Persis Solo dan Semen Padang FC dalam Kondisi Sulit
Pertandingan antara Persis Solo melawan Persijap Jepara di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 0-0. Hasil ini memengaruhi posisi Semen Padang FC di klasemen bawah, yang kini semakin terpuruk.
Kabau Sirah, julukan dari Semen Padang FC, kembali turun ke dasar klasemen meskipun memiliki poin yang sama dengan Persis Solo. Selisih gol menjadi penentu posisi mereka di papan bawah yang semakin ketat. Ancaman degradasi kini mengancam tim asal Sumatra Barat tersebut menjelang pekan ke-25.
Persis Solo berhasil mencuri satu poin penting setelah menahan imbang Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Kamis (5/3/2026) malam. Meski memiliki keunggulan jumlah pemain pada sisa waktu pertandingan, Persis Solo gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang berbunyi.
Persijap Jepara harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-79 setelah Jose Luis Espinosa menerima kartu merah. Namun, Persis Solo tetap tidak mampu mencetak gol. Hasil ini membuat jarak poin di papan bawah semakin rapat.
Di sisi lain, PSBS Biak masih tertahan di peringkat ke-16 dengan raihan 18 poin. Sementara itu, Persijap Jepara dan Madura United sedikit bernapas lega di posisi 14 dan 15 dengan koleksi 20 poin, yang berarti mereka untuk sementara keluar dari zona degradasi.
Semen Padang FC juga mengalami nasib kurang beruntung saat melakoni laga kandang di Stadion GOR Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026). Tim Kabau Sirah gagal memanfaatkan status tuan rumah saat menjamu PSIM Yogyakarta. Mirip dengan nasib Persis, anak asuh Kabau Sirah juga tidak mampu mencetak gol kemenangan meski lawan bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah.
Hingga pekan ke-24 ini, selisih gol menjadi masalah utama bagi Semen Padang FC. Dengan kemasukan 41 gol dan hanya mencetak 19 gol (selisih -22), posisi mereka lebih rentan dibandingkan Persis Solo yang memiliki selisih gol -19.
Persaingan untuk lolos dari jerat degradasi diprediksi akan berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir liga. Kini, Nasib Kabau Sirah bakal semakin ditentukan pada pekan ke-25, di mana Semen Padang FC harus berjuang ekstra keras untuk meraih kemenangan perdana demi menggeser Persis Solo dan tim-tim di atasnya.
Jika gagal konsisten, ancaman turun kasta ke Liga 2 benar-benar nyata di depan mata bagi penghuni dasar klasemen tersebut.
Datangkan Pelatih Baru
Semen Padang FC resmi memperkenalkan Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala yang baru, menggantikan Dejan Antonic. Dejan Antonic sebelumnya dipecat manajemen beberapa jam setelah Semen Padang FC ditahan imbang PSIM Yogyakarta 0-0 pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam.
Kedatangan Imran Nahumarury diumumkan manajemen Semen Padang FC melalui akun media sosial resmi klub. “Welcome to coach @imran_nahumarury at SPFC,” tulis manajemen Semen Padang FC dalam unggahan yang disertai foto pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Imran Nahumarury sebelumnya merupakan pelatih Malut United. Ia sukses membawa klub tersebut promosi dari Liga 2 ke Liga 1 pada musim 2023/2024. Pada musim berikutnya, 2024/2025, Imran kembali mencatatkan prestasi dengan membawa Malut United finis di peringkat ketiga.
Imran Nahumarury sendiri bukan sosok asing di dunia sepak bola Tanah Air. Pria kelahiran Tulehu itu dikenal sebagai mantan gelandang Timnas Indonesia pada era 2000-an. Pengalaman sebagai pemain nasional tersebut kemudian mengantarkannya meniti karier di dunia kepelatihan.
Dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih, Imran pernah menangani sejumlah klub di kompetisi sepak bola Indonesia. Ia tercatat pernah melatih Malut United, PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, hingga Asiop.
Usai diperkenalkan sebagai pelatih kepala Semen Padang FC, tantangan berat langsung menanti Imran Nahumarury. Ia dituntut mampu membawa Kabau Sirah keluar dari zona degradasi dan memastikan tim tetap bertahan di BRI Super League musim depan.
Saat ini Semen Padang FC masih berada di zona merah, tepatnya di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari 24 pertandingan. Kabau Sirah masih memiliki 10 pertandingan tersisa untuk memperjuangkan nasib mereka agar tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Dejan Angkat Koper
Semen Padang FC resmi berpisah dengan Dejan Antonic usai gagal meraih tiga poin dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Tim Kabau Sirah ditahan imbang 0-0 di kandang sendiri, yaitu Stadion GOR Haji Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Rabu (4/3/2026) malam.
Akibat kegagalan ini, pihak manajemen dari Semen Padang FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Dejan Antonic sebagai pelatih kepala. Informasi ini resmi diumumkan melalui akun Instagram resmi Semen Padang FC usai gagal memetik poin di kandang sendiri.
“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC, setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim. Terimakasih Coach Dejan,” tulis keterangan postingan akun @semenpadangfcid.
Namun, untuk siapa yang akan mengisi kursi Pelatih Kepala Semen Padang FC, hingga saat ini belum diumumkan. Sebelumnya, Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, sudah mengeluarkan ultimatum terkait evaluasi tim. Andre menyebut laga melawan PSIM Yogyakarta yang akan menjadi penentuan. Ia menegaskan akan mengganti pelatih apabila Semen Padang FC kembali gagal meraih kemenangan.
