Perjalanan ke Pangandaran yang Lebih Cepat dengan Pembangunan Jalan Tol Getaci
Jarak dari Bandung ke Pangandaran sejauh sekitar 170 kilometer (km) biasanya bisa ditempuh dalam durasi waktu perjalanan antara 6-7 jam. Sementara itu, dari Jakarta yang berjarak sekitar 330 km ke Pangandaran memerlukan waktu tempuh di perjalanan antara 8-9 jam. Namun, situasi ini bisa berubah drastis jika terjadi kemacetan parah di tengah perjalanan.
Kemacetan sering terjadi di jalur jalan nasional Bandung-Pangandaran, baik melalui Garut atau Malangbong. Beberapa simpul kemacetan yang tidak bisa ditebak seperti Cileunyi, Nagreg, Kadungora, Leles, Limbangan, dan Gentong sering menyebabkan para wisatawan harus menghabiskan waktu seharian atau semalaman untuk mencapai tujuan.
Kemacetan ini sering terjadi pada momen hari libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru serta hari libur lebaran Idul Fitri. Hal ini membuat pengunjung merasa lelah dan liburan menjadi tidak nyaman karena harus menempuh jalan yang sama saat pulang.
Namun, kini keluhan akan kelelahan di perjalanan sepertinya akan segera berakhir. Pembangunan proyek jalan Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) yang lama ditunggu-tunggu akhirnya akan segera terwujud. Pemerintah melalui Kementerian PU menegaskan bahwa proyek jalan Tol Getaci akan masuk proses lelang dan mulai dibangun pada tahun 2026 serta diagendakan beroperasi penuh pada tahun 2029.
Jalan Tol Getaci merupakan bagian dari proyek besar jalan Tol Trans Jawa Selatan yang akan menghubungkan dua provinsi, yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalan Tol Getaci membentang sepanjang 206,65 km, dimulai dari Gedebage melewati Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga berakhir di Cilacap.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, ruas Gedebage-Tasikmalaya memiliki potensi lebih cepat terealisasi karena daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas yang lebih tinggi. “Ruas Gedebage-Tasikmalaya dan Sentul Selatan-Karawang Barat berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan terwujudnya jalan Tol Getaci, waktu tempuh ke Pangandaran akan dipangkas lebih singkat. Dari Jakarta hanya membutuhkan waktu 4 jam dan dari Bandung hanya 2 jam saja. Simulasinya adalah batas kecepatan berkendara di jalan tol minimal 60 km per jam dan maksimal 100 km per jam. Jika mengambil rata-rata 90 km per jam, maka Jakarta-Pangandaran yang berjarak 330 km bisa ditempuh dalam waktu 4 jam dan Bandung-Pangandaran (170 km) dalam waktu 2 jam saja.
Jalan Tol Getaci akan memiliki 10 Simpang Susun (SS) atau gerbang tol, yaitu: SS Majalaya, SS Nagreg, SS Garut Utara, SS Garut Selatan, SS Singaparna Kab. Tasikmalaya, SS Kawalu Kota Tasikmalaya, SS Ciamis, SS Banjar, SS Patimuan, dan SS Cilacap. Bagi yang ingin menuju tempat wisata Pangandaran, bisa keluar melalui gerbang Tol Getaci Patimuan yang terkoneksi langsung ke jalan raya Pangandaran.
Wisata di Pangandaran yang Beragam
Pangandaran sendiri telah berkembang pesat sejak berpisah dari kabupaten Ciamis dengan membentuk Pemerintah Kabupaten sendiri pada 25 Oktober 2012. Pembenahan dilakukan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang datang.
Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran mencatat ada 170 objek wisata dengan rincian 15 objek wisata buatan, 27 objek wisata budaya, dan 128 objek wisata alam. Objek wisata di Pangandaran tidak hanya terbatas pada pantai, tetapi juga termasuk body rafting atau arung jeram sungai, pemandangan alam, pegunungan, goa, budaya, dan objek wisata lainnya yang bisa dikunjungi.
Selain itu, tersedia hotel yang lengkap dan kuliner yang sangat lezat, menjadikan Pangandaran sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan dari kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Tidak ada alasan bagi wisatawan untuk tidak datang ke Pangandaran.












