5 Tren Mode Pinterest 2026 yang Cocok untuk Gen Z & Milenial Indonesia

Mencari resolusi gaya untuk tahun baru? Atau mungkin merasa tren fashion saat ini terasa monoton? Jangan khawatir, karena kita akan mengintip tren yang akan booming di tahun depan.

Setiap akhir tahun, Pinterest merilis laporan Pinterest Predicts, sebuah “bola kristal” digital yang memprediksi apa yang akan booming di tahun mendatang. Berbeda dengan platform lain yang melaporkan apa yang sedang viral, Pinterest menggunakan data pencarian dari 480 juta pengguna untuk melihat apa yang sedang direncanakan orang-orang. Akurasinya mencapai 80%. Ini bukan tebak-tebakan, ini adalah data.

Tahun 2026 diprediksi akan membawa angin segar yang sangat unik. Namun, kita tahu bahwa tidak semua tren global cocok dipakai di iklim tropis atau budaya sosial Indonesia. Oleh karena itu, inilah kurasi 5 tren kunci dari Pinterest Predicts 2026 yang paling relevan, wearable, dan pastinya bakal hits di kalangan Gen Z serta Millennial Indonesia. Siap-siap catat!

1. Khaki Coded (Kode Khaki) 2026: Evolusi “Cewek Bumi”

Jika beberapa tahun terakhir kita akrab dengan istilah “Cewek Bumi” yang identik dengan rok linen estetik, tahun 2026 membawa upgrade yang lebih maskulin dan fungsional lewat tren Khaki Coded. Tren ini menggabungkan elemen pakaian lapangan (safari/outdoor) dengan gaya kasual perkotaan.

Bayangkan estetika seorang paleontolog dan arkeolog di film tahun 90-an, tapi dengan sentuhan streetwear modern. Kata kunci Pinterest seperti Paleontologist aesthetic dan Khaki street style mengalami lonjakan pencarian drastis.

Kenapa Cocok di Indonesia?

Tren ini adalah jawaban mutlak bagi iklim tropis kita.

Item Kunci: Celana kargo loose (longgar), utility vest (rompi banyak saku), dan kemeja warna olive atau tan.

Adopsi Lokal: Bahan katun dril atau linen yang menjadi ciri khas Khaki Coded sangat menyerap keringat. Bagi para hijabers, potongan oversized dari celana kargo dan rompi lapangan sangat modest namun tetap edgy. Ini adalah outfit sempurna untuk healing tipis-tipis ke alam terbuka atau sekadar hangout santai di kedai kopi.

2. Tren Cool Blue (Biru Dingin): Kesegaran Gaya Minimalis di Iklim Tropis

Bosan dengan dominasi Sage Green di setiap undangan pernikahan? Tahun 2026 adalah saatnya warna hijau tersebut digeser oleh Cool Blue. Ini bukan biru tua atau elektrik, melainkan biru es (icy blue) yang pucat, menenangkan, namun futuristik.

Pinterest menyebutnya sebagai pertemuan nostalgia 90-an dengan futurisme. Vibe-nya bersih, mahal, dan menyegarkan mata.

Kenapa Cocok di Indonesia?

Secara psikologis, warna “dingin” seperti ini sangat diminati di negara tropis karena memberi kesan visual yang “adem”.

Item Kunci: Kemeja oversized warna crisp blue, rok satin, atau makeup mata dengan sentuhan frosted (biru pastel shimmer).

Adopsi Lokal: Untuk kulit sawo matang khas Indonesia, triknya adalah jangan menggunakan warna ini dari ujung kepala hingga kaki agar tidak terlihat pucat. Padukan kemeja icy blue dengan celana navy atau charcoal. Bagi pecinta clean girl aesthetic, warna ini akan membuat wajah terlihat lebih cerah seketika.

3. Poetcore (Inti Penyair): Romantisme Gaya Intelektual Anak Senja

Bergeser ke gaya yang lebih artsy, ada tren Poetcore. Jika dulu sempat ramai tren Dark Academia yang terkesan berat dan serius, Poetcore adalah versi yang lebih lembut, whimsical, dan romantis. Tren ini membayangkan diri Anda seperti penulis puisi di abad ke-19 yang sedang melamun mencari inspirasi, namun dalam konteks modern.

