Bisnis  

LEMIGAS Uji Mutu BBM Pertamina dan juga Angka RON Diukur dari 75 Sampel,

LEMIGAS Uji Mutu BBM Pertamina kemudian juga Angka RON Diukur dari 75 Sampel, Begini Hasilnya

Ciptawarta.com JAKARTA – Tingkat Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis bensin milik Pertamina dipastikan sesuai sesuai standar setelahnya melintasi uji di area laboratorium Balai Besar Pengujian Minyak kemudian Gas Bumi (LEMIGAS). Ditekankan juga bahwa seluruh sampel BBM jenis bensin yang mana diuji memenuhi spesifikasi yang digunakan ditetapkan Pemerintah.

Hasil ini diperoleh dari sejumlah pengujian yang dimaksud diadakan Direktorat Jenderal Minyak dan juga Gas Bumi (Migas) melalui LEMIGAS pasca melakukan pengambilan sampel pada Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang dan juga berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di area wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan juga Tangerang Selatan, termasuk sampel yang tersebut diambil bersamaan dengan kunjungan Komisi XII DPR RI pada SPBU di dalam area Cibubur, Depok.

“Hasil uji laboratorium LEMIGAS menunjukkan bahwa seluruh sampel BBM yang dimaksud diperiksa berada di rentang batasan mutu yang tersebut dipersyaratkan (on spec),” jelas Kepala LEMIGAS, Mustafid Gunawan di area Jakarta.

Secara khusus, Mustafid mengungkapkan, di rangka pengujian pada pengawasan mutu terhadap material bakar bensin meliputi pengambilan sampel yang tersebut mengacu pada metode ASTM D4057 (Standard Practice for Manual Sampling of Petroleum and Petroleum Products), pengujian standar juga mutu (spesifikasi) material bakar, kemudian pemantauan untuk menegaskan kualitas unsur bakar memenuhi spesifikasi yang digunakan ditetapkan oleh Pemerintah.

“Berdasarkan metodologi pengujian diatas didapatkan, parameter uji utama seperti Angka Oktana (Research Octane Number atau RON) yang tersebut menunjukkan kualitas komponen bakar bensin, massa jenis, zat sulfur, tekanan uap, dan juga distilasi didapatkan kesesuaian dengan standar yang dimaksud telah dilakukan ditetapkan. Skor RON yang digunakan diukur pada setiap sampel menunjukkan hasil yang tersebut stabil serta tiada menyimpang dari spesifikasi yang berlaku,” ungkap Mustafid.

Ia menjelaskan, RON merupakan salah satu parameter yang digunakan menunjukkan kualitas anti knocking materi bakar atau kemampuan materi bakar untuk menahan knocking ketika proses pembakaran pada mesin. Semakin tinggi RON, maka semakin besar kemampuan substansi bakar yang disebutkan untuk resisten atau terhindar dari knocking pada mesin. RON diuji menggunakan mesin CFR F-1 dengan metode ASTM D2699.

Perkuat Pengawasan

Guna menjaga konsistensi kualitas BBM yang tersebut dikonsumsi masyarakat, Direktorat Jenderal Migas menjamin terus melakukan pengawasan mutu substansi bakar secara berkala. “Kami memahami pentingnya transparansi di pengawasan BBM. Hasil uji ini kami ungkapkan agar rakyat yakin bahwa BBM yang mana mereka itu gunakan sudah sesuai dengan standar yang tersebut ditetapkan Pemerintah,” tegas Mustafid.

Pada kesempatan yang mana sama, Plt. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Mirza Mahendra mengatakan, bahwa pengawasan mutu BBM ini merupakan bagian dari amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 48 Tahun 2005, yang tersebut mengatur bahwa Direktorat Jenderal Migas bertanggung jawab di pembinaan serta pengawasan standar juga mutu materi bakar yang dimaksud dipasarkan di dalam pada negeri.

Sebagai bentuk implementasi aturan tersebut, Ditjen Migas secara berkala melakukan pengambilan sampel BBM untuk melakukan konfirmasi kualitasnya masih terjaga sesuai standar yang dimaksud berlaku.

Exit mobile version