Prediksi Laga Juventus vs Benfica di Liga Champions
Pada hari Kamis (22/1/2026) dini hari, Juventus akan menjamu Benfica di Allianz Stadium. Kick off pertandingan ini dijadwalkan pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Bianconeri untuk meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Champions. Rekor serupa terakhir kali terjadi pada musim 2021-2022.
Juventus saat ini menempati peringkat ke-17 dengan sembilan poin, cukup untuk melaju ke playoff fase gugur. Namun, ambisi mereka adalah lolos otomatis ke babak 16 besar. Saat ini, Juve berada di posisi ke-5 Serie A, sehingga fokus beralih ke Liga Champions. Di kompetisi Eropa, mereka mencatat tujuh laga tak terkalahkan dengan enam kemenangan.
Kondisi Tim dan Fokus Pelatih
Tim asuhan Luciano Spalletti datang dengan kondisi kurang ideal. Mereka baru saja kalah dari Cagliari di Serie A, yang merupakan kekalahan pertama dalam enam tahun terakhir. Kekalahan ini juga menjadi yang kedua bagi Spalletti sejak menangani Juventus. Kini, peluang meraih Scudetto semakin tipis, tertinggal 10 poin dari puncak klasemen.
Coach Spalletti ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk bangkit dan meraih kemenangan. Di sisi lain, Benfica datang dengan catatan positif, khususnya dalam pertemuan dengan tim Italia. Klub asal Lisbon tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir kontra wakil Italia, termasuk kemenangan atas Napoli di matchday enam.
Secara historis, Benfica unggul atas Juventus dengan tujuh kemenangan dari sembilan pertemuan. Mereka menang tiga kali beruntun dan kini mengincar kemenangan keempat di Turin.
Performa dan Pemain Kunci
Di sisi Juventus, tanpa Dusan Vlahovic yang absen, mereka mengandalkan Jonathan David dan Weston McKennie. Kenan Yildiz juga menjadi ancaman dengan empat assist di Liga Champions. Sementara itu, Benfica kehilangan Dodi Lukebakio, Alexander Bah, dan Richard Rios karena cedera. Vangelis Pavlidis diharapkan tampil lebih tajam setelah hanya mencetak satu gol di Eropa.
Berdasarkan performa terkini dan keunggulan kandang, Juventus diprediksi menang tipis 2-1 atas Benfica. Rekor fase grup yang lebih baik (9 poin vs 6) serta faktor kandang menjadi keuntungan bagi Bianconeri.
Sejarah dan Perkembangan Klub
Juventus Football Club didirikan pada 1 November 1897 di Turin, Italia, oleh sekelompok siswa dari Massimo d’Azeglio Lyceum. Awalnya bernama Sport-Club Juventus, klub ini lahir dari kecintaan pemuda lokal terhadap sepak bola Inggris. Nama “Juventus” (pemuda dalam bahasa Latin) dipilih melalui voting.
Pada 1899, klub berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus dan bergabung dengan Kejuaraan Sepak Bola Italia 1900. Juventus memenangkan gelar nasional pertama pada 1905. Era profesionalisme dimulai pada 1923 ketika Edoardo Agnelli dari FIAT mengakuisisi klub.
Julukan “La Vecchia Signora” (Nyonya Tua) dan seragam hitam-putih ikonik muncul era 1910-an. Juventus mendominasi Serie A sejak 1920-an, terutama di bawah Giovanni Trapattoni dan Marcello Lippi. Stadion Allianz Stadium (sejak 2011) sebagai markas modern berkapasitas 41.000.
Benfica didirikan 28 Februari 1904 di Lisbon, Portugal, sebagai Sport Lisboa oleh sekelompok pemuda lokal. Klub ini lahir sebagai respons terhadap dominasi klub asing dan elit seperti Sporting CP. Tujuan mempromosikan sepak bola untuk rakyat Portugal.
Pada 1908, klub bergabung dengan Grupo Sport Benfica dan menjadi Sport Lisboa e Benfica. Julukan Águias (Elang) dari lambangnya dan warna merah ikonik menjadi identitas klub. Benfica mendominasi domestik dengan 38 gelar Primeira Liga (rekor Portugal), 26 Taça de Portugal, dan rivalitas sengit O Classico vs Porto.
Prediksi Line Up dan Skor Akhir
Prediksi Line Up Pemain:
- Juventus: Mattia Perin (GK), Kalulu, Bremer, Lloyd Kelly, Cambiaso, Manuel Locatelli, Teun Koopmeiners, McKennie, Fabio Miretti, Kenan Yildiz, Jonathan David
- Benfica: Anatoliy Trubin (GK), Amar Dedic, Nicolás Otamendi, Araajo, Samuel Dahl, Leandro Barreiro, Aursnes, Prestianni, Georgiy Sudakov, Andreas Schjelderup, Pavlidis
Prediksi Skor:
Juventus (peringkat 17, 9 poin dari 6 laga: 2W-3D-1L, 12 gol dicetak/10 kebobolan) punya momentum kandang kuat (DDLDWW). Sementara Benfica (peringkat 28, 6 poin: 2W-0D-4L, 6/8, LLLLWW) kesulitan tandang. Benfica dominan historis 4 menang, 3 imbang, 0 kemenangan Juventus dari 7 laga UCL (termasuk 2022/23); total gol 4-11 untuk Benfica.
Finalis Benfica 1960-an kalahkan Juve di semifinal 1968, tapi Juve tak pernah menang atas mereka. Terbaru, Juventus solid di kandang UCL, andalkan Dusan Vlahovic (7 gol UCL, 6.82 rating) meski pertahanan rentan. Benfica bergantung Vangelis Pavlidis (1 gol Eropa, 17 domestik) dan António Silva, tapi 4 kekalahan beruntun sebelum bangkit.
Juventus diprediksi menang tipis 2-1, manfaatkan faktor kandang dan rekor fase grup lebih baik (9 poin vs 6). Benfica berbahaya kontra, tapi H2H buruk Juve bisa picu under 2.5 gol, dengan Vlahovic cetak gol kemenangan.
