News  

303 Jiwa Tewas Akibat Bencana Hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera, Ribuan Keluarga Terisolasi!

Kepulan Awan Mendung di Bandara Silangit

Kepulan awan mendung masih membayangi landasan pacu Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Di tengah deru helikopter dan logistik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., berdiri dengan wajah yang memancarkan ketegasan. Ia dikelilingi oleh data mengerikan mengenai bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bencana ini telah merenggut 303 jiwa, sementara ribuan keluarga kini berjuang dalam keterasingan yang memilukan. Di Sumatra Utara, dampak paling tragis dan parah tercatat. Dalam hari ketiga penetapan status tanggap darurat, angka korban terus melonjak.

“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 143 jiwa yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.

Dampak terparah memukul Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Akses transportasi menjadi titik paling kritis. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung putus total, tertutup longsor di banyak titik. Jembatan Pandan dan jembangan pada ruas Sibolga–Manduamas terputus, memutus nadi logistik dan penyelamatan.

Sedikitnya tujuh wilayah di Mandailing Natal terisolir, hanya bisa ditembus menggunakan alat berat atau transportasi udara. Ribuan warga mengungsi di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Logistik Udara Tembus Isolasi

BNPB, bersama TNI, Polri, dan relawan, memfokuskan penanganan pada pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembukaan akses. Karena parahnya kerusakan darat, bantuan udara menjadi tumpuan utama.

Sebanyak lima helikopter perbantuan telah dikerahkan dan ditempatkan di Bandara Silangit, siap mendistribusikan logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah yang terisolasi. Heli BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, dan helikopter swasta beroperasi aktif.

Kepala BNPB memastikan: “Untuk transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kita lakukan pengerjaan pembukaan hingga sore hari ini dan seterusnya.”

Bantuan Presiden RI berupa alat komunikasi, genset, LCR, tenda, dan bahan pangan telah tiba dan didistribusikan bertahap.

Aceh dan Sumbar: Data Korban yang Terus Bergerak

Tragedi ini merentang hingga ke ujung utara dan barat Sumatera. Data korban di Aceh dan Sumatra Barat juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dan terus berkembang.

Aceh (Hari Kedua Tanggap Darurat)

Korban Meninggal Dunia: 47 jiwa.

Korban Hilang: 51 orang.

Pengungsi: 48.887 Kepala Keluarga. Sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Akses: Jalur utama Banda Aceh–Lhokseumawe dan perbatasan Aceh–Sumatra Utara di Aceh Tamiang terputus. Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih sulit diakses darat.

BNPB telah mengaktifkan jaringan satelit Starlink di beberapa titik kritis untuk mendukung komunikasi darurat. Bantuan Presiden RI dan dua helikopter BNPB dikerahkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda untuk distribusi.

Sumatra Barat (Dua Hari Pasca-Tanggap Darurat)

Korban Meninggal Dunia: 90 jiwa.

Korban Hilang: 85 orang.

Pengungsi: 11.820 Kepala Keluarga (sekitar 77.918 jiwa), terutama di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Korban Tertinggi: Kabupaten Agam.

Total korban meninggal dunia dari tiga provinsi ini mencapai 303 jiwa. “Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Suharyanto mengenai data Sumbar.

BNPB telah mengerahkan 24 personel pendamping untuk mempercepat penanganan di Sumbar. Pesawat Caravan dan helikopter Bell 505 telah digerakkan dari Bandara Minangkabau untuk menembus wilayah sulit.

Letjen Suharyanto memastikan seluruh upaya penanganan darurat dipercepat melalui koordinasi erat. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan, dan pemenuhan kebutuhan dasar adalah prioritas utama agar warga terdampak dapat segera bangkit dari keterpurukan bencana hidrometeorologi ini.

Exit mobile version