Swiss umumkan masa berkabung nasional setelah kebakaran resor ski tewaskan 40 orang

Tragedi Kebakaran di Crans-Montana: Momen Paling Traumatis dalam Sejarah Swiss

Pemerintah Swiss telah menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari setelah tragedi kebakaran hebat yang terjadi di resor ski populer, Crans-Montana, di Pegunungan Alpen. Insiden ini terjadi saat perayaan malam pergantian tahun baru 2026 dan menewaskan sedikitnya 40 orang serta melukai 115 lainnya, sebagian besar dari kalangan muda.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, yang baru saja memulai masa jabatannya sebagai kepala negara, menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling traumatis dalam sejarah modern Swiss. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para korban yang impiannya terputus secara tragis.

Kronologi: Ledakan Api di Ruang Bawah Tanah

Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi di sebuah bar populer bernama Le Constellation. Berdasarkan keterangan saksi mata kepada stasiun televisi Prancis, BFMTV, api diduga muncul setelah kembang api atau petasan dimasukkan ke dalam botol sampanye sebagai bagian dari atraksi perayaan. Seorang bartender dikabarkan menggendong staf wanita yang memegang botol tersebut saat insiden terjadi.

Dalam hitungan detik, api menyambar bagian langit-langit bar dan menyebar dengan sangat cepat ke seluruh area, termasuk ruang bawah tanah yang sesak oleh ratusan pengunjung. Para penyintas menggambarkan pemandangan mengerikan saat kerumunan orang berdesakan di tangga yang sangat sempit untuk menyelamatkan diri dari kobaran api oranye yang melahap gedung.

Jaksa wilayah kanton Valais, Beatrice Pilloud, mengonfirmasi bahwa investigasi sedang berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta mengevaluasi standar pintu keluar darurat. “Investigasi ini akan mengidentifikasi keadaan pasti dari apa yang terjadi,” tegasnya, menanggapi laporan mengenai tangga sempit yang menghambat proses evakuasi.

Upaya Penyelamatan dan Kondisi Korban

Komandan Polisi Kanton Valais, Frédéric Gisler, menyatakan bahwa petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu dua menit setelah panggilan darurat diterima. Peringatan merah segera dikeluarkan dengan mengerahkan tim pemadam kebakaran besar, 42 ambulans, dan 13 helikopter medis.

Para korban luka, yang banyak di antaranya menderita luka bakar serius dan kerusakan paru-paru akibat menghirup asap beracun, kini dirawat secara intensif di berbagai rumah sakit universitas di Sion, Lausanne, Jenewa, dan Zurich. Rumah Sakit Universitas Lausanne melaporkan sedang merawat 22 pasien berusia 16 hingga 26 tahun.

Claire Charmet, Manajer Umum rumah sakit tersebut, menyebutkan bahwa delapan pasien sempat dalam kondisi kritis saat tiba. “Ini akan menjadi proses yang panjang dan intensif, berlangsung beberapa minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan,” jelasnya mengenai proses pemulihan para korban.

Dampak Internasional dan Identifikasi Korban

Tragedi ini juga mengguncang negara-negara tetangga karena Crans-Montana merupakan destinasi favorit warga Eropa. Kementerian Luar Negeri Italia melaporkan 16 warga negaranya hilang dan 12 lainnya terluka. Sementara itu, pihak Prancis mengonfirmasi delapan warganya hilang dan tidak menutup kemungkinan adanya korban jiwa dari warga negara mereka.

Proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim penyidik. Saat ini, pengambilan sampel DNA dari keluarga korban sedang dilakukan guna mencocokkan identitas jenazah yang terjebak di dalam reruntuhan gedung.

Duka di Tengah Dinginnya Alpen

Di lokasi kejadian, ratusan warga dan instruktur ski berkumpul dalam keheningan di bawah udara dingin yang membekukan untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin. Ulysse Brozzo (16), seorang instruktur ski setempat, mengungkapkan duka mendalam karena banyak rekannya yang belum ditemukan. Ia menduga banyak pengunjung yang lumpuh akibat gas beracun sebelum sempat melarikan diri.

Petugas pemadam kebakaran menyebut fenomena kebakaran ini sebagai embrasement généralisé atau flashover, sebuah kondisi di mana api memicu pelepasan gas mudah terbakar secara serentak, menyebabkan seluruh ruangan terbakar hebat dalam waktu singkat.

Crans-Montana, yang biasanya dikenal sebagai resor mewah bagi elit Eropa, kini berubah menjadi pusat duka. Pihak berwenang setempat telah meminta wisatawan lain untuk ekstra berhati-hati dalam beraktivitas di lereng ski guna mencegah kecelakaan tambahan yang dapat membebani sumber daya medis yang saat ini sudah sangat kewalahan.

Exit mobile version