Roy Suryo Menolak Restorative Justice, Tegaskan Tidak Butuh Maaf dari Jokowi
Tidak ada tanda-tanda bahwa ketegangan dalam kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) akan segera reda. Bahkan, bulan suci Ramadan 2026 tidak berhasil memengaruhi sikap Roy Suryo yang tetap keras menolak opsi Restorative Justice (RJ) dan permohonan maaf dari pihak Presiden ke-7 RI tersebut.
Roy Suryo, seorang pakar telematika, secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan maaf atau upaya perdamaian melalui jalur RJ. Pernyataannya ini muncul sebagai respons atas perubahan sikap Rismon Sianipar, salah satu rekan satu klasternya, yang telah mengakui kesalahan dalam penelitiannya dan memohon maaf.
“Nggak perlu ditawar-tawarin dan saya nggak butuh maafnya. Nggak usah lah Restorative Justice ala Solo ini, ngaco, nggak usah,” tegas Roy Suryo pada Kamis (12/3/2026).
Wapres Gibran Ajak Damai, Relawan Jokowi Tegaskan Pintu RJ Ditutup
Meski begitu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan sinyal perdamaian sebelumnya. Ia menilai Ramadan adalah momentum tepat untuk saling memaafkan dan mengapresiasi klarifikasi yang dilakukan oleh Rismon sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi.
Namun, tampaknya langkah damai ini tidak berlaku bagi semua orang. Ketua Umum Jokowi Mania, Andi Azwan, menegaskan bahwa Roy Suryo tidak masuk dalam kriteria penerima RJ. Bagi relawan, kasus ini harus diselesaikan di meja hijau.
“Kalau bicara ‘Roti Sobek’ (Roy-Tifa Sok Beken), yang ini saya katakan Pak Jokowi tetap membutuhkan ruang publik, yaitu pengadilan,” ujar Andi Azwan.
Roy Suryo Klaim Didukung Barisan Profesor
Menanggapi ancaman pengadilan tersebut, Roy Suryo mengaku tidak gentar. Ia mengklaim posisinya saat ini didukung oleh barisan ahli, termasuk profesor dan doktor yang siap membuktikan argumennya di persidangan.
Roy bahkan menyindir bahwa spekulasi publik tidak akan berhenti sebelum ijazah asli ditunjukkan secara fisik ke hadapan khalayak. Ia juga mengatakan bahwa Rismon Sianipar tidak bisa menghentikan apa-apa dengan perubahan sikapnya.
“Saya berdoa saja, ini bulan suci Ramadan, semoga dia mendapat hidayah dan nanti kemudian sadar,” ujarnya.
Rismon Sianipar Dapat Parcel dari Wapres Gibran
Momentum Ramadan 2026 menjadi saksi rekonsiliasi mengejutkan di Istana Wakil Presiden. Rismon Sianipar, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo, secara resmi diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada Jumat (13/3/2026).
Mengenakan kemeja biru tua dan didampingi kuasa hukumnya, Rismon disambut hangat oleh putra sulung Jokowi tersebut. Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini ditandai dengan aksi saling peluk dan jabat tangan erat antara keduanya. Sebagai bentuk apresiasi atas kejujuran dan permintaan maafnya, Wapres Gibran bahkan memberikan hadiah berupa parcel kepada Rismon.
Langkah persuasif ini diambil setelah Rismon secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam penelitian digital forensiknya dan menyatakan bahwa ijazah milik Jokowi adalah asli.
Pesan Terbuka Jokowi untuk Roy Suryo dan dr. Tifa
Usai pertemuan tertutup tersebut, Rismon mengungkapkan sebuah pesan penting yang dititipkan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Pesan tersebut ditujukan khusus bagi dua rekan seperjuangannya di klaster tersangka kedua, yakni Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Rismon menegaskan bahwa meski hingga kini Roy Suryo tetap bersikap keras, pintu maaf dari pihak keluarga Jokowi masih terbuka lebar bagi mereka yang bersedia mengklarifikasi kekeliruan secara jujur.
“Pak Jokowi masih memberikan pintu terbuka untuk kalian. Statement itu bukan jawaban atas pertanyaan saya, tapi statement terbuka untuk kalian. Bukan karena saya tanya, ‘Pak apakah terbuka untuk yang lain’,” tutur Rismon saat ditemui awak media di kompleks Istana Wapres.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa mekanisme Restorative Justice (RJ) yang diajukan Rismon kemungkinan besar akan segera rampung melalui jalur pemaafan, berbanding terbalik dengan posisi Roy Suryo yang hingga kini masih menolak keras upaya perdamaian tersebut.
