Perayaan Ganda: HUT ke-21 PW Jateng Biak Numfor dan Halal Bihalal
Perayaan yang penuh makna dan antusiasme terjadi dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Paguyuban Warga Jawa Tengah (PW Jateng) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan usia paguyuban, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Acara yang diselenggarakan di Nirmala Beach pada Minggu (12/4/2026) mengusung tema “Grebeg 1000 Ketupat”. Tema ini menjadi simbol pentingnya pelestarian budaya Jawa di tengah tanah rantau. Dengan menghadirkan tradisi leluhur, acara ini menunjukkan komitmen PW Jateng dalam menjaga identitas ke-Jawaan meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Pelestarian Budaya sebagai Bentuk Identitas
Ketua Umum PW Jateng, Gunadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa momentum HUT ke-21 bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga perayaan kebersamaan yang telah terbangun selama ini. Ia menekankan pentingnya menjaga paseduluran dan silaturahmi yang telah terjalin baik antarwarga.
“Kita patut bersyukur kebersamaan ini tidak hanya terwujud dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kerja nyata di tengah masyarakat. Kekuatan paguyuban ini bukan terletak pada satu individu, melainkan pada kebersamaan kita semua,” ujarnya.
Melalui Grebek 1000 ketupat, Gunadi menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi leluhur Jawa, meskipun berada jauh dari tanah asal. Menurutnya, identitas sebagai orang Jawa harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Melalui Grebeg 1000 ketupat ini, kita diingatkan akan pentingnya menjaga jati diri. Mari kita terus mengenalkan tradisi ini kepada anak-anak dan cucu kita agar mereka memahami asal-usulnya dan memiliki identitas yang kuat di tengah perubahan zaman,” imbuhnya.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, saat mewakili Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, menyampaikan apresiasi kepada PW Jawa Tengah yang terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Usia 21 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini membuktikan bahwa warga Jawa Tengah mampu hidup rukun, kompak, dan konsisten memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Biak Numfor,” ujarnya.
Kamaruddin juga mengapresiasi inovasi Grebeg 1000 Ketupat sebagai bentuk akulturasi budaya yang harmonis antara tradisi Jawa dan kearifan lokal Papua. Ia menilai kegiatan berbagi ketupat mencerminkan nilai toleransi dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Kegiatan ini sangat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kebersamaan antar masyarakat. Kami berharap PW Jateng terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan mendorong kemajuan ekonomi daerah,” katanya.
Ia juga berpesan agar paguyuban terus menjadi wadah yang kokoh, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga memperkuat hubungan dengan berbagai suku di Biak Numfor.
Kemeriahan Acara dengan Berbagai Aktivitas
Rangkaian Halal Bihalal diisi juga dengan berbagai kegiatan seperti lomba, berburu ketupat berhadiah, serta hiburan rakyat yang melibatkan seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama ketupat, mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh warga yang hadir.
Dalam acara ini, para peserta tampak antusias mengikuti setiap aktivitas yang disediakan. Mulai dari lomba-lomba yang menarik hingga kegiatan berburu ketupat yang penuh keseruan. Selain itu, hiburan yang disajikan juga berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Seluruh rangkaian acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan antarwarga dan menjaga semangat kebersamaan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, PW Jateng Biak Numfor terus menunjukkan perannya sebagai bagian dari masyarakat yang aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.












