Tokoh Publik Teror Akibat Kritik Penanganan Bencana Sumatra
Di tengah bencana banjir bandang yang melanda Sumatra, sejumlah tokoh publik, termasuk aktivis, aktor, dan influencer, mengalami teror setelah menyuarakan kritik terhadap penanganan pasca-bencana oleh pemerintah. Berdasarkan catatan, hanya dalam rentang waktu tiga hari, yakni Senin hingga Rabu (29-31 Desember 2025), sudah ada empat orang yang menjadi korban aksi teror dan ancaman.
Keempat tokoh tersebut adalah aktor Yama Carlos, kreator konten Sherly Annavita, kreator konten DJ Donny, dan aktivis lingkungan Iqbal Damanik. Aksi teror yang mereka alami beragam, mulai dari pengiriman barang mencurigakan, coretan dan ancaman di media sosial, hingga pelemparan bom molotov.
Yama Carlos: Teror Melalui Media Sosial dan Pengiriman Barang
Aktor Yama Carlos mengungkap dirinya mendapat teror setelah mengunggah sebuah video satir mengenai penanganan pasca-bencana di Sumatra. Hal ini disampaikan pria kelahiran Semarang, 28 Desember 1980 melalui sebuah unggahan di akun media sosial Instagram, @yamacarlos7, Senin (29/12/2025).
Dalam video tersebut, terlihat Yama menyampaikan bahwa teror terjadi setelah unggahan di media sosial TikTok yang di dalamnya dirinya menyebut “pemerintah seolah-olah bekerja.” Padahal, aktor bernama lengkap Hamba Ramanda ini tidak menyebut secara spesifik nama pejabat atau pihak tertentu.
Kemudian, Yama telah men-take down atau menghapus konten video tersebut. Namun, meski sudah di-take down videonya, teror masih terus berlanjut dan menyasar ke ibu temannya.
“Ibunya teman saya kena teror dan HP-nya di-hack. Nomornya diambil, lalu si pelaku ini menyuruh teman saya untuk menghapus 12 konten, kalau mau nomor ibunya kembali lagi,” kata Yama, dalam video yang diunggahnya.
“Video sudah saya take down dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga.”
Yama mengungkap, tak hanya teror menge-hack nomor ponsel milik ibu temannya, tetapi juga ada orderan fiktif dengan nominal yang cukup besar, dengan mengatasnamakan istrinya. Dalam videonya, Yama menyertakan 14 tangkap layar chat atau percakapan dengan para kurir yang akan mengantar orderan fiktif tersebut.
“Teror tidak berhenti di situ, setelah teror melalui telepon, mensadap, atau menge-hack HP-nya ibunya teman saya, saya mendapatkan kiriman barang COD dengan akun fiktif mengatasnamakan istri saya, nomor telepon saya, dan alamat yang tidak saya tinggali dan itu tetap berlangsung sampai detik ini, video ini dibuat dan di-posting, saya tetap mendapatkan barang COD yang nilainya lumayan besar,” tutur Yama.
Yama pun menyampaikan, dirinya akan menempuh jalur hukum terhadap terduga pelaku teror orderan fiktif terhadap dirinya. “Dan jika teror barang COD ini tidak berhenti juga menyasar saya dan istri saya, saya mohon izin kepada terduga pelaku untuk menindaklanjuti ini langsung ke ranah hukum,” ucap Yama.
Kemudian, Yama juga mewanti-wanti dengan implikasi sindiran, kepada warga untuk berhati-hati menyampaikan kritik lewat media sosial jika tidak memiliki bekingan atau perlindungan dari pihak yang punya kuasa.
Sherly Annavita: Ancaman dan Coretan di Rumah
Kreator konten Sherly Annavita juga mengaku mendapat teror setelah vokal menyuarakan kritik terhadap penanganan pasca-bencana Sumatra, khususnya Aceh. Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram @sherlyannavita pada Selasa (30/12/2025), wanita berusia 32 tahun mengungkap sejumlah teror yang dia dapati.
