Persib Bandung Berencana Menggaet Layvin Kurzawa, Tapi Ada Riwayat Cedera yang Harus Diperhatikan
Persib Bandung tampaknya sedang mempertimbangkan untuk menggaet pemain berpengalaman asal Prancis, Layvin Kurzawa, dalam bursa transfer putaran kedua musim 2025/2026. Kabar ini telah menyebar luas dan mendapat respons dari pihak klub. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memberi sinyal kuat bahwa pihaknya memang sedang melakukan pendekatan terhadap pemain yang pernah membela Timnas Prancis tersebut.
Adhitia Putra Herawan menyebutkan bahwa Layvin Kurzawa memiliki kemampuan yang sangat fleksibel dalam bermain di beberapa posisi. Ia bisa bermain sebagai left back, left midfielder, atau left center back. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Persib Bandung yang ingin memperkuat lini belakang dan sayap mereka.
Kehadiran Layvin Kurzawa akan meningkatkan kedalaman skuad Persib Bandung. Namun, ada hal yang harus diperhatikan dengan lebih hati-hati. Pemain berusia 33 tahun ini memiliki riwayat cedera yang cukup mengkhawatirkan. Sejak awal kariernya hingga saat ini, ia sering kali mengalami cedera yang membuatnya absen selama beberapa waktu.
Berikut adalah daftar riwayat cedera Layvin Kurzawa sepanjang kariernya:
2024/2025
- Cedera Otot (10 April 2025-31 Mei 2025): Menepi selama 52 hari dan melewatkan enam pertandingan.
- Cedera Otot (20 Februari 2025-12 Maret 2025): Menepi selama 21 hari dan melewatkan tiga pertandingan.
2022/2023
- Robekan pada Jaringan Ikat Bagian Luar (27 Februari 2023-30 Juni 2023): Menepi selama 124 hari dan melewatkan 15 pertandingan.
- Benturan (8 Oktober 2022-2 November 2022): Menepi selama 26 hari dan melewatkan lima pertandingan.
2021/2022
- Sakit (2 Oktober 2021-14 Oktober 2021): Menepi selama 13 hari dan melewatkan satu pertandingan.
- Gangguan Adduktor (19 Agustus 2021-16 September 2021): Menepi selama 29 hari dan melewatkan empat pertandingan.
2020/2021
- Cedera Engkel (11 Mei 2021-10 Juni 2021): Menepi selama 31 hari dan melewatkan empat pertandingan.
- Cedera Betis (29 Maret 2021-15 April 2021): Menepi selama 18 hari dan melewatkan empat pertandingan.
- Cedera Pangkal Paha (21 Desember 2020-7 Januari 2021): Menepi selama 18 hari dan melewatkan dua pertandingan.
- Gangguan pada Paha (1 Agustus 2020-21 Agustus 2020): Menepi selama 21 hari dan melewatkan dua pertandingan.
2019/2020
- Istirahat (14 Februari 2020-16 Februari 2020): Menepi selama tiga hari dan melewatkan satu pertandingan.
- Cedera yang tidak diketahui (20 November 2019-1 Desember 2019): Menepi selama 12 hari dan melewatkan dua pertandingan.
- Sakit (16 Agustus 2019-20 Agustus 2019): Menepi selama 14 hari dan melewatkan dua pertandingan.
2018/2019
- Kebugaran (8 November 2018-23 November 2018): Menepi selama 16 hari dan melewatkan tiga pertandingan.
- Herniated Disk (10 Agustus 2018-7 November 2018): Menepi selama 90 hari dan melewatkan 20 pertandingan.
- Cedera Punggung (11 Juli 2018-30 Juli 2018): Menepi selama 20 hari dan melewatkan satu pertandingan.
2017/2018
- Benturan (16 April 2018-20 April 2018): Menepi selama lima hari dan melewatkan satu pertandingan.
- Gangguan pada Paha (8 Februari 2018-26 Februari 2018): Menepi selama sembilan hari dan melewatkan dua pertandingan.
- Cedera Lutut (5 Oktober 2017-16 Oktober 2017): Menepi selama 12 hari dan melewatkan tiga pertandingan.
2016/2017
- Cedera Lutut (10 April 2017-1 Juni 2017): Menepi selama 53 hari dan melewatkan sembilan pertandingan.
- Kutu Kelamin (7 November 2016-1 Desember 2016): Menepi selama 25 hari dan melewatkan enam pertandingan.
- Cedera Hamstring (12 September 2016-22 September 2016): Menepi selama 11 hari dan melewatkan tiga pertandingan.
2015/2016
- Benturan (28 Januari 2016-1 Februari 2016): Menepi selama lima hari dan melewatkan satu pertandingan.
- Gangguan pada Betis (27 Agustus 2015-10 September 2015).
2014/2015
- Regangan pada Otot Paha (20 November 2014-1 Januari 2015): Menepi selama 43 hari dan melewatkan lima pertandingan.
- Regangan pada Betis (23 Oktober 2014-3 November 2014): Menepi selama 12 hari dan melewatkan dua pertandingan.
2013/2014
- Cedera Hamstring (21 April 2014-15 Mei 2014): Menepi selama 25 hari dan melewatkan tiga pertandingan.
- Cedera Hamstring (24 Maret 2014-10 April 2014): Menepi selama 18 hari dan melewatkan sembilan pertandingan.
2011/2012
- Cedera Hamstring (3 Mei 2012-4 Juni 2012): Menepi selama 33 hari dan melewatkan 11 pertandingan.
Dengan riwayat cedera yang begitu panjang, Persib Bandung harus benar-benar mempertimbangkan keputusan ini. Meskipun Layvin Kurzawa memiliki kualitas yang bagus, namun risiko cedera bisa berdampak besar terhadap performa tim. Selain itu, biaya gaji yang diperlukan juga cukup besar. Namun, jika berhasil diboyong, ia bisa menjadi amunisi penting bagi Persib Bandung, terutama setelah lolos ke babak gugur AFC Champions League Two dan memperkuat posisi di puncak klasemen Super League 2025/2026.