Kenapa Cocok di Indonesia?

Tren ini sangat beririsan dengan subkultur “Anak Senja” dan penikmat musik indie di Indonesia.

Item Kunci: Blus dengan lengan gembung (puff sleeves), rompi rajut (knitted vest), dan rok panjang yang flowy.

Adopsi Lokal: Kabar baiknya, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Poetcore sangat mendukung budaya thrifting yang sedang marak di Pasar Senen atau Gedebage. Gaya ini juga sangat hijab-friendly karena mengandalkan teknik tumpuk (layering) yang longgar dan tertutup. Cocok sekali dipakai saat work from cafe atau mengunjungi pameran seni.

4. Glamoratti: Tren Loud Luxury 2026

Lupakan sejenak tren Quiet Luxury yang serba polos dan minimalis. Tahun 2026, kemewahan kembali berteriak lantang lewat tren Glamoratti. Ini adalah perpaduan estetika sinetron Dynasty tahun 80-an dengan gaya wanita karir modern (corporate baddie). Intinya: berani, berkilau, dan percaya diri.

Kenapa Cocok di Indonesia?

Masyarakat kita, terutama segmen millennial mapan, sebenarnya sudah akrab dengan konsep kemewahan yang “terlihat”.

Item Kunci: Power suits (blazer dengan bahu lebar/tegas), perhiasan emas berukuran besar (chunky gold jewelry), dan tas berstruktur kaku.

Adopsi Lokal: Gaya ini sangat relevan untuk konten “Outfit Ngantor” di kawasan SCBD atau Sudirman. Blazer bahu lebar memberikan kesan profesional sekaligus modis. Selain itu, aksesori emas tumpuk (stacked bangles) bisa menjadi statement saat menghadiri pesta pernikahan di gedung mewah. Ingat, kuncinya adalah emas kuning (yellow gold), bukan rose gold!

5. Extra Celestial (Ekstra Angkasa): Gaya Futuristik Gen Z Tampil Beda di Momen Spesial

Terakhir, ada tren yang paling eksperimental: Extra Celestial. Ini adalah tren futuristik yang mengambil inspirasi dari keindahan kosmik, cahaya bintang, dan galaksi. Berbeda dengan gaya cyber yang kaku, tren ini lebih dreamy, magical, dan penuh kilauan holografik.

Kenapa Cocok di Indonesia?

Mungkin tren ini terlalu berani untuk dipakai ke pasar, tetapi sangat potensial untuk niche pasar tertentu.

Item Kunci: Aksesori holografik, baju metalik cair (liquid metal), dan makeup opalescent (berubah warna seperti pelangi).

Adopsi Lokal: Gen Z Indonesia sangat totalitas saat datang ke konser musik atau festival. Outfit yang memantulkan cahaya ini akan membuat Anda terlihat “menyala” saat terkena lampu sorot panggung. Bagi beauty content creator, tren makeup dengan highlighter ekstrem ala alien cantik ini adalah ladang konten yang menarik untuk digarap di TikTok.

Tahun 2026 menawarkan spektrum gaya yang luas, mulai dari si petualang Khaki Coded, si tenang Cool Blue, si puitis Poetcore, si mewah Glamoratti, hingga si futuristik Extra Celestial.

Kabar baiknya, fashion itu soal eksperimen dan kenyamanan diri. Kamu gak harus beli semua barang baru. Coba buka kembali lemari pakaianmu, mungkin ada kemeja flanel ayah yang bisa jadi Khaki Coded, atau blazer lama ibu yang cocok untuk gaya Glamoratti.

Dari kelima tren di atas, mana yang paling “kamu banget”? Apakah kamu tim kalem dengan Cool Blue atau tim stand out dengan Glamoratti? Ceritakan rencana gayamu di kolom komentar, ya!

Exit mobile version