Misteri Mayat di Sungai Kualo: Korban Ribut Saat Mabuk

Kasus Kematian Pelajar SMA Negeri 9 Bengkulu yang Mencengangkan

Kasus kematian seorang pelajar SMA Negeri 9 Kota Bengkulu, Muhammad Phatih Dzulfikar (17 tahun), yang ditemukan mengapung di muara Sungai Bengkulu, masih menjadi perhatian besar masyarakat. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.

Peristiwa Awal yang Menggegerkan

Peristiwa penemuan mayat pelajar Bengkulu ini pertama kali menggegerkan warga Kelurahan Pasar Bengkulu pada Senin pagi. Jenazah korban ditemukan mengapung di muara Sungai Bengkulu, tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Identitas korban kemudian diketahui sebagai Muhammad Phatih Dzulfikar, pelajar berusia 17 tahun yang tercatat sebagai siswa SMA Negeri 9 Kota Bengkulu.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara pihak kepolisian, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui menghabiskan waktu bersama teman-temannya dalam satu tongkrongan. Dalam pertemuan tersebut, korban dan rekan-rekannya disebut mengonsumsi minuman keras serta pil samcodin secara berlebihan hingga menyebabkan kondisi mabuk berat.

Keributan dan Pengantaran Pulang

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menjelaskan bahwa dalam suasana tersebut sempat terjadi keributan antara korban dan temannya. Keributan itu kini menjadi salah satu petunjuk awal dalam pengungkapan kasus penemuan mayat pelajar Bengkulu yang menyita perhatian publik.

Setelah keributan tersebut, korban tidak dibiarkan sendirian. Teman-temannya mengantar Muhammad Phatih Dzulfikar pulang ke rumahnya sekitar pukul 23.30 WIB. Tak lama setelah masuk ke rumah, korban diketahui kembali keluar melalui pintu depan tanpa berpamitan dengan orang tuanya.

Sejak saat itu, keberadaan korban tidak lagi diketahui oleh pihak keluarga. Hingga akhirnya, kabar duka datang ketika mayat pelajar Bengkulu tersebut ditemukan mengapung di muara Sungai Bengkulu dua hari setelah korban menghilang.

Hasil Autopsi yang Menyedihkan

Hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu menunjukkan adanya air dan pasir di dalam paru-paru korban, yang menandakan korban masih hidup saat tenggelam. Hal ini membuktikan bahwa korban masih dalam kondisi hidup saat masuk ke dalam air.

Namun, dari hasil visum luar dan autopsi juga ditemukan adanya sejumlah tanda kekerasan di tubuh korban. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah tanda kekerasan tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa tenggelamnya korban atau merupakan luka yang terjadi sebelum atau sesudah korban berada di dalam air.

Penemuan Mayat yang Mencengangkan

Sebelumnya diberitakan, mayat seorang pria misterius ditemukan mengapung di muara Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Senin (29/12/2025) siang. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui dan jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

Penemuan mayat pria tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.40 WIB oleh seorang warga setempat bernama Ansori. Saat itu, Ansori tengah beraktivitas mencari lokan di sekitar muara Pasar Bengkulu. Dari kejauhan, ia melihat sesosok benda mencurigakan yang mengapung di pinggir muara dan menyerupai tubuh manusia.

Merasa ragu dan tidak berani memastikan sendiri, Ansori kemudian melaporkan temuannya kepada Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Pasar Bengkulu, Kasmedi. Setelah menerima laporan tersebut, Kasmedi bersama Ansori langsung menuju lokasi penemuan dengan menggunakan sampan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Setelah memastikan bahwa benda yang mengapung tersebut merupakan mayat manusia, Ansori segera menghubungi pihak terkait. Tidak berselang lama, sekitar pukul 12.00 WIB, personel Kepolisian bersama tim Basarnas dan Satpol PP Bengkulu tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan proses evakuasi.

Petugas gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan. Petugas di lapangan menyampaikan bahwa setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu. Di rumah sakit tersebut, tim Inafis Polresta Bengkulu akan melakukan pemeriksaan medis, autopsi, serta upaya identifikasi untuk mengetahui identitas korban dan penyebab pasti kematian.

Exit mobile version