Masuk 3 Besar dengan 80 Emas di SEA Games 2025: Realistis atau Mimpi?

Target Ambisius untuk Kontingen Indonesia di SEA Games 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI telah menetapkan target yang ambisius untuk tim Indonesia di SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih diminta untuk bisa meraih sedikitnya 80 medali emas dan mempertahankan posisi tiga besar, seperti dua edisi sebelumnya.

Target ini ditetapkan setelah Kemenpora melakukan rapat dengan segenap Tim Review SEA Games 2025, Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada 21 November lalu. Dalam pertemuan tersebut, berbagai rencana dan strategi untuk mencapai target tersebut dibahas secara mendalam.

Menpora RI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa dari hasil paparan cabang olahraga (cabor) yang menjadi sumber emas, angka yang diperoleh mencapai 120. Namun, hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait hanya mencapai 80-an. Artinya, jika emas yang diraih berada di kisaran 80-an, maka target yang dicapai akan sesuai dengan posisi tiga besar seperti sebelumnya.

Untuk mendukung target tersebut, Kemenpora mengirimkan banyak atlet untuk menjadi bagian dari kontingen Indonesia. Tercatat ada 996 atlet yang didaftarkan untuk berlaga di pesta olahraga dua tahunan tersebut. Jumlah ini membuat Indonesia sebagai negara dengan kontingen terbesar keempat, setelah tuan rumah Thailand yang memiliki 1.800-an atlet, Filipina dengan 1.200-an atlet, dan Malaysia dengan 1.100-an atlet.

Erick Thohir menjelaskan bahwa penetapan jumlah atlet beserta target telah disepakati berdasarkan perhitungan matang bersama para cabor dan stakeholder olahraga nasional lainnya, sesuai anggaran yang tersedia juga. Anggaran pendanaan awal sebesar Rp 10 miliar akhirnya meningkat menjadi Rp 66 miliar, berkat dukungan Presiden.

Dengan anggaran yang meningkat, Kemenpora dapat mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor yaitu sejumlah 996 atlet. Menpora meminta semua cabor membawa medali dalam kompetisi nanti.

Perhitungan Medali dan Perubahan Cabang Olahraga

Penetapan target 80 emas sebenarnya cukup menjadi sorotan. Pasalnya, Indonesia sebelumnya diprediksi kehilangan 41 emas dari edisi sebelumnya karena beberapa nomor pertandingannya tidak digelar di SEA Games 2025. Nomor-nomor pertandingan cabang olahraga yang hilang itu mencakup fin swimming, kun bokator, vovinam, soft tennis, pencak silat, wushu, cycling, esport, wrestling, kick boxing, dragon boat, karate, sepak takraw, cricket, hingga judo.

Selain itu, berdasarkan perhitungan awal pemerintah, Indonesia juga baru mendapatkan potensi tambahan 32 emas dari nomor baru. Yakni dari rowing, canoe, archery, equestrian, shooting, woodball, sport climbing, waterski, skateboard, chess, mixed martial art, hingga modern pentathlon.

Rekam Jejak Kontingen Indonesia

Jika melihat rekam jejak kontingen Indonesia berdasarkan jumlah atlet yang dikirim dan hasilnya, target 3 besar di SEA Games 2025 bukanlah hal yang mustahil. Total 996 atlet adalah kontingen terbesar Indonesia sejak SEA Games 2011 ketika menjadi tuan rumah. Jumlah ini jauh lebih besar dari saat pasukan Merah Putih berada di peringkat ketiga dalam klasemen akhir medali pada 2021 (2022) di Hanoi, Vietnam dan 2023 di Phnom Penh, Kamboja.

Pada SEA Games 2021 (2022), tim Indonesia datang dengan kekuatan 499 atlet dan berhasil meraih 69 emas, 91 perak, dan 81 perunggu. Namun, perolehan medalinya jauh tertinggal dari Vietnam selaku juara umum dengan 205 emas dan Thailand (92 emas) di urutan kedua.

Sementara pada SEA Games 2023, kontingen Indonesia yang diperkuat 599 atlet, mampu berjaya di Kamboja. Pasukan Merah Putih mampu membawa pulang 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Mereka hanya berjarak tipis dengan Vietnam (136 emas) sebagai juara umum dan Thailand (108 emas) di bawahnya.

Optimisme Stakeholder Olahraga Indonesia

Para stakeholder olahraga Indonesia pun cukup optimistis bahwa target minimal 80 emas bisa tercapai. Salah satunya diungkapkan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) KONI Pusat, Tb Ade Lukman. Ia menilai misi tersebut realistis karena kontingen terpilih sudah melewati proses penilaian dan seleksi ketat oleh tim review.

“Kami rasa target yang disampaikan oleh Menpora Erick Thohir setelah hasil rapat dengan tim review adalah target yang realistis untuk bisa dicapai,” ujar Ade Lukman.

Sekretaris Jenderal KOI/NOC Indonesia, Wijaya Mithuna Noeradi, juga menyatakan bahwa target medali yang ditetapkan pemerintah melalui Kemenpora adalah hasil analisa dan perhitungan yang matang oleh tim review. Pihaknya pun siap mengawal perjuangan tim Indonesia di Thailand.

“Saya harap para atlet sebisa mungkin melampaui target yang diberikan. Kami yakin motivasi dan optimisme tinggi kontingen kita bisa mengantarkan Indonesia melampaui target yang ada,” ujar Del Asri, salah satu anggota Tim Review SEA Games 2025.

Exit mobile version