Kisah Inspiratif Rinita Irawati: Anak Driver Ojol yang Lolos Kedokteran Unila Tanpa Les
Rinita Irawati, seorang siswi berusia 17 tahun, berhasil meraih impian menjadi dokter dengan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Proses ini dilakukan tanpa mengikuti les berbayar, dan ia memilih untuk belajar mandiri serta memanfaatkan sumber pembelajaran dari YouTube.
Latar Belakang Keluarga Sederhana
Rinita tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya, Bukhori (50), bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya, Isnaini (42), adalah ibu rumah tangga. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Rinita tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti bimbingan belajar berbayar seperti kebanyakan siswa lainnya.
Namun, hal tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk mengejar cita-cita. Ia memilih untuk belajar mandiri di rumah, memaksimalkan waktu belajar di sekolah, serta memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran, termasuk video edukasi di YouTube. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil, dan ia diterima di Fakultas Kedokteran Unila, salah satu program studi yang paling diminati, melalui jalur SNBP tanpa tes.
Perjuangan dan Keberhasilan
Kepada media, Rinita mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut, terlebih karena ia berasal dari latar belakang keluarga sederhana. “Alhamdulillah, meskipun saya anak pengemudi ojek dan ibu hanya ibu rumah tangga, saya bersyukur bisa diterima di FK Unila,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Ia juga menceritakan momen haru yang dirasakan keluarganya saat mengetahui hasil pengumuman. “Kalau terharu, semua keluarga pastinya. Tapi memang ayah agak menangis waktu melihat pengumuman kemarin,” lanjutnya.
Perjalanan menuju bangku kuliah kedokteran bukanlah hal yang mudah bagi Rinita. Ia harus belajar secara mandiri tanpa bantuan les tambahan karena keterbatasan biaya. “Saya benar-benar belajar mandiri di rumah, kadang mengandalkan nonton YouTube untuk belajar. Karena saya tidak les, karena orang tua saya juga kurang mampu buat bayar uang les di luar sekolah,” tutur Rinita.
Sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), ia mengaku memaksimalkan pembelajaran di sekolah dan melanjutkannya dengan belajar sendiri di rumah. “Saya belajar dimaksimalkan di sekolah dan di rumah belajar mandiri,” ucapnya.
Cita-Cita yang Kuat
Sejak kecil, Rinita telah memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Ia bahkan memiliki rencana untuk membuka praktik di kampung neneknya yang berada di Carodok, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. “Memang cita-cita saya dari kecil memang ingin jadi dokter. Saya juga ingin membantu orang lainnya, terutama tentang kesehatan, khususnya di kampung nenek di Pandeglang. Karena akses menuju rumah sakit di sana susah, makanya saya ingin buka praktik di sana nantinya,” paparnya.
Selain itu, ia juga ingin mengangkat derajat orang tuanya melalui pendidikan yang ditempuhnya. Meski ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, Rinita mengaku tidak pernah merasa minder. Ia selalu mengingat pesan dari orang tuanya untuk hidup jujur dan bertanggung jawab. “Pesan orang tua, jangan pernah berbohong dan selalu amanah,” kata gadis yang memiliki hobi bermain basket tersebut.
Terima Kasih kepada Guru-Guru
Rinita juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah. “Kepada guru di SDN Teladan, SMPN 1 Bandar Lampung, dan SMAN 1 Bandar Lampung, saya ucapkan terima kasih karena telah membimbing saya hingga akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Unila. Terima kasih banyak atas dukungan dan bimbingannya selama ini,” imbuh Rinita.
Harapan Orang Tua
Sementara itu, sang ayah, Bukhori, membenarkan bahwa putrinya memang sejak lama memiliki tekad kuat untuk menjadi dokter. Ia menyebut Rinita sebagai anak yang rajin dan patuh. “Memang dari dulu anak kami ini rajin belajar. Anaknya nurut dan selalu mendengarkan orang tua,” kata Bukhori.
Ia berharap cita-cita anaknya dapat terwujud di masa depan. “Harapannya, apa yang diinginkan anak kami bisa terwujud,” imbuhnya.
