Aktor Fedi Nuril Tampil Mencuri Perhatian di Malam Puncak FFI 2025 dengan Konsep Smokey Eyes

"Kapten Jepang Bayern Mengalami Cidera Tulang Metatarsal saat Pertandingan"

Fedi Nuril Tampil dengan Riasan Smokey Eyes di Malam Puncak FFI 2025

Fedi Nuril, aktor film Pangku, menjadi sorotan saat menghadiri malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Ia tampil dengan riasan smokey eyes yang mencuri perhatian banyak orang. Teknik ini membuat penampilannya terlihat lebih dramatis dan sensual.

Riasan smokey eyes adalah teknik yang menciptakan efek “berasap” pada mata dengan cara membaurkan warna eyeshadow dan eyeliner gelap, seperti hitam, abu-abu, atau cokelat, pada kelopak mata atas dan bawah. Tujuannya untuk membuat mata terlihat lebih tajam, dalam, sensual, dan dramatis tanpa garis tegas. Intensitasnya bisa disesuaikan, mulai dari halus untuk siang hari hingga dramatis untuk acara malam.

Fedi menjelaskan bahwa pilihannya itu muncul secara spontan. “Aku enggak punya alasan khusus, tapi tiba-tiba suatu hari kayak dapat ilham dari langit. Kayaknya aku FFI mau smokey eyes lagi deh,” ujarnya.

Sebelumnya, ia sempat memakai eyeliner di Busan International Film Festival (BIFF). Kali ini, ia memutuskan tampil tanpa izin Reza Rahadian, meskipun sebelumnya ia selalu meminta persetujuan. Ia menilai Reza adalah sosok yang mendukung kebebasan berekspresi. “Enggak (minta izin). Karena di sana diizinin, kalau di sini enggak diizinin aneh aja sih. Dan Reza bilang dia sangat mendukung kebebasan berekspresi,” tambahnya.

Film Pangku Meraih Empat Piala Citra

Di kesempatan yang sama, film Pangku meraih empat Piala Citra, yakni kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, dan Film Cerita Panjang Terbaik. Piala Citra adalah penghargaan film paling bergengsi di Indonesia, setara dengan Piala Oscar di Amerika Serikat. Penghargaan ini dianugerahkan dalam ajang FFI untuk mengapresiasi prestasi luar biasa di industri perfilman dan meningkatkan minat publik terhadap sinema nasional.

Film Pangku dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik dalam FFI 2025. Film debut penyutradaraan Reza Rahadian ini berhasil mengalahkan Jumbo, Sore: Istri dari Masa Depan, Pengepungan di Bukit Duri, dan Perang Kota. Arya Ibrahim, produser film, menangis saat menerima penghargaan pertamanya. “Terima kasih untuk manusia hebat yang dari awal selalu berjalan bersama yaitu Reza Rahadian,” katanya. Gita Fara menambahkan, “Film ini adalah surat cinta kami untuk semua ibu.”

Sebelumnya, Pangku juga meraih Piala Citra dari kategori Penulis Skenario Asli Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada Reza Rahadian dan Felix K. Nesi yang menjadi penulis skenario.

Daftar Pemenang Piala Citra FFI 2025

Berikut adalah daftar pemenang Piala Citra FFI 2025:

  • Film Cerita Panjang Terbaik

    Pangku

  • Sutradara Terbaik

    Yandy Laurens – Sore: Istri dari Masa Depan

  • Pemeran Utama Pria Terbaik

    Ringgo Agus Rahman – Panggil Aku Ayah

  • Pemeran Utama Perempuan Terbaik

    Sheila Dara Aisha – Sore: Istri dari Masa Depan

  • Pemeran Pendukung Pria Terbaik

    Omara Esteghlal – Pengepungan Di Bukit Duri

  • Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

    Christine Hakim – Pangku

  • Penulis Skenario Asli Terbaik

    Reza Rahadian & Felix K Nesi – Pangku

  • Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

    Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie – Home Sweet Loan

  • Film Dokumenter Panjang Terbaik

    Tambang Emas Ra Ritek

  • Film Dokumenter Pendek Terbaik

    Sie

  • Penghargaan Khusus Festival Film Indonesia 2025 Pilihan Dewan Juri Akhir Film Dokumenter

    Satu Langkah Lagi

  • Film Animasi Panjang Terbaik

    Jumbo

  • Film Animasi Pendek Terbaik

    So I Pray

  • Film Cerita Pendek Terbaik

    Sammi, Who Can Detach His Body Parts

  • Pengarah Sinematografi Terbaik

    Ical Tanjung, I.C.S. – Pengepungan Di Bukit Duri

  • Pengarah Artistik Terbaik

    Eros Eflin – Pangku

  • Penata Efek Visual Terbaik

    Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GAJAFX, dan NO3G Visual Effects – Pengepungan Di Bukit Duri

  • Penyunting Gambar Terbaik

    Hendra Adhi Susanto – Sore: Istri Dari Masa Depan

  • Penata Suara Terbaik

    Ridho Fachri & Indrasetno Vyatrantra – Home Sweet Loan

  • Penata Musik Terbaik

    Aghi Narotama – Pengepungan Di Bukit Duri

  • Pencipta Lagu Tema Terbaik

    Gerald Situmorang, Iga Massardi, & Asteriska – Terbuang Dalam Waktu (Sore: Istri dari Masa Depan)

  • Penata Rias Terbaik

    Novie Ariyanti – Pengepungan Di Bukit Duri

  • Penata Busana Terbaik

    Victoria Esti Wahyuni – The Shadow Strays

  • Karya Kritik Film Terbaik

    Rambut Dalam ‘Nana’, Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama – Catra Wardhana.

  • Piala Antemas

    Jumbo

  • Pengabdian Seumur Hidup untuk Film

    El Manik (Pemeran), Franki Raden (Penata Musik), Hendrick Gozali (Produser)

  • Aktor Pilihan Penonton

    El Putra Sarira (Rangga & Cinta)

  • Aktris Pilihan Penonton

    Leya Princy (Rangga & Cinta)

  • Film Pilihan Penonton

    Rangga & Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *