Pengalaman Ketua Umum Muhammadiyah yang Kehilangan iPad di Kereta Api
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengalami kejadian tidak terduga saat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta menggunakan kereta api. Tablet miliknya, iPad mini, tertinggal di KA Gajayana dan sempat menjadi perhatian serius bagi pihak stasiun dan petugas KAI.
Peristiwa Terjadi Saat Perjalanan
Haedar Nashir mengungkapkan bahwa ia sempat menggunakan iPad untuk menulis bahan kuliah bagi mahasiswa S3 UMY prodi Politik Islam selama perjalanan. Setelah selesai mengetik, ia memutuskan untuk tidur karena rasa kantuk yang tak terkendali. Namun, ketika tiba di wilayah Purwokerto, ia tidak menyadari bahwa iPad-nya jatuh di pinggiran tempat duduk.
“Ipad rupanya jatuh di pinggiran tempat duduk. Maka, ketika mau turun, terlupakanlah sang iPad yang jatuh itu,” ujar Haedar. Ia turun di Stasiun Yogyakarta pada Selasa (10/2) pukul 01.24 WIB tanpa menyadari kehilangan gawainya.
Penyelamatan dan Pemulihan Barang
Setelah sampai di Yogyakarta, Haedar baru menyadari bahwa iPad-nya hilang. Ia langsung membuat laporan resmi melalui tim Media Komunikasi (Medkom) Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Laporan tersebut kemudian diterima oleh petugas KAI yang responsif dan sigap merespons detail kehilangan tersebut.
Petugas KAI juga bertanya tentang ciri-ciri iPad serta nomor kursi yang diduduki oleh Haedar. Dalam proses ini, Haedar mengingat nama Raja Husein Pandapotan Harahap, Wakil Kepala Stasiun Gambir yang kini menjadi Kepala Stasiun Yogyakarta.
Ia langsung menghubungi Raja Husein melalui aplikasi WhatsApp. Singkat cerita, iPad milik Haedar berhasil ditemukan dan dikembalikan dalam kondisi utuh.
Proses Penemuan di Stasiun Malang
Menurut Manajer Humas DAop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, iPad milik Haedar ternyata terbawa KA Gajayana hingga Stasiun Malang, Jawa Timur. KA Gajayana melayani perjalanan dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang dan sebaliknya.
“Raja Husein Pandapotan Harahap kemudian membantu koordinasi terkait Laporan Lost and Found tersebut dan setelah ditelusuri, gawai tablet mini tersebut kemudian ditemukan telah sampai di Stasiun Malang dan segera diamankan oleh petugas KAI,” kata Feni.
Masih di hari yang sama, Haedar mendapat kabar bahwa iPad-nya sudah kembali di Stasiun Yogyakarta dalam kondisi aman. Tak lama kemudian, ia bisa mendapatkan kembali gawainya dalam kondisi baik.
Tips Menggunakan Layanan Lost and Found KAI
Jika barang tertinggal di kereta api, layanan Lost and Found KAI dapat membantu menemukan barang tersebut. Berikut adalah prosedur lengkapnya:
Laporan Segera:
* Laporkan barang hilang kepada kondektur, petugas pengamanan, atau Customer Service di stasiun tujuan.
* Hubungi Contact Center 121:
* Jika sudah meninggalkan stasiun, hubungi 121 atau WhatsApp resmi KAI di 08111-2111-21.
Detail Laporan:
* Sampaikan detail barang (ciri-ciri), kode booking tiket, lokasi terakhir barang, dan nomor kereta.
Verifikasi & Pengambilan:
* Jika barang ditemukan, petugas akan melakukan verifikasi. Pengambilan barang dilakukan di stasiun dengan membawa identitas diri dan tiket/kode booking.
Prosedur Khusus:
* Petugas akan melakukan pencarian berkala dan memasukkan data ke sistem Lost and Found.
* Pastikan untuk tidak memberikan kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berwenang untuk menghindari penyalahgunaan data.












