Persiapan Lebaran di Malang, Polisi Waspadai Kemacetan dan Parkir Tak Terkendali

Persiapan Menghadapi Libur Lebaran di Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa Pemerintah Kota Malang bersama TNI dan Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman. Dalam rangka persiapan tersebut, berbagai potensi tantangan selama masa libur Lebaran telah dipetakan dan diantisipasi secara lebih awal.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menyampaikan bahwa terdapat lima tantangan utama yang diperkirakan muncul selama masa libur Lebaran di Kota Malang. Hal ini disampaikannya usai menjalani rapat koordinasi lintas sektor menjelang pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu.

1. Kepadatan Lalu Lintas

Salah satu tantangan utama adalah potensi kepadatan lalu lintas. Kota Malang diketahui menjadi salah satu jalur strategis bagi masyarakat yang hendak menuju berbagai destinasi wisata di kawasan Malang Raya. Sebagai kota wisata dan kota pendidikan, lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas wisatawan yang menuju Kota Batu maupun Kabupaten Malang. Belum lagi ditambah masyarakat yang mudik ke Kota Malang, semakin menambah padat lalu lintas.

2. Kepadatan di Fasilitas Publik

Tantangan kedua berkaitan dengan meningkatnya kepadatan di fasilitas publik. Selama libur Lebaran, pusat perbelanjaan, tempat wisata, pusat kuliner hingga destinasi oleh-oleh biasanya dipadati oleh pengunjung. Situasi tersebut dinilai memerlukan pengaturan dan pengawasan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan nyaman.

3. Anomali Parkir

Tantangan ketiga adalah munculnya anomali parkir. Kondisi ini kerap terjadi ketika mobilitas masyarakat meningkat di kawasan pusat keramaian. Menurut Putu Kholis, situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menarik tarif parkir di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

4. Pengelolaan Sampah

Selain itu, tantangan lain yang turut diantisipasi adalah pengelolaan sampah yang meningkat selama periode liburan, terutama di kawasan wisata dan pusat kuliner. Kondisi ini memerlukan pengawasan dan pengelolaan yang lebih intensif agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

5. Inflasi Musiman

Sementara tantangan kelima adalah potensi inflasi temporer atau inflasi musiman yang kerap muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang dan selama Lebaran. Meski demikian, Putu Kholis menilai momentum libur panjang juga dapat menjadi peluang positif bagi perekonomian daerah jika dikelola dengan baik.

“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini juga dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” ungkapnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan Pemerintah Kota Malang bersama TNI/Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman. Sebagai kota transit menuju destinasi wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang, sejumlah titik diperkirakan menjadi pusat kepadatan. Di antaranya ruas jalan utama, kawasan pusat perbelanjaan, destinasi wisata hingga kawasan kuliner populer seperti Kayutangan Heritage.

“Kami juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bergerak secara mobile untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di pusat keramaian dan kawasan kuliner,” kata Wahyu Hidayat.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun ini, pengamanan di Kota Malang melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, hingga supeltas. Selain itu, patroli bersama juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unsur kelurahan dan RT/RW untuk menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.


Exit mobile version