TNI AL Gunakan Mobil Hybrid dan Listrik, Hemat BBM 50%

Upaya TNI AL dalam Menghemat Konsumsi BBM

TNI Angkatan Laut (AL) melakukan berbagai inisiatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Salah satu langkah utamanya adalah penggunaan mobil hybrid dan mobil listrik sebagai kendaraan dinas di seluruh jajaran Angkatan Laut. Kebijakan ini diterapkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dengan target mengurangi konsumsi BBM hingga 50%.

”Sesuai dengan program pemerintah, sebisa mungkin kami 50 persen hemat penggunaan bahan bakar. Tentunya dengan penggunaan mobil listrik, bus listrik, dan mobil hybrid, hal itu bisa dilaksanakan,” ujar Ali saat diwawancarai di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4).

Jenis Kendaraan yang Digunakan

Beberapa jenis mobil listrik yang digunakan oleh TNI AL untuk kendaraan dinas berasal dari pabrikan Tiongkok. Mobil-mobil tersebut diberikan kepada pejabat utama, pejabat eselon II, dan pejabat eselon III di jajaran Angkatan Laut. Kebijakan ini tidak hanya berlaku di Jakarta, tetapi juga berlaku untuk satuan-satuan TNI AL di luar Jakarta.

”Dan ini mulai kami terapkan sudah dari satu bulan yang lalu,” kata Ali sambil menunjukkan beberapa contoh mobil listrik yang digunakan sebagai kendaraan dinas TNI AL.

Infrastruktur Pendukung

Untuk mendukung operasional mobil listrik, TNI AL juga membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di kantor-kantor yang berada di bawah naungan Angkatan Laut. Termasuk di pangkalan-pangkalan TNI AL. Tujuannya agar penggunaan mobil listrik tersebut benar-benar efisien dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

”Jadi, itu sudah masuk dalam perhitungan mereka, jadi lebih efisien. Dan ke depan kami akan menggunakan pengisian baterai dengan tenaga surya. Jadi, makin-makin hemat lagi dalam hal penggunaan bahan bakar,” ujarnya.

Peluncuran Bus Listrik

Dalam upaya meminimalisir penggunaan BBM, Ali meluncurkan 20 bus listrik. Orang nomor satu di TNI AL itu menyampaikan bahwa pelan-pelan instansinya mulai beralih dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bertenaga listrik.

”Hari ini, kami TNI Angkatan Laut mulai meresmikan penggunaan mobil listrik. Selain merupakan program pemerintah dalam rangka penghematan energi dan juga menjaga polusi udara, dengan penggunaan mobil listrik maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM,” kata Ali.

Alasan Pemilihan Kendaraan Listrik

Ali mengingatkan bahwa saat ini BBM menjadi barang langka yang sulit diperoleh di level global. Penyebabnya tidak lain karena perang yang terjadi di Timur Tengah. Persisnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, Iran, dan negara-negara teluk lainnya. Karena itu, TNI AL memandang perlu kebijakan baru.

”Saat ini mungkin bapa dan ibu tahu semua, permasalahan BBM itu sangat langka karena adanya perang di kawasan Timur Tengah. Untuk itu, kami mulai menggunakan mobil listrik untuk angkutan anggota-anggota TNI Angkatan Laut yang berada terutama di komplek-komplek perumahan yang agak jauh dari Jakarta,” terang dia.

Rute dan Jumlah Bus Listrik

Untuk tahap awal, TNI AL meluncurkan 20 bus listrik dengan rute berbeda. Peruntukannya menjemput prajurit Angkatan Laut yang berdinas di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) dan komando utama (kotama) lainnya. Di antaranya prajurit yang tinggal di kompleks rumah dinas di wilayah Pasir Angin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut).

”Jumlahnya, sementara mungkin sekitar 20-an dulu untuk bus. Nanti kami jajaki lebih lanjut untuk penggunaannya. Untuk setiap kotama nanti ke depan akan menggunakan mobil listrik juga. Sementara ini ada yang menggunakan mobil listrik dan menggunakan mobil hybrid, hybrid juga sudah mulai menghemat bahan bakar,” jelas Ali.

Exit mobile version