Daerah  

Warga Kawarasan Pangandaran Perbaiki 216 Meter Jalan Swadaya Setelah Rusak 10 Tahun

Warga Dusun Kawarasan Memperbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Di Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, warga mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalan yang sudah rusak selama hampir sepuluh tahun. Aksi ini dilakukan secara swadaya setelah kebutuhan mendesak tidak lagi menunggu anggaran resmi dari pemerintah.

Pembangunan jalan sepanjang 216 meter dimulai pada Jumat, 17 April 2026. Warga RT 14 dan RT 16 RW 06 langsung mengerjakan pengecoran jalan dengan ketebalan beton mencapai 10 sentimeter dan lebar sekitar 2,4 meter. Proses pengerjaan dilakukan secara cepat agar selesai dalam waktu singkat, yaitu pada Minggu, 19 April 2026.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut tergolong rusak berat. Lapisan aspal sudah terkelupas, sementara permukaannya tidak rata. Situasi ini kerap menyulitkan warga ketika beraktivitas, terutama saat melintas setiap hari.

Meski rencana perbaikan jalan sudah lama masuk agenda pemerintah desa, pelaksanaannya belum bisa terealisasi sesuai harapan masyarakat. Kepala Dusun Kawarasan, Kasto, menjelaskan bahwa anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan jalan mengalami pergeseran. Sebagian dana dialihkan untuk kebutuhan lain yang juga dianggap penting.

Salah satu peruntukan anggaran tersebut berkaitan dengan program dari pemerintah pusat, yakni dukungan terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). “Memang sebelumnya sudah direncanakan. Tapi anggarannya dialihkan, salah satunya untuk pembelian bronjong TPT di lokasi pembangunan KDMP,” ujar Kasto.

Meski anggaran utama bergeser, pemerintah desa tetap memberikan dukungan. Dari total kebutuhan sekitar Rp 54 juta, sebesar Rp 30 juta berasal dari dana desa yang telah direncanakan untuk tahun 2027. Sementara itu, kekurangan biaya ditutupi melalui swadaya warga. Selain patungan masyarakat, terdapat pula dukungan dari dua anggota DPRD yang berdomisili di Desa Sindangwangi.

Ketua RT 14, Wasco, mengungkapkan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung sangat cepat. Semua bermula dari musyawarah warga yang langsung diikuti dengan aksi di lapangan. “Hari Rabu dan Kamis kami rapat, Jumat langsung mulai pengecoran. Ini murni inisiatif warga,” katanya.

Di lokasi pembangunan, suasana kebersamaan terlihat kuat. Warga terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan hingga pengecoran berlangsung. Kehadiran warga dalam jumlah puluhan orang menjadi energi utama dalam proses pembangunan tersebut.

Kebutuhan material juga dipenuhi dari pelaku usaha setempat di wilayah Kecamatan Pangandaran. Harga satu mobil molen kecil dengan kapasitas tiga kubik dipatok sekitar Rp 3 juta. Semangat gotong royong yang terbangun membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan dan cepat terselesaikan.

Inisiatif Masyarakat yang Menjadi Contoh

Aksi warga Dusun Kawarasan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong saat kebutuhan mendesak tak lagi menunggu anggaran resmi. Keberhasilan proyek ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kompak dan kolaborasi, masyarakat bisa menciptakan perubahan positif meski tanpa bantuan besar dari pihak luar.

Proses pengerjaan jalan yang hanya memakan waktu tiga hari menunjukkan efisiensi dan kekompakan yang luar biasa. Hal ini juga membuktikan bahwa dengan keterlibatan aktif masyarakat, suatu proyek bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan material dan tenaga juga menjadi bukti bahwa mereka siap berkontribusi untuk kemajuan lingkungan sekitar. Dengan adanya dukungan dari para anggota DPRD, proyek ini semakin mendapat perhatian dan apresiasi.

Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan semangat seperti ini, masyarakat bisa menjadi agen perubahan yang efektif dan berkelanjutan.


Exit mobile version