Indonesia Nyaris Tersingkir dari Piala Dunia U-17 2025, Wakil ASEAN Terunggul Lampaui 20 Negara



Timnas U-17 Indonesia menyelesaikan fase grup Piala Dunia U-17 2025 dengan pencapaian sejarah sebagai wakil terunggul ASEAN dalam sejarah turnamen ini.

Evandra Florasta dkk menutup kiprah di Grup H dengan kemenangan 2-1 atas Honduras di Lapangan 2 Aspire Zone, Al Rayyan, Senin (10/11/2025). Gol penalti Evandra dan tembakan spektakuler Fadly Alberto mengapit eksekusi Luis Suazo dari titik putih. Hasil tersebut menelurkan kemenangan pertama bagi Indonesia dalam enam penampilan total di Piala Dunia U-17.

Pada edisi sebelumnya sebagai tuan rumah 2023, Garuda Asia finis dengan raihan dua poin hasil dari dua kali seri dan satu kekalahan. Sekarang pencapaian timnas U-17 Indonesia di Qatar 2025 membaik. Anak asuh Nova Arianto meraih tiga angka berkat satu kemenangan dan dua kali kalah. Rapor ini pun menegaskan status Indonesia sebagai wakil ASEAN (tanpa hitung Australia) dengan performa terbaik dalam sejarah Piala Dunia U-17.

Sebelum Indonesia, hanya Thailand yang pernah mewakili Asia Tenggara dalam kejuaraan yang awalnya memakai format U-16 pada 1985-1989 ini. Gajah Perang Kecil lolos pada edisi Mesir 1997 dan Selandia Baru 1999 secara beruntun. Namun, performa mereka jauh lebih jeblok dibandingkan Indonesia. Dalam dua turnamen berurutan, Thailand U-17 menjadi bulan-bulanan karena selalu finis sebagai juru kunci. Tak tanggung-tanggung, mereka gagal meraih satu pun angka dengan total menelan enam kekalahan.

Bandingkan dengan timnas U-17 Indonesia, yang berhasil mendulang lima poin dari enam pertandingan. Mengacu kepada klasemen sepanjang masa Piala Dunia U-17 di Transfermarkt, posisi Indonesia bahkan lebih baik dari 20 negara yang pernah ataupun sedang berpartisipasi di pentas ini. Kalah dari Indonesia, ke-20 negara tersebut belum pernah mencicipi nikmatnya kemenangan pada turnamen yang sama. Di luar Thailand, ada pula negara mapan semacam Kamerun dan Denmark yang masuk kategori 20 tim nahas itu.

Kamerun mencatatkan tiga kali seri dan tiga kalah dalam dua keikutsertaannya (2003, 2019). Adapun Denmark gagal total dalam debut sekaligus penampilan satu-satunya di Piala Dunia U-17 Meksiko 2011. Dinamit Kecil hanya memetik satu poin di grup pelik yang juga berisikan Brasil, Pantai Gading, dan Australia. Hal menarik, skuad Denmark U-17 kala itu padahal dihuni sejumlah nama yang kelak menjadi figur top di dunia sepak bola. Contohnya adalah Pierre-Emile Hojbjerg (kini di Marseille), Christian Norgaard (Arsenal), sampai pelatihnya, Thomas Frank (Tottenham).

Daftar 20 tim tanpa kemenangan bisa berkurang satu dengan peluang Uganda memecah telur pada Selasa (11/11/2025) ini. Namun, syarat tim debutan asal Afrika itu berat karena harus mengalahkan Prancis untuk merebut satu tiket ke babak 32 besar. Peluang Indonesia sendiri guna memastikan eliminasi kelihatannya tinggal menunggu kepastian saja hari ini. Di atas kertas, Garuda Asia belum bisa dicoret dari daftar sintas karena secara matematis masih berpeluang lolos walau sangat berbau keajaiban.

Untuk mengincar satu tempat di zona delapan besar tim peringkat ketiga terbaik, Indonesia harus berharap Arab Saudi (vs Mali) dan Paraguay (vs Rep Irlandia) kalah 0-6, serta Uganda (vs Prancis) dan Cile (vs Kanada) tak boleh menang!

Rekap Performa Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia U-17

2023

* vs Ekuador 1-1

* vs Panama 1-1

* vs Maroko 1-3

2025

* vs Zambia 1-3

* vs Brasil 0-4

* vs Honduras 2-1

Exit mobile version