Persebaya Kehilangan Toni Firmansyah, Pergantian Strategi untuk Derby Suramadu
Persebaya Surabaya akan menghadapi laga penting melawan Madura United dalam Derby Suramadu yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (3/1/2026). Namun, tim asal Surabaya ini harus berjuang tanpa kehadiran gelandang andalan mereka, Toni Firmansyah. Absennya Toni disebabkan oleh akumulasi empat kartu kuning yang diterimanya sejak awal musim.
Toni memang menjadi tulang punggung lini tengah Persebaya dengan kemampuan menyeimbangkan permainan serangan dan pertahanan. Total 254 umpan dilepaskan dengan 218 sukses musim ini. Ditambah 13 umpan silang dan 5 umpan terobosan. Toni juga memenangkan 8 duel udara dengan umpan kepala. Kepergiannya jelas menjadi pukulan berat bagi Bajul Ijo menjelang derby yang selalu dinanti oleh para penggemar sepak bola.
Wonderkid Persebaya: Sadida dan Ichsas Siap Menggantikan Toni
Dengan absennya Toni, caretaker Uston Nawawi harus mencari solusi cepat. Dua pemain muda, Sadida Nugraha dan Ichsas, menjadi opsi utama untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Toni.
Sadida Nugraha lahir pada 26 April 2005, berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia bergabung dengan Persebaya sejak 1 Juli 2025 dan memiliki tinggi 1,75 meter. Musim ini sudah tampil dalam 7 laga dengan total 229 menit bermain. Karakter Sadida disiplin dan kuat dalam duel, cocok untuk mengisi peran jangkar yang ditinggalkan Toni. Ia dinilai mampu menjaga keseimbangan tim, terutama saat bermain tandang di Pamekasan.
Selain itu, Ichsas lahir pada 17 Maret 2007, berusia 18 tahun, bisa jadi opsi. Ia bisa bermain sebagai gelandang tengah, menyerang, maupun bertahan. Meski baru tampil 3 kali dengan 68 menit bermain, potensinya tidak bisa diremehkan. Ichsas berani membawa bola dan punya visi menyerang. Ia sudah mencatat satu kartu kuning musim ini. Eksplosivitasnya memberi alternatif berbeda bagi Persebaya. Derby Suramadu bisa jadi panggung pembuktiannya.
Pilihan Strategis Uston Nawawi
Kini, caretaker Uston Nawawi dihadapkan pada dilema antara memilih stabilitas Sadida atau eksplosivitas Ichsas, atau bahkan kombinasi keduanya di lini tengah. Keputusan ini bisa jadi kunci menghadapi Madura United, dan Persebaya harus menjaga momentum kebangkitan.
Manajemen Persebaya Surabaya masih mempercayakan Uston Nawawi sebagai pelatih sementara meskipun telah resmi mengontrak pelatih baru, Bernardo Tavares. Uston akan tetap menangani Bajul Ijo hingga laga pekan ke-16 menghadapi Madura United, Sabtu (3/1/2026).
Sebelumnya, manajemen Persebaya telah menunjuk Bernardo Tavares sebagai pengganti Eduardo Pérez. Namun, hingga pelatih asal Portugal tersebut tiba dan bergabung dengan tim, Uston Nawawi tetap diberi mandat sebagai caretaker. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas tim di masa transisi.
Kedatangan Bernardo Tavares
Sesuai rencana, Bernardo Tavares akan mulai memimpin latihan 5 Januari 2026. Pelatih asal Portugal itu diharapkan membawa perubahan taktik segar. Tavares dikenal dengan gaya permainan disiplin dan agresif. Hubungannya dengan beberapa pemain asing bisa jadi keuntungan. Manajemen berharap kehadirannya memperkuat mental tim. Tavares akan langsung menghadapi jadwal padat Super League.
Persebaya sendiri baru saja bangkit dengan kemenangan telak atas Persijap Jepara. Kemenangan itu memutus tren imbang lima laga beruntun. Tim kini berada di posisi keenam klasemen dengan 22 poin. Derby Suramadu selalu sarat gengsi dan tensi tinggi. Madura United juga sedang dalam tren positif di bawah Carlos Parreira. Kemenangan 5-1 atas Semen Padang jadi modal besar mereka. Persebaya harus waspada dengan produktivitas Lulinha. Derby ini bisa jadi penentu momentum kedua tim.
