4 Jabatan Eselon II Berubah, Ini Rincian Mutasi Patahuddin di Luwu

Perubahan Kepemimpinan di Kabupaten Luwu

Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Patahuddin bersama Wakil Bupati Dhevy Bijak kembali melakukan mutasi jabatan dalam masa kepemimpinan mereka. Ini merupakan rotasi kedua yang dilakukan setelah pelantikan awalnya pada bulan Ramadan tahun ini. Proses mutasi ini dilakukan setelah hampir 49 hari Patahuddin mempertimbangkan keputusan untuk mengubah posisi para pejabat.

Dalam mutasi ini, empat pejabat eselon II mengalami pergeseran. Mereka adalah Masling, Ahmad Awwabin, Kasmaruddin, dan Muhammad Iqbal. Selain itu, terdapat 15 kepala puskesmas yang dilantik dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Luwu, Belopa.

Rotasi Jabatan Eselon II

Berikut adalah daftar pejabat eselon II yang mengalami perubahan:

  • Masling, sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Hukum, kini menjadi Inspektur Daerah.
  • Ahmad Awwabin, yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Daerah, kini bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
  • Kasmaruddin, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas DPMD, kini menggantikan posisi Masling sebagai Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Hukum.
  • Muhammad Iqbal, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Satpol PP, kini dipercayakan menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pelantikan Kepala Puskesmas

Selain perubahan jabatan eselon II, terdapat 15 kepala puskesmas yang dilantik. Berikut adalah daftar nama-nama mereka beserta jabatan sebelumnya:

  • Herna menjadi Kepala Puskesmas Walenrang, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli muda.
  • Amsia Parante menjadi Kepala Puskesmas Lamasi, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli madya.
  • Nurhijah Bahrum menjadi Kepala Puskesmas Lamasi Timur, sebelumnya menjabat sebagai bidan ahli pertama.
  • Rosdiana Taufing menjadi Kepala Puskesmas Walenrang Timur, sebelumnya menjabat sebagai nutrisionis ahli madya.
  • Basis Latif menjadi Kepala Puskesmas Walenrang Barat, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Walenrang Timur.
  • Sarmin menjadi Kepala Puskesmas Walenrang Utara, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli madya.
  • Agus menjadi Kepala Puskesmas Larompong Selatan, sebelumnya menjabat sebagai nutrisi muda.
  • Sumarni menjadi Kepala Puskesmas Suli Barat, sebelumnya menjabat sebagai apoteker ahli madya.
  • Dewi menjadi Kepala Puskesmas Belopa Utara Barana, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli pertama.
  • Suriani menjadi Kepala Puskesmas Kamanre, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli pertama.
  • Herman menjadi Kepala Puskesmas Bajo Barat, sebelumnya menjabat sebagai penyuluh kesehatan masyarakat ahli madya.
  • Muhammad Ali Iksan menjadi Kepala Puskesmas Bua, sebelumnya menjabat sebagai nutrisionis ahli pertama.
  • Simon Kondo menjadi Kepala Puskesmas Ponrang, sebelumnya menjabat sebagai penyuluh kesehatan.
  • Helmi menjadi Kepala Puskesmas Suli, sebelumnya menjabat sebagai perawat ahli madya.
  • Nuraeni Rammani menjadi Kepala Puskesmas Larompong, sebelumnya menjabat sebagai apoteker ahli muda.

Semua pejabat yang dilantik diambil sumpahnya di Aula Kantor Bupati Luwu, Kota Belopa, Jumat (10/4/2026). Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Dhevy Bijak, Ketua DPRD Luwu, dan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama dan undangan lainnya.

Penekanan Pada Integritas dan Pelayanan Publik

Patahuddin menekankan pentingnya integritas, etika, dan pelayanan publik unggul dalam pelantikan ini. Ia menyampaikan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijunjung tinggi. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang unggul dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul,” ungkapnya.

Para pejabat yang dilantik diharapkan dapat menjadi teladan dalam etika, kinerja, dan menjaga kepercayaan publik. “Tunjukkan bahwa saudara adalah pemimpin yang dapat diandalkan, yang bekerja dengan hati nurani, dan yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” jelasnya.

Exit mobile version