Kejadian Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang
Salah satu peristiwa yang menarik perhatian masyarakat adalah hilangnya Yazid Ahmad Firdaus, seorang pendaki yang menghilang di Bukit Mongkrang, Karanganyar. Setelah 23 hari pencarian, jenazah Yazid akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Penemuan ini terjadi tepat tujuh hari setelah ibunya sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Ibu Yazid, Rustiningsih, saat ini masih menjalani ibadah umroh. Ia juga melakukan doa khusus agar anaknya bisa ditemukan. Doa tersebut pun terkabul, meskipun dalam kondisi meninggal. Hal ini memberikan kelegaan bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Kabar tentang ibunda Yazid yang sedang menjalankan ibadah umroh dibenarkan oleh kakak perempuan korban, Asytari Fauziah. Ia menyampaikan bahwa ibunya sedang berada di Tanah Suci dan sedang berdoa agar anaknya dapat ditemukan. Rustiningsih berangkat ke Tanah Suci pada 3 Februari 2026 dan hingga saat ini masih berada di sana.
Tetangga di rumah duka menceritakan bahwa Rustiningsih tidak hanya berangkat untuk menjalankan ibadah umroh, tetapi juga mendoakan agar anaknya bisa segera ditemukan. Dari cerita yang didengar, ia berangkat dengan niatan khusus untuk memohon perlindungan dan keberhasilan dalam pencarian.
Pencarian terhadap Yazid, seorang pemuda warga Colomadu, akhirnya membuahkan hasil. Ia ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi di sekitar Bukit Mitis, area sebelah barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang. Pencarian dilakukan selama sekira 23 hari, mulai dari Minggu (18/1/2026) hingga hari penemuan.
Yazid dinyatakan hilang setelah berada di kawasan Bukit Mongkrang. Ia bersama teman-temannya melakukan pendakian pada Minggu (18/1/2026). Setelah tiba di puncak, Yazid terpisah dari rombongan dan tidak kunjung kembali. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
Proses evakuasi jenazah Yazid sedang dilakukan oleh tim gabungan. Setibanya di basecamp, jenazah rencananya akan langsung dibawa ke RSUD Karanganyar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah akan dikuburkan di pemakaman Gawanan pada Selasa (10/2/2026) pukul 19.30.
Penemuan Jasad Yazid
Kalakhar BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis. Penemuan ini terjadi pada Selasa (10/2/2026) pagi. Saat ini, proses evakuasi sedang dilakukan oleh petugas.
“Jasad ditemukan sekira pukul 08.00. Ini dievakuasi ke bawah,” ujar Hendro seperti dilansir dari TribunSolo.com. Dia menambahkan bahwa korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.
Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, rencana jenazah akan dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai. Kondisi jasad Yazid masih utuh, namun ada informasi bahwa sepatu dan kaos kaki mungkin terbawa arus.
Operasi Pencarian dan Pertolongan
Operasi SAR digelar selama sepekan, namun tidak menemukan titik terang dan sempat ditutup. Proses pencarian kemudian diperpanjang tiga hari hingga Rabu (28/1/2026) dan diperpanjang lagi selama tiga hari hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Tim SAR menegaskan pencarian pemuda asal Colomadu yang hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar masih bisa dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan survivor. Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penghentian opsar dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan prosedur operasional standar.
Meski demikian, Basuki menegaskan, penutupan ini tidak bersifat permanen. Operasi pencarian dapat kembali diaktifkan jika di kemudian hari muncul temuan baru yang mengarah pada keberadaan Yazid.
Pencarian Mandiri
Setelah operasi pencarian resmi oleh tim SAR dinyatakan berakhir nihil, pencarian Yazid kembali dilakukan secara mandiri dengan melibatkan kru petugas pendakian Bukit Mongkrang dan warga setempat. Pengelola Bukit Mongkrang bersama masyarakat setempat mulai merencanakan upaya pencarian lanjutan secara mandiri.
Pengelola Bukit Mongkrang Karanganyar, Nuryono, mengatakan bahwa pencarian secara mandiri tidak langsung dilakukan pada hari penutupan Opsar. Pencarian mandiri telah dimulai pada Rabu (4/2/2026). Menurut Nuryono, pencarian tersebut akan melibatkan kru petugas pendakian Bukit Mongkrang serta warga setempat yang mengenal medan kawasan tersebut.

Kronologi Hilangnya Yazid di Bukit Mongkrang
Minggu, 18 Januari 2026, empat pendaki yakni Salman, Sukma, Riyan, dan Yazid Ahmad Firdaus (26) memulai pendakian tektok Bukit Mongkrang pukul 06.30. Setelah melewati gerbang, Yazid, Salman, dan Sukma berjalan lebih cepat, sementara Riyan berada di belakang.
Sekira pukul 08.00, Salman dan Yazid tiba terlebih dahulu di puncak. Karena Riyan belum sampai, Yazid turun untuk menyusul dan berpapasan dengan Sukma, lalu kembali naik bersama Riyan hingga tiba di puncak. Pukul 08.30, keempatnya berfoto bersama di puncak.
Sekira pukul 09.00, rombongan mulai turun dengan formasi Yazid–Salman–Sukma–Riyan. Tak jauh dari puncak, jaket Yazid terjatuh. Yazid mengambilnya, lalu Salman dan Sukma menyalip sehingga posisi Yazid menjadi di belakang mereka.
Salman terakhir melihat Yazid di jalur turun, dengan jarak sekitar 20 meter menurut keterangan Sukma. Jalur pendakian saat itu ramai sehingga beberapa titik terjadi antrean. Yazid terakhir terlihat di area batuan di atas Pos 3.
Salman dan Sukma melanjutkan turun hingga tiba di basecamp sekira pukul 11.30, namun Yazid tidak kunjung tiba. Riyan tiba di basecamp sendirian. Sukma kembali naik untuk mencari Yazid, sementara Salman dan Riyan menunggu di gerbang pendakian.
Sukma naik hingga Pos 2, namun sekitar pukul 13.50 WIB hujan deras turun dan ia berteduh di pos. Sukma menghubungi rekannya agar melapor ke basecamp dan menyatakan Yazid hilang.
Sejak 18 Januari hingga 31 Januari 2026, pencarian oleh Tim SAR gabungan masih berlangsung dan belum membuahkan hasil. Ciri-ciri Yazid: tinggi 175 sentimeter, berat 68 kilogram, kulit sawo matang, mengenakan kaos dan celana pendek hitam, jaket parasut hitam, sepatu HOKA SG 6 ungu-pink, jam tangan putih. Barang bawaan: running belt hitam, dua soft flask hitam, botol Coca Cola, snack fit bar, dan headset bone conduction hitam.












