Rhoma Irama, yang dikenal sebagai Raja Dangdut, baru-baru ini menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait penurunan royalti musik dangdut. Menurutnya, angka royalti yang sebelumnya mencapai miliaran rupiah kini hanya berada di kisaran Rp25 juta untuk seluruh musisi yang terdaftar. Selain itu, ia juga mengkritik kinerja Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang dinilai tidak efektif dalam mengelola distribusi royalti.

Menurut Rhoma, perubahan sistem di LMKN menjadi penyebab utama kekacauan dalam distribusi royalti saat ini. Ia menyoroti bahwa sistem tersebut diterapkan tanpa adanya sosialisasi yang memadai. Hal ini membuat banyak musisi bingung dan merasa dirugikan oleh perubahan yang terjadi.
Selain masalah royalti, Rhoma juga menyampaikan kepedulian terhadap sesama musisi. Ia menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta melalui pengurus PAMMI untuk didistribusikan kepada anggota yang terdampak. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dari Rhoma terhadap rekan-rekannya di industri musik.

“Mereka biasanya mendapat Rp1,5-an miliar per periode, ini kemarin cuma dapat Rp25 juta, gimana baginya?” ujar Rhoma Irama di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (7/4/2026).
Profil Rhoma Irama
Raden Oma Irama atau yang akrab disapa Rhoma Irama adalah seorang pedangdut dan aktor ternama di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kompas.com, Rhoma memulai kariernya bersama Gayhand pada tahun 1963. Tidak lama setelah itu, ia bergabung dengan kelompok Orkes Melayu bernama Chandraleka dan EL Sitara.
Pada tahun 1973, Rhoma Irama memutuskan membentuk band sendiri yang diberi nama Soneta. Band ini sukses besar hingga menjadi sorotan publik. Bersama Soneta, Rhoma telah merilis 18 album yang menjadi hits. Beberapa album yang terkenal antara lain “Begadang” (1973), “Darah Muda” (1975), dan “Bujangan” (1994).
Lirik lagu yang diciptakan Rhoma sering kali menggambarkan berbagai aspek kehidupan, seperti agama, cinta, dan kritik sosial. Karya-karyanya tetap melegenda hingga saat ini karena mampu menggabungkan berbagai aliran musik seperti Melayu, rock pop, dan India.
Selain berkarier di dunia musik, Rhoma Irama juga aktif di dunia perfilman. Ia pernah bermain dalam beberapa film, termasuk Satria Bergitar. Hingga saat ini, ia telah tampil dalam 29 film serta beberapa serial televisi seperti Ibnu Sabil dan Kampung Dangdut.
Beberapa penghargaan telah diraih oleh Rhoma sepanjang kariernya. Di antaranya adalah The South East Asia Superstar Legend di Singapura dan rekor MURI sebagai Penyanyi Legenda. Setelah sukses di dunia hiburan, Rhoma juga terjun ke dunia politik. Pada tahun 2014, ia menjadi salah satu kandidat calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Selain itu, Rhoma juga aktif dalam mengelola konten YouTube. Dengan berbagai kontribusinya, ia tetap menjadi salah satu tokoh penting di industri musik Tanah Air.