Yakni, pelemparan telur busuk di depan rumah, gulungan kertas berpita hijau stabilo, dan coretan pada mobil. “Di depan [rumah] Sherly mendapati satu kantong telur yang sudah dilemparkan, pecahannya ini sampai ke sana. Sherly juga mendapati gulungan kertas, tapi Sherly belum buka isinya apa,” kata Sherly.
“Dan di depan ternyata mobilnya juga dicoret, atau dipiloks, warna merah begini, dari samping juga ada.” Mobil warna putih di depan rumah Sherly terlihat dicoreti piloks warna merah, dengan gambar menyerupai muka dan tanda silang di bagian mulut.
Kemudian, Sherly membuka gulungan kertas yang ternyata terdiri atas tiga lembar. Ketika dibuka, lembaran kertas pertama berisi sebuah pesan: “Sherly……!!!!!!!!!!!!!!! Jgn kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi. Jgn kamu mengiring opini sesat.”
Lembaran kertas kedua, ada cetakan atau scan identitas atau KTP milik keluarga Sherly. Lalu, lembaran kertas ketiga bertuliskan pesan berbahasa Aceh yang berbunyi; “Bek that takheun hana get keu musibah Aceh”, artinya “Jangan remehkan musibah di Aceh.”
Selain itu, Sherly menampilkan pesan langsung atau DM (Direct Message) dengan pesan bernada kasar. “mti aja lu smpah” dan “Kerudung dusta, cuma bisa nyebar dusta hati hati masuk neraka lo”.
DJ Donny: Kiriman Bangkai Ayam dan Bom Molotov
Kreator konten DJ Donny juga mengungkap aksi teror yang ia alami setelah melayangkan kritik terbuka terhadap pemerintah terkait penanganan pasca-bencana di Sumatra. Aksi teror yang dialami pria bernama lengkap Ramond Dony Adam ini adalah dikirimi bangkai ayam berwarna hitam ke rumahnya.
Bangkai tersebut disertai kertas berisikan pesan yang berbunyi: “Kau akan jadi seperti ayam ini jika mulut dan medsosmu kelakuannya seperti binatang!!! Jgn main-main”. Melalui unggahan video di akun Instagram @dj_donny pada Selasa (30/12/2025), DJ Donny dengan berani mengecam terduga pelaku teror sebagai sosok yang pengecut dan tidak melakukan aksinya dengan elegan.
“Ia juga menyampaikan agar warga terus bersuara, karena Presiden RI Prabowo Subianto sendiri sudah menyatakan bersedia menerima kritik.”
“Buat yang ngirim bangkai ayam ke rumah gua, lo itu pengecut dan tolol ya. Cara main lu tuh masih amatir, harusnya lu belajar dulu sama senior lu,” kata DJ Donny.
“Senior lu itu lebih elegan, bikin malu presiden aja lu. Buat temen-temen, lu ga usah takut buat bersuara, bahkan presiden kita pun mengizinkan untuk dikritisi selama apa yang kita sampaikan itu benar.”
Selain kiriman bangkai ayam, terungkap pula DJ Donny mengalami teror lain, yakni pelemparan bom molotov di rumahnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari. Ia pun melaporkan insiden ini ke Polda Metro Jaya pada Rabu pagi, karena khawatir aksi pelemparan bom molotov ini sudah membahayakan keluarga dan tetangga sekitarnya.
Iqbal Damanik: Kiriman Bangkai Ayam dan Ancaman di Media Sosial
Rumah milik Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025). Bangkai ayam, dengan kondisi tanpa pembungkus apa pun, ditemukan di teras rumah pada Selasa pagi, dikutip dari rilis resmi Greenpeace Indonesia.
Iqbal Damanik sendiri juga telah aktif menyuarakan kritikan terhadap terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, sekaligus penanganan pasca-bencana yang dilakukan pemerintah yang dinilai masih belum maksimal.
Pada bagian kaki bangkai ayam tersebut, terdapat kertas yang berisikan pesan, “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.
Sebelum mendapat teror bangkai ayam ini, Iqbal sudah beberapa kali menerima serangan di kolom komentar unggahan media sosialnya, juga pesan bernada ancaman lewat direct message Instagram setelah menayangkan peristiwa banjir bandang di Sumatra dan penanganan atau respon pemerintah.












