Kariernya yang Menginspirasi
Astronaut senior NASA, Suni Williams, resmi pensiun setelah mengabdikan dirinya selama 27 tahun. Ia mengakhiri kariernya di badan antariksa Amerika Serikat pada 27 Desember 2025. Williams menjadi salah satu astronaut paling berprestasi dalam sejarah NASA.
Selama kariernya, Williams mencatatkan total 608 hari berada di luar Bumi, menjadikannya astronaut Amerika dengan waktu tinggal di luar angkasa terbanyak kedua sepanjang sejarah, setelah Peggy Whitson. Ia juga dikenal sebagai astronaut pertama yang menyelesaikan lomba maraton di luar angkasa.
“Suni Williams telah menjadi pelopor dalam penerbangan antariksa berawak, membentuk masa depan eksplorasi melalui kepemimpinannya di atas stasiun luar angkasa dan membuka jalan bagi misi komersial ke orbit Bumi rendah,” kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam pernyataan tertulis. “Kerjanya dalam memajukan sains dan teknologi telah meletakkan fondasi bagi misi Artemis ke Bulan dan langkah menuju Mars, dan pencapaiannya yang luar biasa akan terus menginspirasi generasi untuk bermimpi besar dan mendorong batas-batas kemungkinan.”
Perjalanan Karier yang Bersejarah
Williams bergabung dengan NASA pada 1998 sebagai bagian dari angkatan astronaut yang dijuluki “The Penguins”. Misi pertamanya ke luar angkasa berlangsung pada Desember 2006 hingga April 2007, saat ia tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Pada akhir misi tersebut, Williams mencatat sejarah dengan mengikuti Boston Marathon dari orbit, berlari di atas treadmill di ISS. Ia menyelesaikan lomba sejauh 42,2 kilometer itu dalam waktu empat jam 24 menit.
William kemudian menjalani dua misi jangka panjang lainnya ke ISS, masing-masing pada Juli 2012 dan Juni 2024. Misi terakhir tersebut merupakan penerbangan berawak pertama wahana Starliner milik Boeing yang saat itu mengalami sejumlah kendala teknis.
Williams dan astronaut NASA Butch Wilmore awalnya dijadwalkan berada di luar angkasa sekitar 10 hari. Namun, masalah pada sistem pendorong Starliner membuat NASA memperpanjang masa tinggal keduanya di ISS. NASA akhirnya memutuskan menurunkan Starliner tanpa awak pada September 2024, sementara Williams dan Wilmore kembali ke Bumi pada Maret 2025 menggunakan wahana SpaceX Crew-9.
Dalam misi tersebut, Williams dan Wilmore menghabiskan 286 hari di luar angkasa, menempatkan mereka di posisi keenam durasi penerbangan terlama astronaut Amerika dalam satu misi.
Rekor dan Capaian yang Mengesankan
Sepanjang kariernya, Williams juga melakukan sembilan kali spacewalk dengan total durasi 62 jam 6 menit. Capaian itu menjadi rekor waktu spacewalk terlama oleh astronaut perempuan dan menempati urutan keempat secara keseluruhan.
Williams yang kini berusia 60 tahun berasal dari Needham, Massachusetts. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat dan Florida Institute of Technology, serta pensiunan kapten Angkatan Laut AS dengan pengalaman lebih dari 4.000 jam terbang di 40 jenis pesawat.
“Siapa pun yang mengenal saya tahu bahwa luar angkasa adalah tempat favorit saya. Merupakan kehormatan luar biasa bisa mengabdi di Kantor Astronaut dan mendapat kesempatan terbang ke luar angkasa sebanyak tiga kali,” kata Williams.
“Saya menjalani karier 27 tahun yang luar biasa di NASA, dan itu terutama berkat semua cinta dan dukungan luar biasa yang saya terima dari rekan-rekan saya,” lanjutnya.
“Stasiun Luar Angkasa Internasional, orang-orangnya, rekayasa, dan sainsnya benar-benar menakjubkan dan telah memungkinkan langkah-langkah eksplorasi berikutnya menuju Bulan dan Mars. Saya berharap fondasi yang kami bangun membuat langkah-langkah berani ini sedikit lebih mudah. Saya sangat antusias menantikan NASA dan lembaga mitra saat kami melangkah ke tahap berikutnya, dan saya tak sabar menyaksikan badan ini kembali mencetak sejarah.”
