Persebaya Surabaya mulai menemukan senjata baru dalam permainan mereka di Super League 2025/2026. Bola mati kini menjadi bagian penting dari strategi tim, terutama setelah mencetak gol melalui situasi tersebut saat menghadapi Borneo FC. Meski pertandingan berakhir imbang 2-2, peningkatan performa tim mendapat apresiasi dari asisten pelatih Shin Sang-gyu.
Peningkatan Performa Tim
Shin Sang-gyu menyebutkan bahwa meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan, tren peningkatan permainan tim cukup signifikan. Pemain lebih percaya diri dalam menguasai permainan dan menciptakan peluang berbahaya. Ia menilai kerja kolektif dan performa individu pemain semakin membaik.
Fokus tim tidak hanya terpaku pada skor akhir, tetapi juga pada proses permainan. Salah satu yang menarik perhatian adalah gol yang lahir dari situasi bola mati. Skema ini menunjukkan latihan terstruktur yang mulai memberikan hasil nyata di lapangan.
Strategi Bola Mati
Set piece memang menjadi bagian dari latihan sehari-hari Persebaya Surabaya. Namun, tujuan utamanya bukan sekadar menghafal pola, tetapi meningkatkan pemahaman situasi dan kecepatan pengambilan keputusan. Dengan demikian, peluang bisa dimaksimalkan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada permainan terbuka.
Gol dari bola mati memberi kepercayaan diri tambahan bagi para pemain. Mereka semakin yakin bahwa setiap peluang, sekecil apa pun, bisa berbuah gol jika dieksekusi dengan tepat. Shin melihat perkembangan ini sebagai hasil kerja sama seluruh elemen tim, termasuk pemain, pelatih, dan staf pendukung.
Statistik Pertandingan
Dalam laga melawan Borneo FC, Persebaya Surabaya tampil dominan. Mereka mencatatkan 14 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Borneo FC hanya mampu melepaskan 11 tembakan dengan 5 tepat sasaran.
Dari segi kualitas peluang, Persebaya Surabaya unggul jauh dengan expected goals sebesar 3,6 dibandingkan 1,7 milik Borneo FC. Akurasi tembakan juga lebih baik, dengan 58 persen untuk Persebaya dan 46 persen untuk Borneo FC.
Jumlah tendangan sudut kedua tim sama kuat, masing-masing empat kesempatan. Namun, efektivitas pemanfaatan momen tersebut menjadi pembeda signifikan bagi Persebaya Surabaya.
Tantangan yang Masih Ada
Meski ada sinyal positif, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Penyelesaian akhir dan konsistensi fokus masih perlu ditingkatkan agar dominasi bisa berujung pada kemenangan. Namun, identitas permainan yang solid dan variatif sudah mulai terlihat.
Bola mati menjadi salah satu elemen yang memperkaya strategi tim. Senjata ini membuat lawan harus berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran di area berbahaya. Ke depan, Shin berharap peningkatan ini terus terjaga di laga-laga berikutnya.
Super League 2025/2026 masih menyisakan perjalanan panjang. Setiap poin akan sangat menentukan nasib tim di akhir musim. Persebaya Surabaya kini punya modal penting berupa kepercayaan diri dan struktur permainan yang semakin jelas.
Bola mati bukan sekadar pelengkap, melainkan ancaman nyata bagi setiap lawan. Menarik menantikan bagaimana senjata baru ini terus diasah dan dimaksimalkan. Jika konsisten, bola mati bisa menjadi pembeda Persebaya Surabaya dalam perburuan prestasi musim ini.
