Dorong Ekonomi Daerah, Kerjasama IWIP dan WBN dengan UMKM Capai Rp 4,4 Triliun

Sinergi dengan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) terus berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kerjasama strategis dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Sejak tahun 2021 hingga semester pertama tahun 2025, total nilai kerjasama antara IWIP dan WBN dengan UMKM lokal telah mencapai sebesar Rp 4,4 triliun. Angka ini menunjukkan peran penting dari sektor usaha kecil dalam mendukung aktivitas industri serta pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen IWIP dan WBN dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Perkembangan kawasan industri tidak hanya berdampak pada sektor bisnis tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menggandeng berbagai UMKM dari sektor penunjang industri seperti penyedia bahan pangan, pakaian dan perlengkapan kerja, bahan bakar minyak dan gas industri, jasa transportasi dan akomodasi, pengolahan kayu, hingga penyedia obat-obatan dan alat kesehatan, IWIP dan WBN memberikan peluang bagi pelaku usaha di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur untuk menjadi bagian dari rantai pasok kawasan industri nikel.

Peran Ganda UMKM dalam Ekosistem Industri

General Manager External Relations IWIP Yudhi Santoso menjelaskan bahwa keberadaan UMKM memiliki peran ganda dalam ekosistem industri. Di satu sisi, UMKM menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran operasional kawasan industri. Di sisi lain, mereka berperan sebagai penggerak utama ekonomi lokal yang berkontribusi terhadap terbukanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kemitraan dengan UMKM adalah bentuk nyata komitmen IWIP dan WBN untuk menciptakan nilai ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kawasan industri membawa dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Yudhi Santoso di Kawasan Industri IWIP, Sabtu (16/11).

Dampak positif ini turut dirasakan oleh Johani, seorang pedagang sembako yang berjualan di sekitar Gate 2 IWIP sejak 2023. Ia mengaku bahwa aktivitas ekonomi di kawasan industri dan pertambangan menjadi sumber utama penghidupan keluarganya.

“Kami bersyukur, dengan adanya IWIP dan WBN, kami bisa berjualan di sini. Kalau tidak ada, mungkin kami tidak tahu harus mencari nafkah di mana lagi,” tutur pria 37 tahun ini.

Usaha kecil yang Johani jalankan kini mampu menopang kebutuhan rumahtangga serta biaya pendidikan anak-anaknya. Sementara itu, Ansar, pedagang makanan seperti nasi ikan, ayam geprek, dan gorengan, di sekitar Gate 2 IWIP juga merasakan dampak positif yang sama. Bahkan, dalam satu hari dia bisa menghasilkan pendapatan antara Rp 7 juta hingga Rp 8 juta.

“Sebelumnya jualan di pinggir jalan dan sering banjir, terus diajak sama IWIP untuk masuk ke kios di Gate 2. Sebulan hanya bayar sewa Rp 500.000, air dan sampah gratis,” ungkapnya yang saat ini punya delapan karyawan.

Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Selain kemitraan dengan UMKM, IWIP dan WBN juga konsisten menjalankan berbagai program tanggungjawab sosial perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan. Sejak tahun 2018, IWIP dan WBN telah menjalankan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, sosial dan budaya, infrastruktur, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pembangunan fasilitas publik yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian, IWIP dan WBN berharap kehadiran industri di Weda Bay, Maluku Utara, bisa terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama kawasan industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *