Daerah  

Jalan Simpang Hilir Belum Diaspal, Gubernur Siapkan Anggaran Pembangunan

Kondisi Jalan Poros di Kayong Utara Masih Menjadi Keluhan Warga

Kondisi jalan poros provinsi di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, masih menjadi keluhan warga setempat. Meski sebelumnya sempat dilakukan perbaikan berupa penimbunan pada sejumlah titik yang rusak, hingga kini belum terlihat adanya kelanjutan pengerjaan seperti pengaspalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan masih dipenuhi batu kerikil yang berserakan. Selain itu, terdapat pula lubang-lubang kecil di beberapa bagian jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Warga setempat, Eko menyebut kondisi jalan sebelumnya bahkan lebih parah karena banyak lubang besar. Namun, setelah dilakukannya penimbunan, hingga kini belum terlihat adanya kelanjutan pekerjaan perbaikan jalan tersebut.

“Kondisinya memang sudah lebih baik dibanding sebelumnya karena lubang besar sudah ditimbun. Tapi sekarang masih banyak kerikil lepas di jalan, jadi tetap harus hati-hati kalau lewat,” ujar Eko saat di konfirmasi, Minggu 12 April 2026.

Ia pun mengatakan bahwa, batu kerikil yang berserakan di badan jalan dinilai cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain berisiko menyebabkan ban selip, lubang-lubang kecil yang masih tersisa juga bisa menjadi jebakan bagi pengendara.

Meski kondisi jalan sudah sedikit membaik setelah dilakukan penimbunan, Eko mengaku masih menunggu kepastian terkait tahapan perbaikan selanjutnya. “Perbaikan jalan ini ada kelanjutannya atau tidak, apakah hanya sebatas penimbunan seperti ini atau akan ada pengaspalan kedepanya,” jelasnya.

Percepatan Perbaikan Jalan untuk Menyambut Agenda Besar

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan telah melakukan peninjauan ruas jalan tersebut pada Jumat 10 April 2026 kemarin. Dalam peninjauan tersebut, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan harus segera dilakukan secara menyeluruh, meski kondisi kerusakan saat ini dinilai tidak terlalu parah.

Hal ini berkaitan dengan agenda besar yang akan diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara pada Agustus 2026 mendatang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan seluruh akses dari Teluk Batang hingga Sukadana sudah dalam kondisi mantap sebelum memasuki bulan Agustus.

“Kita mau itu kalau bisa dari Teluk Batang sampai ke Sukadana itu kalau bisa bagus semuanya sebelum bulan Agustus,” tegas Norsan.

Ia menjelaskan, percepatan perbaikan dilakukan karena Kabupaten Kayong Utara akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi pada Agustus 2026 mendatang. Lebih lanjut, Norsan memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tersebut.

“Untuk mempercepat pengerjaan, total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp23 miliar dengan cakupan pengerjaan efektif sepanjang 1,7 kilometer. Sementara sisa ruas jalan lainnya akan ditangani secara fungsional agar tetap layak dilalui,” pungkasnya.

Harapan Masyarakat Terhadap Perbaikan Jalan

Dengan adanya rencana percepatan perbaikan tersebut, diharapkan kondisi jalan poros di Simpang Hilir dapat segera ditangani secara menyeluruh demi mendukung kelancaran mobilitas dan keselamatan pengguna jalan.


Exit mobile version