Raihan 90 Emas Pastikan Indonesia Juara Kedua SEA Games 2025, Rekor Terbaik di Luar Negeri

Indonesia Berhasil Finis di Posisi Kedua Klasemen Akhir SEA Games 2025 Thailand

Indonesia hampir dipastikan menempati posisi kedua klasemen akhir SEA Games 2025 Thailand. Meski persaingan antara Indonesia dan Vietnam dalam perebutan posisi runner-up berlangsung ketat hingga detik-detik terakhir, tambahan medali emas dari cabang futsal putra menjadi pembeda yang sangat signifikan.

Kemenangan telak 6-1 atas Thailand pada laga penutup hari pertandingan kemarin membuat Indonesia kembali memperlebar jarak perolehan emas. Persaingan antara Indonesia dan Vietnam memang berlangsung sengit hingga hari terakhir. Pada awal H-1 jelang penutupan SEA Games, selisih perolehan emas kedua negara sempat mencapai hampir 12 medali.

Namun, Vietnam perlahan mengejar lewat raihan emas di berbagai nomor andalan mereka, sehingga menjelang akhir hari selisih emas menyempit menjadi hanya tiga medali. Hingga pukul 20.00, Indonesia masih bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 89 emas, 110 perak, dan 128 perunggu. Vietnam terus menempel ketat di peringkat ketiga dengan raihan 86 emas, 79 perak, dan 110 perunggu. Vietnam menambah emas dari cabang-cabang unggulan, seperti senam, anggar, bola lantai, catur, e-sports, dan tinju.

Tambahan emas penting dari futsal putra yang kembali memperlebar jarak. Hingga pukul 21.00, perolehan medali Tim Merah Putih meningkat menjadi 90 emas, 111 perak, dan 128 perunggu.

Melihat sisa pertandingan pada hari penutupan SEA Games 2025 Thailand, Sabtu 20 Desember 2025, peluang Vietnam untuk mengejar Indonesia kian menipis. Hanya tersisa tiga nomor yang masih diperebutkan, yakni mixed relay open water swimming serta dua nomor sepak takraw beregu putra dan putri. Bahkan jika Vietnam mampu menyapu bersih seluruh nomor tersebut, capaian maksimal mereka hanya akan mencapai 89 medali emas, masih berada di bawah perolehan Indonesia.

Capaian ini sekaligus melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan hasil Tim Review Kemenpora, Tim Indonesia ditargetkan finis di tiga besar dengan raihan minimal 80 medali emas. Target tersebut tidak hanya terpenuhi, tetapi juga terlampaui secara signifikan.

Jika hingga hari terakhir posisi Indonesia tidak tergeser, pencapaian ini akan menjadi catatan sejarah terbaru bagi Merah Putih. Sepanjang keikutsertaan di SEA Games, finis di peringkat kedua saat tidak berstatus tuan rumah merupakan salah satu capaian tertinggi sejak SEA Games 1995. Dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia umumnya hanya mampu finis maksimal di peringkat ketiga ketika berlaga di luar kandang.

Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengingatkan agar keberhasilan di SEA Games kali ini tidak membuat seluruh pihak terlena. Pasalnya, tantangan yang lebih besar sudah menanti di depan mata.

“Kita boleh berbangga atas pencapaian saat ini, tetapi jangan tenggelam dalam euforia. Kita harus segera kembali merapatkan barisan, fokus, dan menjalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” kata Erick.

Rasa syukur yang sama pun disampaikan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari. Kebanggaan sekaligus apresiasi yang mendalam atas prestasi membanggakan yang ditorehkan para atlet Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025.

“Alhamdulillah, raihan medali emas serta berbagai prestasi luar biasa yang dicapai Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 merupakan buah dari kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan panjang yang dijalani dengan sepenuh hati. Ini bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan, melainkan kemenangan bagi seluruh bangsa Indonesia,” katanya.

Prestasi Gemilang di Hari Terakhir

Kemarin, di H-1 SEA Games 2025 berakhir, torehan manis dari Tim Indonesia masih terus mengalir dari rangkaian pertandingan. Sejumlah cabang olahraga menyumbangkan medali emas penting, mulai dari tinju, berkuda, tenis, triatlon, perahu naga, hingga bola voli pantai putra, menegaskan konsistensi Merah Putih di hari penentuan.

Dari arena tinju di Chulalongkorn University, Bangkok, petinju Indonesia Vicky Tahumil Junior tampil gemilang dengan mempersembahkan medali emas kelas 51 kilogram putra. Vicky sukses menundukkan petinju tuan rumah Thitisan Panmot melalui kemenangan angka tipis 3-2 dalam laga final yang berlangsung ketat. Strategi bermain jarak dengan memaksimalkan keunggulan postur tubuh menjadi kunci kemenangan Vicky yang sebelumnya juga tampil konsisten sejak perempat final hingga semifinal.

Sementara itu, dari cabang berkuda palang rintang, Bryan Nathan Brata Coolen memastikan Indonesia kembali naik podium tertinggi. Pada nomor lompat individu, Bryan mencatatkan waktu terbaik dan mengungguli atlet Filipina Paola Lorenzo.

Kebiasaan Brayen menambah koleksi emas Indonesia sekaligus menegaskan dominasi atlet berkuda tanah air di SEA Games kali ini.

Dari arena tenis, pasangan ganda putri Aldila Sutjiadi/Janice Tjen menutup seluruh rangkaian pertandingan cabang tenis dengan sempurna. Mereka tampil solid dan tanpa banyak kesulitan mengalahkan pasangan tuan rumah Peangtarn Plipuech/Mananchaya Sawangkaew dua set langsung 6–2, 6–1 pada partai final. Medali emas ini menjadi emas kedua Aldila dan Janice setelah sebelumnya juga berjaya di nomor beregu putri, sekaligus mengantar tenis Indonesia menuntaskan SEA Games 2025 dengan tiga emas dan lima perunggu.

Prestasi emas juga datang dari cabang triatlon. Martina Ayu Pratiwi kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih emas kelima di SEA Games 2025 pada nomor triatlon perseorangan putri. Tak lama berselang, Rashif Amila Yaqin menyusul dengan emas dari nomor perseorangan putra. Dua emas tersebut memastikan Indonesia finis sebagai juara umum triatlon dengan total tujuh medali emas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *