ciptawarta.com – Tuduhan liar dan teori konspirasi mengenai asal-usul pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Ahmad al-Sharaa telah menyebar luas di media sosial sejak pasukannya berhasil menggulingkan Rezim Bashar al-Assad di Suriah. Sharaa, yang dikenal dengan nama panggilan Abu Mohammad al-Julani, dianggap sebagai orang Yahudi dan agen Mossad setelah HTS menolak melawan invasi Israel di Suriah setelah kejatuhan rezim Assad. Selain itu, Sharaa juga mendapat serangan verbal dari kelompok anti-Islamis yang menolak ideologi Salafi dan menuduhnya sebagai bos HTS yang terkait dengan beberapa cabang al-Qaeda.
Teori konspirasi tentang Sharaa pun bermunculan, dengan beberapa orang mengklaim bahwa tidak ada yang diketahui mengenai masa lalu dan asal-usulnya, meskipun ada klaim resmi bahwa ia berasal dari Suriah. Namun, ada juga yang mengutip pernyataan Sharaa yang menyebutkan bahwa ia tidak ingin berkonflik dengan Israel yang membuatnya dicap sebagai “orang Yahudi”. Hal ini diikuti oleh seorang pengguna dari Iran yang mencuit bahwa Sharaa mungkin akan berubah menjadi seperti Abu Hafs, seorang pengkhotbah masjid di Libya yang ternyata adalah seorang perwira Yahudi di Mossad Israel.
Selain itu, ada juga yang mengklaim bahwa Sharaa adalah “ciptaan Mossad” dan putra dari ulama Syiah Irak Musa al-Sader, karena kemiripan fisik antara keduanya. Bahkan, ada yang menyebut bahwa Sharaa sebenarnya adalah pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelensky. Hal ini ditunjukkan oleh seorang penyiar dari Tahrir Egyptian Network yang menunjukkan kemiripan antara keduanya dan menuduh Sharaa sebagai teroris yang berpakaian dan berbicara seperti orang Yahudi. Dengan adanya tuduhan ini, media pun dianggap memuji Sharaa dan membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, senang dengan dirinya.
