Saat Senior Diabaikan, Alwi Hingga Raymond/Joaquin Jadi Bintang Muda Bulu Tangkis di BWF Award 2025

Tiga Pemain Muda Indonesia Berpeluang Mendapatkan Penghargaan BWF Player of The Year 2025



Tiga pemain muda bulu tangkis Indonesia menunjukkan kemampuan mereka yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, memberi harapan bagi negara untuk meraih penghargaan dalam BWF Player of The Year Award 2025. Meskipun tidak ada atlet Indonesia yang masuk ke dalam nominasi lima kategori di bulu tangkis dan tiga kategori di para bulu tangkis, peluang masih terbuka untuk tiga penghargaan lainnya.

Kondisi Bulu Tangkis Indonesia Tahun Ini



BWF baru saja merilis daftar kandidat yang mengingatkan pada periode kemarau yang dialami oleh bulu tangkis Indonesia tahun ini. Tiga wakil yang sebelumnya masuk nominasi mengalami kesulitan dalam menjaga performa mereka.

Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung

Gregoria Mariska Tunjung menghadapi tantangan berupa penyakit vertigo yang masih memengaruhi performanya. Meski begitu, ia berhasil melangkah ke final Kumamoto Masters bulan lalu, menunjukkan bahwa ia masih bisa bersaing.

Ganda Campuran: Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja

Pasangan ini mengalami perpecahan karena Dejan Ferdinansyah direkrut sendirian ke Pelatnas. Hal ini menyebabkan penurunan performa mereka secara signifikan.

Ganda Putra: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Meskipun Fajar Alfian bergabung dengan Muhammad Shohibul Fikri, pasangan ini hanya meraih satu gelar juara dan empat kali runner-up dari delapan turnamen. Performa mereka belum konsisten seperti sebelumnya.

Kriteria Penilaian Penghargaan

Penghargaan BWF Player of The Year Award diberikan berdasarkan bakat luar biasa, penampilan konsisten sepanjang musim, sportivitas, kepribadian, dan profil. Kriteria ini sangat ketat, sehingga hanya pemain dengan prestasi luar biasa yang layak mendapatkannya.

Peluang di Tiga Penghargaan Lainnya

Meski tidak masuk dalam kategori utama, Indonesia masih memiliki peluang di tiga penghargaan lainnya, yaitu:

  • Putra dan Putri Terbaik Pilihan Pemain – Ditentukan berdasarkan voting para atlet.
  • Eddy Choong Rising Star Award – Diberikan kepada pemain muda yang melejit selama 12 bulan terakhir. Kriterianya adalah usia maksimal 21 tahun dan prestasi yang luar biasa.

Pemain Muda yang Menjanjikan

Beberapa pemain muda Indonesia menunjukkan potensi besar:

  • Alwi Farhan (20 tahun) – Tunggal putra yang sukses meraih gelar juara Macau Open Super 300 dan mengalahkan pemain top seperti Anders Antonsen di Sudirman Cup 2025.
  • Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (20 tahun) – Ganda campuran yang berkembang pesat bersama Jafar Hidayatullah. Mereka meraih medali perunggu Kejuaraan Asia dan gelar Taipei Open Super 300.
  • Raymond Indra (21)/Nikolaus Joaquin (21) – Ganda putra yang menunjukkan peningkatan pesat dengan gelar ajang International Challenge dan BWF World Tour Super 500.

Selain itu, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga menjadi sorotan sebagai juara ganda putri Australian Open. Meski usia mereka sama-sama 21 tahun, prestasi mereka cenderung naik-turun.

Pemain Muda Lainnya di Dunia

Di tingkat internasional, beberapa pemain muda juga menunjukkan prestasi luar biasa:

  • Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) – Ganda putri nomor satu dunia yang masih berusia 21 tahun. Mereka telah memenangi penghargaan ini pada 2023.
  • Alex Lanier (Prancis) – Tunggal putra peringkat tujuh dunia yang dinobatkan sebagai rising star pada 2024. Ia berhasil meraih gelar Eropa dan Orleans Masters Super 300.
  • Tomoka Miyazaki (Jepang) – Tunggal putri peringkat sembilan dunia yang masih berusia 19 tahun. Meski belum pernah memenangi penghargaan ini, ia menunjukkan potensi besar.

Malam Penghargaan BWF

Malam penghargaan BWF akan dihelat pada Senin (15/12/2025) pukul 18.00 WIB di Hotel InterContinental Hangzhou, Hangzhou, China.

Daftar Pemenang Penghargaan Rising Star Terbaik

  • 2024: Alex Lanier (Prancis)
  • 2023: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
  • 2022: Kodai Naraoka (Jepang)
  • 2020-2021: Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
  • 2019: An Se-young (Korea Selatan)
  • 2018: Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong (China)
  • 2017: Chen Yu Fei (China)
  • 2016: Chen Qing Chen (China)
  • 2015: Zheng Si Wei (China)
  • 2014: Akane Yamaguchi (Jepang)
  • 2013: Akane Yamaguchi (Jepang)
  • 2012: Kento Momota (Jepang)
  • 2011: Zulfadli Zulkifli (Malaysia)
  • 2010: Viktor Axelsen (Denmark)
  • 2009: Ratchanok Intanon (Thailand)
  • 2008: Saina Nehwal (India)
Exit mobile version