News  

Menggali Potensi Netizen untuk Melindungi Diri dari Ancaman Penipuan Online

"Netizen, Bersiaplah! Cegah Penipuan Online dengan Memanfaatkan Potensi yang Ada"

4. Mengambil data pribadi
Tidak hanya sampai di situ saja, pelaku juga bisa mengambil data pribadi korban seperti nomor telepon, alamat rumah, nomor rekening, dan sebagainya. Data tersebut bisa digunakan untuk melakukan penipuan lebih lanjut.

Ciptawarta.com – Jakarta, Beraktivitas di dunia maya melalui berbagai media sosial memang sangat menyenangkan. Namun, perlu diingat bahwa di dalamnya terdapat banyak modus penipuan, termasuk melalui fitur permintaan pertemanan. Untuk itu, seorang detektif swasta Indonesia bernama Jubun memberikan beberapa tips untuk menghindari penipuan tersebut.

Permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal di media sosial perlu diwaspadai dan diteliti. Bisa jadi mereka menggunakan akun palsu untuk tujuan yang merugikan. Jubun mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami kejadian serupa, di mana ada orang yang meminta dirinya atau kliennya untuk menerima permintaan pertemanan dari orang tak dikenal dengan menggunakan foto profil perempuan cantik.

“Awalnya saya sempat heran dan penasaran karena banyak akun cewek cantik yang mengajak saya kenalan di media sosial. Bukan hanya meminta pertemanan, mereka juga mengirim pesan melalui Kotak Masuk. Saya merasa curiga. Bagaimana mungkin cewek cantik mau kenalan dengan saya?” ujar Jubun dalam pernyataan tertulisnya kepada ciptawarta.com kemarin.

Berdasarkan pengalaman Jubun, pelaku menggunakan berbagai modus dan motif yang sangat kreatif untuk menipu korban. Salah satunya adalah mengajak korban untuk berinvestasi, berbisnis, atau memberikan pekerjaan dengan iming-iming akan mendapatkan uang. Namun, setelah korban terjebak, pelaku akan menghilang begitu mendapatkan uangnya.

Selain itu, ada juga modus Love Scamming, yaitu penipuan dengan modus cinta dan romantisme. Pelaku akan membuai korban dengan kata-kata indah, lalu meminta uang untuk berbagai alasan seperti membeli tiket kendaraan, biaya sekolah, atau bisnis. Setelah korban terpikat dan memberikan uangnya, pelaku akan menghilang. Banyak klien Jubun yang juga mengalami kasus serupa.

Tidak hanya itu, pelaku juga bisa menggunakan video sex cam dengan tujuan untuk memeras korban. Jika korban terjebak dan memberikan uang, pelaku akan mengancam akan mempublikasikan video tersebut. Selain itu, pelaku juga bisa mengambil data pribadi korban seperti nomor telepon, alamat rumah, dan nomor rekening untuk melakukan penipuan lebih lanjut.

Jadi, sangat penting untuk selalu waspada saat menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal di media sosial. Jangan mudah terpengaruh dengan kata-kata manis dan hati-hati dalam memberikan informasi pribadi. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak yang berwajib. Jangan sampai tertipu oleh modus-modus penipuan yang semakin berkembang di dunia maya.

Exit mobile version