Perubahan Karier Kang Da Wit dalam Drama Korea Pro Bono
Dalam drama Korea Pro Bono, karakter Kang Da Wit (diperankan oleh Jung Kyoung Ho) mengalami perubahan besar dalam karier dan kehidupannya. Ia dulu adalah seorang hakim ketua yang sangat dihormati, bahkan mendapat julukan “hakim rakyat”. Namun, sebuah insiden membuat hidupnya berubah drastis. Setelah itu, ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi pengacara.
Kang Da Wit bergabung dengan tim pro bono di firma hukum besar Oh & Partners. Awalnya, ia merasa pekerjaan ini terlalu remeh dibandingkan tugasnya sebagai hakim. Rekan-rekannya, yaitu Park Gi Ppeum (So Ju Yeon), Jang Yeong Sil (Yoon Na Moo), Yoo Nan Hui (Seo Hye Won), dan Hwang Jun U (Kang Hyoung Sik) tidak langsung menerima dirinya. Tapi lambat laun, Kang Da Wit mulai diterima dan akur dengan anggota timnya. Berikut beberapa alasan mengapa hal itu bisa terjadi:
1. Kang Da Wit Selalu Berusaha Maksimal Mencari Solusi untuk Masalah Klien
Awalnya, Kang Da Wit enggan menangani kasus-kasus kecil yang dilimpahkan ke tim pro bono. Ia lebih suka menangani kasus besar seperti korupsi atau kasus yang melibatkan kalangan konglomerat. Namun, ia mulai menyadari bahwa kasus-kasus yang ditangani tim pro bono juga layak diperjuangkan.
Salah satu contohnya adalah kasus anjing yang ditelantarkan. Seekor anjing milik orang kaya ditemukan oleh seseorang biasa yang menyukai hewan. Anjing tersebut sudah lama diadopsi, tetapi si pemilik yang mencampakkannya tiba-tiba datang ingin mengambil kembali anjingnya.
Kang Da Wit kemudian mencari cara agar pemilik tersebut gagal melakukan aksinya. Ia bahkan membuat hakim pencinta anjing yang terpilih untuk membuat keputusan di pengadilan, serta menyudutkan pemilik bahwa ia menyimpan banyak kebohongan dan lebih baik pura-pura mengaku bahwa anjing itu bukan miliknya. Meski cara kerjanya sering dianggap ekstrem, ia selalu totalitas dan memberikan solusi yang cemerlang. Hal ini membuat rekan-rekannya menghargainya.
2. Kang Da Wit Jujur tentang Penyebabnya Berhenti Jadi Hakim
Saat Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), pimpinan firma Oh & Partners, memerintahkan pembubaran tim pro bono, Kang Da Wit membuat taruhan bahwa timnya akan memenangkan kasus dan merebut klien dari pihak lawan agar kinerja mereka diakui dan tidak dibubarkan. Rekan-rekannya merasa putus asa, terutama Hwang Jun U yang hanya memiliki pekerjaan sebagai pengacara pro bono sebagai sumber nafkahnya.
Kang Da Wit kemudian jujur tentang masa lalunya. Ia menceritakan kepada rekan-rekannya bahwa ia berhenti jadi hakim karena dijebak menerima suap. Park Gi Ppeum yang sudah tahu lebih dulu tentu kaget dengan tindakan Kang Da Wit. Namun, Kang Da Wit merasa bahwa ia harus memberitahu anggota timnya. Mereka sempat kesal karena baru tahu setelah cukup lama mengenalnya. Akhirnya, mereka sepakat untuk menetapkan pra duga tak bersalah dan percaya bahwa Kang Da Wit benar-benar dijebak. Mereka merasa ia tidak cukup ceroboh untuk menerima suap secara terang-terangan.
3. Kang Da Wit Mulai Gak Mempermasalahkan Tingkat Kemenangan yang Harus Mereka Raih
Di episode terbaru, tim pro bono harus menangani kasus seorang selebriti bernama Elijah (Jung Ji So) yang menuntut ibu dan kakaknya. Elijah menuntut mereka karena meskipun mereka keluarga, ibu dan kakaknya berbuat buruk di belakangnya. Dengan memanfaatkan kontrak kerja di agensi, ibunya menyalahgunakan kekuasaan. Ibunya tidak transparan dalam memperlihatkan gajinya dan kedapatan sering mengeluarkan banyak uang untuk berondong simpanan.
Anggota tim pro bono meyakinkan Kang Da Wit agar kasus Elijah terus diperjuangkan. Sebagai orang yang selalu memperhitungkan tingkat kemenangan yang bisa diraih, Kang Da Wit pesimis mereka akan menang. Namun, ia akhirnya setuju dan tidak terlalu memusingkan menang atau kalahnya mereka di pengadilan. Anggota timnya tentu merasa senang karena Kang Da Wit mulai berubah, bahkan laki-laki itu memperhatikan mereka dan mempercayai masing-masing punya peran penting dalam tim.
Bekerja dengan cara yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya tentu membuat Kang Da Wit sulit beradaptasi dengan anggota tim pro bono. Namun, ia mau belajar hingga akhirnya diterima dan kompak dengan anggota timnya.
