalle Rovanpera dari Toyota termasuk salah satu kru yang beruntung karena terhindar dari masalah ban pada tes terakhir hari itu, dan pereli asal Finlandia ini berhasil meraih kemenangan dan menempati posisi kelima secara keseluruhan.

Ogier termasuk di antara mereka yang mengalami kerusakan pada tahap akhir hari itu, namun berhasil mencapai tempat servis di urutan keenam (+1:12,8). Ada gap 0,2 detik di belakang Rovanpera, tetapi di depan Pajari dan pemimpin klasemen Elfyn Evans.

Evans mengalami drama crash di etape 11 yang mengharuskan pembalap asal Wales ini berhenti dan mengganti ban dengan waktu 1,38 detik. Kejadian ini awalnya membuat Evans turun ke posisi 10 sebelum naik ke posisi kedelapan, menyusul serangkaian insiden yang menimpa para pesaingnya di sore hari.

Saat ini, Evans memasuki hari terakhir dengan tertinggal satu poin dari Ogier dalam perebutan gelar juara. Masih ada 10 poin lagi yang harus diperebutkan di tiga etape hari Sabtu.

Posisi 10 besar diisi oleh Gregoire Munster dari M-Sport dan pereli papan atas Rally2 Oliver Solberg. Tanak mengakhiri hari Jumat di urutan ke-16 setelah mengalami empat kali kerusakan sepanjang hari, yang membuatnya terlambat masuk ke catatan waktu akhir, dan terkena penalti 2 menit 30 detik.

Berita Terkini tentang WRC

WRC Arab Saudi: Fourmaux Puncaki Sesi, Evans Tertinggal dari Ogier

WRC Perkenalkan Periode Istirahat Wajib pada 2026

Exit mobile version