Profil Enzo Maresca, Pelatih Chelsea yang Didepak Mendadak
Enzo Maresca, pelatih asal Italia yang kini didepak dari jabatannya sebagai pelatih kepala Chelsea, adalah sosok yang memiliki perjalanan karier yang cukup menarik. Ia lahir pada 10 Februari 1980 di Pontecagnano Faiano, Italia. Pria berusia 45 tahun ini memulai kariernya sebagai pemain sepak bola profesional sebelum beralih ke dunia kepelatihan.
Sebelum menjadi pelatih, Enzo pernah bermain untuk beberapa klub ternama seperti Sevilla FC di Spanyol dan Fiorentina hingga Juventus di Italia. Kariernya sebagai pemain berakhir pada 2017 saat ia bergabung dengan Hellas Verona. Setelah itu, ia memutuskan untuk beralih ke dunia kepelatihan.
Pada 1 Juli 2024, Enzo resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea. Di musim pertamanya, ia membawa The Blues mencapai posisi keempat dalam klasemen Premier League dengan raihan 69 poin dari 38 pertandingan. Selain itu, ia juga berhasil membawa Chelsea meraih dua gelar penting dalam satu musim: Conference League UEFA dan FIFA Club World Cup.
Di Liga Konferensi UEFA, Chelsea sukses mengalahkan Real Betis di final dengan skor 4-1. Sedangkan di FIFA Club World Cup, mereka menang telak 3-0 melawan Parsi SG di laga final. Prestasi tersebut membuat banyak fans merasa bahwa Enzo layak dipertahankan.
Namun, pada akhirnya, Enzo harus meninggalkan klub setelah terjadi konflik dengan manajemen. Pemecatan ini terjadi pada Kamis (1/1/2026). Meski tidak ada informasi resmi mengenai alasan pastinya, kabarnya kekalahan Chelsea dalam beberapa pertandingan terakhir di Premier League menjadi salah satu faktor utama.
Sejak skor imbang melawan Arsenal pada 30 November 2025, Enzo gagal membawa tim meraih kemenangan dalam tiga laga berturut-turut, yaitu melawan Leeds, Bournemouth, dan Atlanta. Baru pada 13 Desember 2025, Chelsea berhasil menang atas Everton. Namun, setelah kemenangan itu, Enzo memberikan pernyataan yang mengejutkan.
“48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami,” ujar Enzo saat itu. Pernyataan tersebut disinyalir sebagai indikasi adanya ketegangan antara dirinya dan manajemen klub.
Kepergian Enzo Maresca menyebabkan kekecewaan di kalangan para penggemar Chelsea. Meskipun performa tim sedang dalam tren negatif, banyak fans merasa bahwa Enzo layak tetap bertahan karena kontribusinya dalam meraih dua gelar besar dalam satu musim.
Komentar-komentar fans dapat dilihat dalam kolom komentar unggahan klub tentang pemecatan Enzo. Beberapa penggemar menyampaikan kekecewaan mereka, seperti:
- “Saya tidak mengenali klub saya lagi.”
- “Aku sudah selesai dengan klub ini. Selamat tinggal.”
- “BRO, KAMI SECARA LITERAL 5 DI LIGA! Saya tahu itu bukan yang kami inginkan tetapi tidak layak memecat manajer, memecat para direktur mereka merusak klub ini!”
- “mulai dari awal lagi? Tidak mudah kawan.”
- “orang ini menang untuk klub ini 2 piala besar dalam satu musim, dan untuk bulan yang buruk kamu memecat dia, yah.. Ini bukan Chelsea tempat saya tumbuh bersama..”
- “Keputusan yang buruk. Kembalikan Roman Abramovic ke klubnya. Pemilik-pemilik ini tidak mengerti.”
Sebagai pelatih, Enzo Maresca memiliki rekam jejak yang cukup baik. Sebelum mengasuh Chelsea, ia pernah melatih Leicester City dan Manchester City U21. Bersama Leicester City, ia sempat merasakan euforia kemenangan dengan memboyong juara English 2nd Tier Champion musim 23/24.
Selain itu, Enzo juga pernah bekerja sebagai asisten pelatih di Ascoli Calcio pada 2017. Ia memiliki lisensi pelatih Pro – UEFA dan biasanya menggunakan formasi 4-2-3-1 dalam pertandingan.
Statistik Karier Enzo Maresca
- Chelsea: 92 pertandingan, 55 menang, 16 imbang, 21 kalah
- Leicester City: 53 pertandingan, 36 menang, 4 imbang, 13 kalah
- Manchester City U21: 28 pertandingan, 19 menang, 5 imbang, 4 kalah
- Parma Calcio 1913: 14 pertandingan, 4 menang, 5 imbang, 5 kalah
Enzo Maresca memiliki kontrak hingga 30 Juni 2029 dan diwakili oleh agen Gestifute. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membawa tim meraih prestasi penting dalam waktu singkat. Meski kini harus meninggalkan Chelsea, prestasinya sebagai pelatih akan selalu diingat oleh para penggemar.
