Kisah Anji Manji dengan Gelang Warisan Ibu sebagai Jimat

Pengalaman Anji Manji dalam Momen Kehilangan Ibu

Anji Manji, seorang musisi ternama, baru saja mengalami kehilangan yang sangat mendalam. Ia mengambil gelang peninggalan dari ibunya, Siti Sundari, yang meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) malam. Gelang tersebut dipakai oleh almarhumah saat menjalani ibadah haji, dan kini menjadi simbol perjalanan cinta dan kenangan bagi Anji.

Gelang Sebagai Kenangan

Pada acara pemakaman ibu Anji di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Bekasi Timur, Jumat (27/3/2026), Anji tampak mengenakan gelang tersebut. Ia menyebutkan bahwa gelang itu diberikan oleh asisten rumah tangganya, Mbak Yuli, yang selama ini merawat sang ibu.

“Ini adalah gelang yang Mama pakai sampai meninggal, saya dikasih sama Mbak (ART) saya,” ujar Anji. Ia juga menekankan bahwa gelang ini akan menjadi jimat untuk dirinya. “Saya tidak akan memberikannya kepada keluarga lain karena sudah masuk ke tangan saya.”

Gelang tersebut memiliki makna penting karena digunakan oleh Siti Sundari saat menunaikan ibadah haji. Bagi Anji, hal ini memperkuat hubungan spiritual antara dirinya dan ibunya. Ia berkomitmen untuk terus menjaga dan memakai gelang tersebut sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas perjalanan hidup ibunya.

Rasa Terima Kasih kepada Asisten Rumah Tangga

Selain itu, Anji juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Mbak Yuli, yang telah merawat ibunya selama bertahun-tahun. Bahkan, Yuli turut serta dalam detik-detik terakhir almarhumah.

“Saya juga mau ngucapin terima kasih sih sama Mbak Yuli. Selama ini dia ngejagain Mama yang maksudnya gantiin saya gantiin seluruh keluarga untuk 24 jam mengawasi Mama,” kata Anji. Ia juga menyebutkan bahwa Yuli hadir saat ibunya meninggal, bersamanya dan keluarga.

Pengalaman Merawat Ibu Selama Tiga Bulan

Anji mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk merawat ibundanya secara intensif selama tiga bulan terakhir sebelum wafat. Ia bahkan memindahkan tempat tinggal sang ibu agar lebih dekat dengan kediamannya.

“Mama ini sangat adil. Di waktu-waktu terakhirnya, Mama memberikan jeda waktu supaya kami terbiasa kehilangan. Beliau memberikan waktu kepada saya dan keluarga untuk merawatnya. Saya sangat bersyukur punya waktu itu,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal yang cukup serius. Selama beberapa tahun terakhir, Siti Sundari harus menjalani pengobatan rutin, dengan kondisi kesehatan yang fluktuatif dalam tiga bulan belakangan.

Momen Ramadan dan Lebaran yang Berkesan

Meskipun dalam kondisi sakit, Anji mengenang momen Ramadan dan Lebaran kemarin sebagai masa yang paling membahagiakan. Saat itu, Siti Sundari tampak sangat ceria karena bisa berkumpul dengan keluarga besar dari berbagai daerah dalam acara halalbihalal.

“Saat Lebaran itu Mama terlihat sehat sekali karena ketemu kakak, adik, keponakan, dan sepupunya. Beliau gembira sekali, tidak ada keluhan sama sekali,” kenang pria berusia 47 tahun itu.

Kepergian Ibu yang Menjadi Perjalanan Pulang

Beberapa hari sebelum wafat, Siti Sundari sempat mengirimkan pesan singkat kepada Anji yang sedang berada di studio rekaman bersama anaknya, Saga. Dalam pesan tersebut, sang ibu hanya berpamitan untuk tidur.

“Tiba-tiba jam 19.20 WIB saya dikabari Mama nggak mau bangun. Saya langsung lari karena rumahnya sangat dekat. Pas sampai saya tepuk-tepuk, beliau sempat mengorok sekali. Di situ sepertinya sudah hilang (tiada), karena pas banget saya lagi pegang (nadi) jantungnya yang melemah sampai berhenti,” tuturnya.

Bagi Anji, kepergian ibundanya adalah sebuah perjalanan pulang yang membahagiakan. Ia meyakini sang ibu kini telah tenang dan bisa melepas rindu dengan almarhum ayahnya yang sudah lebih dulu berpulang dua tahun silam.

“Kalau pulang (meninggal) itu kan orang harusnya senang, kenapa yang ditinggalkan harus sedih? Saya yakin Mama senang karena akhirnya bisa bergabung lagi sama Bapak yang sudah dikangen-kangenin selama dua tahun ini,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *