Pentingnya Dana Darurat dan Dana Cadangan dalam Pengeluaran Keuangan
Dalam setiap pengeluaran keuangan, baik itu untuk kebutuhan pribadi maupun rumah tangga, sering kali ada hal yang terlupakan oleh banyak orang, yakni dana darurat. Dana darurat adalah simpanan atau alokasi keuangan yang disiapkan untuk menghadapi pengeluaran tak terduga atau pengeluaran dalam kondisi dadakan. Contohnya seperti saat kehilangan pekerjaan, biaya pengobatan atau medis, biaya untuk barang-barang penting yang tiba-tiba rusak dan butuh perbaikan cepat atau mengganti dengan barang yang baru, maupun pengeluaran dadakan lainnya.
Tujuan utama dana darurat adalah memberikan perlindungan finansial agar seseorang atau rumah tangga tidak perlu berutang saat menghadapi keadaan darurat atau kondisi dadakan. Selain dana darurat, setiap individu dan rumah tangga juga membutuhkan dana cadangan. Apa bedanya dengan dana darurat?
Perbedaan antara Dana Darurat dan Dana Cadangan
Berbeda dengan dana darurat, dana cadangan adalah simpanan keuangan yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang juga relatif besar, bukan untuk biaya tak terduga dan umumnya merupakan biaya yang sudah diketahui atau telah direncanakan sebelumnya. Juga bukan pengeluaran tetap.
Manfaat dari dana cadangan sangat beragam. Dengan menyiapkan dana cadangan, kita bisa merencanakan aktivitas yang ingin dilakukan tanpa harus khawatir tentang keuangan. Dana cadangan biasanya digunakan untuk kebutuhan yang sudah diprediksi, seperti acara tahunan keluarga, makan bersama, pesta ulang tahun, jalan-jalan atau liburan.
Karakteristik dana cadangan tidak bersifat memaksa seperti dana darurat karena bukan biaya-biaya atau pengeluaran tak terduga. Pengeluarannya bisa ditunda, dipilih, dan bahkan bisa dibatalkan untuk tidak dipenuhi. Namun, manfaat penggunaan dana cadangan tidak sekadar berpengaruh pada keamanan finansial atau bisa menimbulkan utang jika tidak memilikinya, melainkan berpotensi memberi pengaruh bagi kapasitas mental individu maupun keluarga.
Ketika kebutuhan atau keinginan bersosialisasi, aktualisasi diri, healing, hiburan atau liburan untuk memuaskan batin tidak bisa terpenuhi, maka bukan hanya tersisa pilihan untuk menggunakan uang pinjaman dengan risiko berutang dan tidak punya kemampuan membayar bila tetap ingin memenuhinya, melainkan berisiko mudah terserang rasa cemas, stres hingga depresi. Bahkan bagi rumah tangga, hal ini bisa memicu keutuhan keluarga bila menunda atau membatalkannya.
Manfaat Utama Dana Cadangan
Perlu diketahui bahwa manfaat utama dana cadangan terkait erat dengan kesehatan mental, psikologis atau kewarasan seseorang atau rumah tangga yang perlu diprioritaskan minimal satu atau dua aktivitas dalam setahun. Dengan memenuhi kebutuhan bersosialisasi, aktualisasi diri, healing, hiburan atau liburan minimal dua aktivitas dalam setahun setidaknya, setiap individu atau rumah tangga mendapatkan ketenangan pikiran dan batin sehingga kesehatan mental, psikologis dan kewarasan tetap terjaga dalam menjalankan kehidupan.
Berapa Besar Dana Cadangan Ideal Disimpan?
Besaran dana cadangan bagi setiap orang maupun keluarga tentu tidak sama. Dana cadangan dapat dihitung berdasarkan keinginan atau rencana aktivitas yang ingin dilakukan termasuk kemampuan. Kebutuhan besaran dana cadangan yang akan disisihkan bisa dihitung berdasarkan estimasi biaya aktivitas yang akan dilakukan. Tentunya dana ini di luar pengeluaran biaya tetap dan biaya darurat atau biaya tak terduga.
Untuk rumah tangga dengan dua anak yang ingin merayakan hari ulang tahun dua anaknya dan merencanakan aktivitas temu keluarga atau kebersamaan keluarga pada hari raya serta liburan akhir tahun, artinya harus menyisihkan dana cadangan untuk empat aktivitas dalam setahun. Maka besaran dana cadangan misalnya untuk perayaan ulang tahun sederhana bagi keluarga inti saja dibutuhkan Rp 500 ribu untuk perayaan ulang tahun seorang anak, minimal Rp 500 ribu – Rp 1 juta untuk temu atau kebersamaan keluarga di hari raya dan minimal Rp 1 juta untuk liburan akhir tahun di dalam kota. Artinya dibutuhkan dana cadangan sebesar Rp 2.5 juta – Rp 3 juta untuk merealisasikan keempat aktivitas tersebut. Jumlah tersebut tentunya nilai yang cukup besar bagi keluarga yang berpenghasilan rendah dengan hanya seorang pencari nafkah.
Sedangkan kebutuhan besaran dana cadangan yang disisihkan bagi individu yang tidak memiliki tanggungan finansial anggota keluarga lain, jumlahnya bisa lebih kecil atau jauh lebih besar dari Rp 3 juta. Sebab akan bergantung pada aktivitas apa yang ingin dilakukan. Berhubungan juga dengan perhitungan biaya akomodasinya, fasilitas, media atau alat yang digunakan, lokasi tujuan, transportasi dan lainnya.
Kiat Mengumpulkan Dana Cadangan
-
Buat Prioritas Rencana Aktivitas yang akan Direalisasi dalam Satu Tahun
Buat prioritas untuk anggaran dana cadangan keuangan. Dahulukan memenuhi biaya kebutuhan tetap dan dana darurat sebelum menyisihkan dana cadangan sebab sekali lagi dana cadangan ini bisa ditunda, dikurangi atau dibatalkan. -
Dapat Memanfaatkan Dana Darurat yang Tidak Terpakai untuk Menambahkan Dana Cadangan
Dana darurat yang bisa disimpan adalah bagian dari dana cadangan karena dana darurat berpotensi tidak digunakan sepenuhnya. Contoh jika kesehatan fisik terjaga maka tak akan ada biaya tak terduga untuk biaya pengobatan atau medis, saat motor sehat tidak akan ada biaya perbaikan kerusakan motor, ketika telepon selular masih berfungsi baik maka tidak akan ada biaya perbaikan atau beli smartphone baru atau biaya tak terduga lainnya cuma digunakan minimal. -
Gunakan Rekening Terpisah
Simpan dana cadangan termasuk dana darurat pada rekening yang berbeda agar tidak tergoda menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. -
Mulai Perhitungannya Melalui Kas Kecil
Menyisihkan dana cadangan bisa dimulai dari nominal kecil dan memanfaatkan kelebihan pengeluaran biaya tetap sehari-sehari melalui kas kecil agar dapat memenuhi target besar. Dimulai dengan jumlah kecil tetapi konsisten. -
Manfaatkan Bonus atau Uang Tak Terduga
Manfaatkan pemasukan tak terduga seperti bonus kerja, pendapatan ekstra langsung, lemburan, hadiah, komisi atau lainnya.
Di Mana Menyimpan Dana Cadangan?
Dana cadangan harus disimpan di tempat yang aman dan mudah diakses. Ada beberapa pilihan tempat untuk menyimpan dana cadangan, antara lain rekening tabungan, dompet digital, tabungan emas baik fisik maupun digital dan lainnya. Yang harus diingat adalah gunakan dana cadangan hanya untuk aktivitas yang sudah direncanakan seperti ulang tahun anak, temu keluarga di hari raya pengeluaran akhir tahun untuk liburan atau makan bersama. Hindari menggunakan dana cadangan untuk biaya rutin, belanja yang sifatnya konsumtif, memperbanyak aktivitas di luar rencana atau mengubah rencana yang biaya estimasinya bisa jauh lebih besar dari rencana awal.
Jangan Sampai Dana Cadangan Digunakan untuk Berpesta Pora di Akhir Tahun
Pada akhirnya, kita akan merasa lebih tenang karena memiliki cadangan finansial untuk merealisasikan berbagai aktivitas yang bisa memenuhi kebutuhan sosial, aktualisasi diri, healing, hiburan atau liburan. Dana cadangan juga memiliki fleksibilitas, artinya mampu memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang direncanakan bahkan bisa ditunda, dikurangi atau dibatalkan sementara ketika di akhir tahun ada biaya dadakan yang harus lebih prioritas untuk dipenuhi. Tentu dengan kesepakatan terhadap mental diri atau keluarga.
Saat dana cadangan yang disisihkan mempunyai kelebihan target pengumpulan karena dana darurat tidak banyak terpakai atau adannya tambahan bonus kerja, pendapatan ekstra langsung, lemburan, hadiah, komisi atau pendapatan ekstra lainnya, yang juga membuat besarannya bertambah secara signifikan maka dana cadangan bisa dialihkan untuk kebutuhan prioritas atau disimpan untuk tahun berikutnya.
Pesannya, jangan sampai dana cadangan digunakan untuk berpesta pora di akhir tahun. Terutama jika besaran dana cadangan lebih dari target penyimpanan. Cukup digunakan hingga pengeluaran akhir tahun yang sesuai dengan rencana awal saja. Tidak harus berlebihan.












