Perdana Menteri Israel Muncul Kembali untuk Meredam Spekulasi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya muncul kembali ke publik untuk meredam spekulasi liar mengenai kondisi kesehatannya. Lewat sebuah video terbaru yang dirilis pada Selasa (18/3/2026), Netanyahu secara tegas membantah rumor yang menyebut dirinya telah meninggal dunia.
“Saya masih hidup,” ujar Netanyahu singkat sambil tersenyum ke arah kamera, didampingi oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. Video ini menjadi respons terhadap berbagai teori konspirasi yang menyebar di media sosial. Sebelumnya, beredar video dan gambar manipulasi yang mengeklaim bahwa Netanyahu terluka parah atau bahkan sudah tiada.
Beberapa pihak bahkan menuduh video-video resmi pemerintah Israel sebelumnya hanyalah hasil olahan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menanggapi hal tersebut, Netanyahu dan Mike Huckabee tampak berseloroh dalam video tersebut. Netanyahu secara khusus menyindir tuduhan “jari keenam”, sebuah anomali yang sering ditemukan pada gambar hasil AI.
“Kami berjabat tangan dengan lima jari di setiap tangan,” sindir Netanyahu sambil menunjukkan tangannya ke hadapan Dubes AS, menegaskan bahwa kehadirannya saat itu adalah nyata dan bukan rekayasa digital.
Dukungan AS dan Pesan “Punch Card” yang Misterius
Dalam kesempatan yang sama, Mike Huckabee mengungkapkan bahwa kedatangannya merupakan perintah langsung dari Presiden Donald Trump untuk memastikan kondisi sang Perdana Menteri. “Presiden meminta saya datang untuk memastikan Anda baik-baik saja. Saya sudah mengeceknya dan saya senang melihat Anda (sehat),” kata Huckabee.
Selain membahas kesehatan, video tersebut juga menampilkan sisi agresif Netanyahu terkait operasi keamanan. Ia menunjukkan sebuah “punch card” atau kartu daftar nama yang ia klaim sebagai target. “Hari ini saya menghapus dua nama di kartu ini. Anda bisa lihat berapa banyak lagi yang tersisa dalam kelompok ini,” tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmen Israel untuk berdiri “bahu-membahu” dengan pasukan AS dalam menghadapi ancaman pengembangan senjata nuklir di kawasan tersebut.
Upaya Meredam Hoaks Global
Pemerintah Israel sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengategorikan kabar kematian Netanyahu sebagai hoaks atau berita palsu. Namun, baru melalui video bersama diplomat tinggi AS inilah spekulasi di pasar global dan media sosial mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton jutaan kali dan menjadi topik hangat di berbagai platform digital, sekaligus menjadi bukti nyata upaya Israel dalam melawan disinformasi di era digital yang semakin canggih.

Netanyahu Klaim Israel Habisi 2 Pejabat Senior Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul lagi melalui pernyataan video pada Selasa, 17 Maret 2026, di tengah rumor yang beredar soal kematiannya. Dalam pernyataan tersebut, ia sekaligus mengklaim keberhasilan operasi militer Israel yang disebut menewaskan dua pejabat senior Iran.
Netanyahu akhirnya angkat bicara melalui video resmi untuk membantah rumor yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 17 Maret 2026. Dikutip dari tayangan Kompas TV, dalam video tersebut, Netanyahu juga menegaskan operasi militer Israel terhadap Iran yang disebutnya berhasil menargetkan tokoh penting.
Ia menyatakan bahwa Israel telah menewaskan tokoh senior Iran, Ali Larijani, dalam serangan pada Senin malam, 16 Maret 2026. Selain Ali Larijani, Netanyahu mengklaim bahwa serangan Israel juga menewaskan Komandan Pasukan Basij, Jenderal Gholam Reza Soleimani. Ia menilai Larijani sebagai sosok penting dalam struktur kekuatan Iran.
Pernyataan Menteri Pertahanan Israel
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, turut mengonfirmasi klaim tersebut. Ia mengatakan serangan militer Israel telah menewaskan:
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani
- Komandan Pasukan Basij, Jenderal Gholam Reza Soleimani
Sejumlah media internasional seperti Reuters dan Al Jazeera juga melaporkan kabar tersebut dengan mengutip pernyataan dari pihak Israel. Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tersebut.
Sebelumnya, Israel juga melancarkan serangan udara yang menargetkan sejumlah tokoh dan fasilitas militer di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyasar tiga wilayah utama, yakni:
- Teheran
- Shiraz
- Tabriz
Dalam operasi itu, puluhan jet tempur Israel disebut menjatuhkan puluhan bom yang menghantam situs dan infrastruktur militer. Selain itu, serangan juga dilaporkan menargetkan pemimpin Jihad Islam Palestina, Akram Al-Aurri, beserta pejabat tinggi lainnya.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa, 17 Maret 2026, mengumumkan peluncuran gelombang ke-58 dari operasi bertajuk “True Promise”. Operasi tersebut diklaim menargetkan sejumlah titik strategis di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC menyebut serangan dilakukan menggunakan rudal berhulu ledak tinggi, di antaranya:
- Khorramshahr
- Fattah
- Kheibar Shekan
Hingga kini, klaim dari pihak Israel terkait tewasnya dua pejabat senior Iran belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak Iran juga belum memberikan pernyataan resmi. Perkembangan ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir terus memanas.












